<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: 24 jam vs guru kontrak yad</title>
	<atom:link href="http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 09:52:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: koko</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-577</link>
		<dc:creator>koko</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 02:16:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-577</guid>
		<description>Apapun istilah hanya sebatas sebutan, yang terpenting komitmen kita dalam pembenahan pendidikan sudah bulat dan berkesinambungan belum ? . Kebesaran jiwa setiap pimpinan dalam menyerahkan tongkat estafet kebijakan pada pemegang amanah berikutnya belum membudaya , sehingga dapat menimbulkan friksi2 pada kebijaka berikutnya.Politisasi pendidikan sudah dominan, kita belum siap menerima apa adanya dari hasil proses pendidikan ini  secara jujur, Guru memang menjadi sentral kegiatan KBM, jadi butuh di perhatikan dalam proses pembelajarannya, Meminjam istilah pak. gatot, kompeten tapi tidak di butuhkan atau sebaliknya,  tergantung pada kebijakan yang diberlakukan di lingkup masing-masing pak,  perlu indikator yang standar untuk mengukur tingkat keberhasilan setiap guru. Sehingga hasil yang di dapat akan paralel dengan  peningkatan kompetensi masing-masing guru.   Hidup memang harus dinamis , agar tetap unggul kita perlu deversifikasi kompetensi baik dalam mengajar maupun dalam membekali diri untuk berkompetisi yang lebih baik , saya sependapat bila setiap pemegang amanah diberlakuan kontrak kinerja dengan acuan indikator  yang jelas dan terukur secara jujur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apapun istilah hanya sebatas sebutan, yang terpenting komitmen kita dalam pembenahan pendidikan sudah bulat dan berkesinambungan belum ? . Kebesaran jiwa setiap pimpinan dalam menyerahkan tongkat estafet kebijakan pada pemegang amanah berikutnya belum membudaya , sehingga dapat menimbulkan friksi2 pada kebijaka berikutnya.Politisasi pendidikan sudah dominan, kita belum siap menerima apa adanya dari hasil proses pendidikan ini  secara jujur, Guru memang menjadi sentral kegiatan KBM, jadi butuh di perhatikan dalam proses pembelajarannya, Meminjam istilah pak. gatot, kompeten tapi tidak di butuhkan atau sebaliknya,  tergantung pada kebijakan yang diberlakukan di lingkup masing-masing pak,  perlu indikator yang standar untuk mengukur tingkat keberhasilan setiap guru. Sehingga hasil yang di dapat akan paralel dengan  peningkatan kompetensi masing-masing guru.   Hidup memang harus dinamis , agar tetap unggul kita perlu deversifikasi kompetensi baik dalam mengajar maupun dalam membekali diri untuk berkompetisi yang lebih baik , saya sependapat bila setiap pemegang amanah diberlakuan kontrak kinerja dengan acuan indikator  yang jelas dan terukur secara jujur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gatothp2000</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-549</link>
		<dc:creator>gatothp2000</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 00:16:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-549</guid>
		<description>gatotpriowirjanto@ymail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="mailto:gatotpriowirjanto@ymail.com">gatotpriowirjanto@ymail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iqbal yarsa</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-541</link>
		<dc:creator>iqbal yarsa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 15:02:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-541</guid>
		<description>dear p gatot,
gw butuh les privat bhs ing dr gr SMAN 1 Cep....
tlg bantu cariin dink............please kasi taw no kontak ato emailna...
tks ya bpku yg cakep</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear p gatot,<br />
gw butuh les privat bhs ing dr gr SMAN 1 Cep&#8230;.<br />
tlg bantu cariin dink&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;please kasi taw no kontak ato emailna&#8230;<br />
tks ya bpku yg cakep</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yonal Herdian</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-540</link>
		<dc:creator>Yonal Herdian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 03:13:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-540</guid>
		<description>Dear P Gatot,
Sebuah usulan yang menarik pa,memang pada saat ini dikotomi atau perbedaan istilah di guru inilah yang menjadi masalah sehingga berimbas  juga pada penghasilan dan kinerja seorang guru.
bisa kita bayangkan seorang GTT pasti akan mengajar di banyak sekolah terkait dengan target  setoran untuk menghidupi Rumah Tangganya, dengan kondisi demikian sangat sulit untuk sorang guru memberikan kemampuan nya  secara optimal apalagi dengan kondisi mengajarnya yang berbeda mata pelajaran di tiap sekolah, ditengah tuntutan meningkatkan kualitas guru sepertinya sangat susah bagi guru untuk mengembangkan/meningkatkan kualitasnya.ditambah dengan tugas administrasi guru yang semakin banyak.
Mudah-mudahn wacana tersebut bisa diwujudkan dan didengar oleh pengambil kebijakan.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear P Gatot,<br />
Sebuah usulan yang menarik pa,memang pada saat ini dikotomi atau perbedaan istilah di guru inilah yang menjadi masalah sehingga berimbas  juga pada penghasilan dan kinerja seorang guru.<br />
bisa kita bayangkan seorang GTT pasti akan mengajar di banyak sekolah terkait dengan target  setoran untuk menghidupi Rumah Tangganya, dengan kondisi demikian sangat sulit untuk sorang guru memberikan kemampuan nya  secara optimal apalagi dengan kondisi mengajarnya yang berbeda mata pelajaran di tiap sekolah, ditengah tuntutan meningkatkan kualitas guru sepertinya sangat susah bagi guru untuk mengembangkan/meningkatkan kualitasnya.ditambah dengan tugas administrasi guru yang semakin banyak.<br />
Mudah-mudahn wacana tersebut bisa diwujudkan dan didengar oleh pengambil kebijakan&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gede adnyana</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-416</link>
		<dc:creator>gede adnyana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 00:17:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-416</guid>
		<description>Ide cemerlang, semoga bisa diterapkan, karena mutu pendidikan harus ditingkatman maka  kwalitas guru juga harus di evaluasi. Selama ini pengawas jarang memberi motivasi maupun arahan guna membangun kwalitas guru. Di sekolah guru sering terlambat dan dianggap biasa, jam ngajar banyak yang kelayapan, jadi dengan sistem baru ini guru harus terus berbenah diri. Kalau untuk tugas tambahan seperti PJ dalam sekolah SSN/SBI umumnya banyak yang menghindar, tapi kalau urusan honor alaias kantong saling berebut. Inilah kondisi guru kita yang banyak kurang bermoral (momok diobral). Bravo pak Gatot, salam kenal dari saya Guru SMPN 1 Bontang-Kaltim</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ide cemerlang, semoga bisa diterapkan, karena mutu pendidikan harus ditingkatman maka  kwalitas guru juga harus di evaluasi. Selama ini pengawas jarang memberi motivasi maupun arahan guna membangun kwalitas guru. Di sekolah guru sering terlambat dan dianggap biasa, jam ngajar banyak yang kelayapan, jadi dengan sistem baru ini guru harus terus berbenah diri. Kalau untuk tugas tambahan seperti PJ dalam sekolah SSN/SBI umumnya banyak yang menghindar, tapi kalau urusan honor alaias kantong saling berebut. Inilah kondisi guru kita yang banyak kurang bermoral (momok diobral). Bravo pak Gatot, salam kenal dari saya Guru SMPN 1 Bontang-Kaltim</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: acub zaenal</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-302</link>
		<dc:creator>acub zaenal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 19:49:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-302</guid>
		<description>Maaf, jika boleh sedikit menyanggah Pak PHEI...

Setahu saya sejak jaman dirjennya Bpk ZA Achmady dan direktur dikmenjurnya Bpk Pakpahan atau bahkan sebelumnya memang permasalahan sama. Kalo kursinya udah empuk, biasanya ngantuk n susah utk dibangunkan. 
Saya kira permasalahannya terletak di management sekolah itu sendiri. Maka dari itu, kepala sekolahnya lah yg harus aktif bertindak. Alhamdulillah sudah ada ISO9001, meskipun masih sebatas sertifikasi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, jika boleh sedikit menyanggah Pak PHEI&#8230;</p>
<p>Setahu saya sejak jaman dirjennya Bpk ZA Achmady dan direktur dikmenjurnya Bpk Pakpahan atau bahkan sebelumnya memang permasalahan sama. Kalo kursinya udah empuk, biasanya ngantuk n susah utk dibangunkan.<br />
Saya kira permasalahannya terletak di management sekolah itu sendiri. Maka dari itu, kepala sekolahnya lah yg harus aktif bertindak. Alhamdulillah sudah ada ISO9001, meskipun masih sebatas sertifikasi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: phei</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-301</link>
		<dc:creator>phei</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 03:41:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-301</guid>
		<description>sekarang ini ada guru bantu, gtt dan pns. jika saya menjawab setuju dengan wacana di atas &quot;ya&quot;. Karena pada dasarnya para bapak ibu guru kita yang sudah pns ternyata reaksi inovatif dan kreatifnya sudah mulai memudar ketika menjadi pns (maaf kalo saya berpendapat begitu tapi di sini begitu). Setiap pekerjaan yang ada dinominalkan ketika nilai nominal tak ada pekerjaan pun tak terlkasan padahal jika dibandungkan dengan perolehan saya sebulan mereka dua kali lipat plus tunjangan. Jikalau saja wacana di atas memang terjadi mungkin akan lebih menggiatkan kreatif yang ada karena sedikit terpecut oleh sistem.Baik yang pns, guru bantu maupun gtt. Berdasarkan pengalaman di sini para guru mudalah yang lebih giat bekerja karena faktor banyak hal. Dan para tetua hanya monitoring saja pokoknya beres? tapi itu tidak adil ketika ada kesalahn yang jadi tertuduh malah yang bekerja. Jikalau saja perolehan gaji guru kontrak dan PNS sama banyak dari kami yang tak akan mengejar status PNS dan memilih Guru kontrak karena tidak terikat. Yang membuat tergiur dengan status PNS adalah kesenjangan yang ada dalam pembagian gaji dan kesejahteraan meski kesejahteraan pns tidak sejahtera secara cukup tapi tidaknya bisa lebih baik dari para GTT dan guru bantu yang tidak dibayar selama kurang lebih 7 bulan. Jadi sepertinya ada potensi baik dengan wacana diatas agar etos kerja kita semakin up dan semakin inovatif dan kreatif seperti slogan smk yang ada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sekarang ini ada guru bantu, gtt dan pns. jika saya menjawab setuju dengan wacana di atas &#8220;ya&#8221;. Karena pada dasarnya para bapak ibu guru kita yang sudah pns ternyata reaksi inovatif dan kreatifnya sudah mulai memudar ketika menjadi pns (maaf kalo saya berpendapat begitu tapi di sini begitu). Setiap pekerjaan yang ada dinominalkan ketika nilai nominal tak ada pekerjaan pun tak terlkasan padahal jika dibandungkan dengan perolehan saya sebulan mereka dua kali lipat plus tunjangan. Jikalau saja wacana di atas memang terjadi mungkin akan lebih menggiatkan kreatif yang ada karena sedikit terpecut oleh sistem.Baik yang pns, guru bantu maupun gtt. Berdasarkan pengalaman di sini para guru mudalah yang lebih giat bekerja karena faktor banyak hal. Dan para tetua hanya monitoring saja pokoknya beres? tapi itu tidak adil ketika ada kesalahn yang jadi tertuduh malah yang bekerja. Jikalau saja perolehan gaji guru kontrak dan PNS sama banyak dari kami yang tak akan mengejar status PNS dan memilih Guru kontrak karena tidak terikat. Yang membuat tergiur dengan status PNS adalah kesenjangan yang ada dalam pembagian gaji dan kesejahteraan meski kesejahteraan pns tidak sejahtera secara cukup tapi tidaknya bisa lebih baik dari para GTT dan guru bantu yang tidak dibayar selama kurang lebih 7 bulan. Jadi sepertinya ada potensi baik dengan wacana diatas agar etos kerja kita semakin up dan semakin inovatif dan kreatif seperti slogan smk yang ada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ghp</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-274</link>
		<dc:creator>ghp</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 09:19:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-274</guid>
		<description>@mas ba, mungkin yg terjadi sekarang adalah mereka yg aktif di lembaga pendidikan, atau training center, ......pd bbrp tempat yg terkait dgn relevansi dgn industri belum banyak di lakukan utk pengecekan kompetensi .....setiap masa mempunyai  ciri khasnya tergantung mereka yg mengambil keputusan....
dunia industri selalu berputar menuju efektifitas dan efisiensi tinggi....tinggal kita lihat mana yg paling laku lulusannya setelah selesai sekolah....itu yg terbaik pendidikan kompetensinya thd situasi terakhir..dari industri kita...yg banyak nganggur ya...berarti mereka belajar tidak relevan dgn kebutuhan saat ini...jadi tidak kompeten..atau kompeten tapi tidak di butuhkan....dst2...
mari kita perbaiki yg ada di tangan kita...utk menjadi lbh relevan dgn kebutuhan siapapun....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mas ba, mungkin yg terjadi sekarang adalah mereka yg aktif di lembaga pendidikan, atau training center, &#8230;&#8230;pd bbrp tempat yg terkait dgn relevansi dgn industri belum banyak di lakukan utk pengecekan kompetensi &#8230;..setiap masa mempunyai  ciri khasnya tergantung mereka yg mengambil keputusan&#8230;.<br />
dunia industri selalu berputar menuju efektifitas dan efisiensi tinggi&#8230;.tinggal kita lihat mana yg paling laku lulusannya setelah selesai sekolah&#8230;.itu yg terbaik pendidikan kompetensinya thd situasi terakhir..dari industri kita&#8230;yg banyak nganggur ya&#8230;berarti mereka belajar tidak relevan dgn kebutuhan saat ini&#8230;jadi tidak kompeten..atau kompeten tapi tidak di butuhkan&#8230;.dst2&#8230;<br />
mari kita perbaiki yg ada di tangan kita&#8230;utk menjadi lbh relevan dgn kebutuhan siapapun&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mas Ba</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-273</link>
		<dc:creator>Mas Ba</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:56:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-273</guid>
		<description>salam perjuangan pak Gatot...

ada berita menarik nich.... dari ajang Lomba Kompetensi Siswa SMK Nasional 2008.

sekarang ini pembimbing LKS harus orang-orang yang sudah mendapat NIP. ini politik apa lagi ya pak? 
ternyata dunia pendidikan berikut guru-gurunya yang legal adalah dunia pendidikan yang guru-gurunya adalah yang sudah ber NIP. 

ini sebenernya maunya apa sih?

mohon pak ini dicerahkan walaupun bukan kewenangan bapak Gatot.

salam
Mas Ba</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam perjuangan pak Gatot&#8230;</p>
<p>ada berita menarik nich&#8230;. dari ajang Lomba Kompetensi Siswa SMK Nasional 2008.</p>
<p>sekarang ini pembimbing LKS harus orang-orang yang sudah mendapat NIP. ini politik apa lagi ya pak?<br />
ternyata dunia pendidikan berikut guru-gurunya yang legal adalah dunia pendidikan yang guru-gurunya adalah yang sudah ber NIP. </p>
<p>ini sebenernya maunya apa sih?</p>
<p>mohon pak ini dicerahkan walaupun bukan kewenangan bapak Gatot.</p>
<p>salam<br />
Mas Ba</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaenal abidin</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/03/12/24-jam-vs-guru-kontrak-yad/#comment-271</link>
		<dc:creator>zaenal abidin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 09:24:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=9#comment-271</guid>
		<description>Sangat sependapat dengan ide Pak Mus,


Kita perlu bentuk inkubator-inkubator baru dalam hal ini SBI sebagai produsen embrio-embrio pilihan.

Kita perlu segera perbaiki mutu SMK-SBI melalui kerjasama international. Kapan Pak Mus ke Jerman lagi ?
Kita perlu segera kunjungi sekolah-sekolah disini dan bentuk MOU lagi seperti dengan EST dahulu...

InsyaALLOH, peningkatan mutu guru kontrak akan drastis lajunya jika memperoleh pengalaman magang LN...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat sependapat dengan ide Pak Mus,</p>
<p>Kita perlu bentuk inkubator-inkubator baru dalam hal ini SBI sebagai produsen embrio-embrio pilihan.</p>
<p>Kita perlu segera perbaiki mutu SMK-SBI melalui kerjasama international. Kapan Pak Mus ke Jerman lagi ?<br />
Kita perlu segera kunjungi sekolah-sekolah disini dan bentuk MOU lagi seperti dengan EST dahulu&#8230;</p>
<p>InsyaALLOH, peningkatan mutu guru kontrak akan drastis lajunya jika memperoleh pengalaman magang LN&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
