<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar untuk Gatothp2000's Weblog</title>
	<atom:link href="http://gatothp2000.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gatothp2000.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 17:34:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh Nurul Hidayat</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-296</link>
		<dc:creator>Nurul Hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 14:25:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-296</guid>
		<description>Orang nDeso mo Ikutan gabung pak Gatot HP,
Setelah saya membaca2x tulisan dan komentar2x di atas, yang perlu di mulai adalah berbuat baik denga diri sendiri dulu, kemudian keluarga dan lingkungan kita, Ibtad binafsi. Terus konsep tawazun harus di pegang juga. 

NH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang nDeso mo Ikutan gabung pak Gatot HP,<br />
Setelah saya membaca2x tulisan dan komentar2x di atas, yang perlu di mulai adalah berbuat baik denga diri sendiri dulu, kemudian keluarga dan lingkungan kita, Ibtad binafsi. Terus konsep tawazun harus di pegang juga. </p>
<p>NH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh ghp</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-295</link>
		<dc:creator>ghp</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 13:33:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-295</guid>
		<description>@zaenal, saya kira anda bisa memakai jalur sekolah tetnang anda secara resmi..knp tidak
@olan ...menarik apa yg terjadi di derah anda, knp tidak kita anggap persiapan utk ke jepang..trtm disiplin kebersihan utk lingkungan sekolah.....di taiwan, ada sekolah yg mengharuskan setiap pagi siswanya 30 menit utk bersama kerja bakti membersihkan sekolahnya...artinya utk kebersiahan ybs, sekolah dan pembentukan karakter masa depan anak2 tsb...
@afdal , memang perubahan trjadi karena salah satunya  media yg terlalu bebas dan kadang2 nilai2 ethik tidak di pedulikan....tapi apa yg terjadi saat ini adalah hasil kita bersama bbrp thn yl...mungkin kita  prlu luruskan dan usahakan lagi hal2 yg baik utk generasi yad..Amien</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@zaenal, saya kira anda bisa memakai jalur sekolah tetnang anda secara resmi..knp tidak<br />
@olan &#8230;menarik apa yg terjadi di derah anda, knp tidak kita anggap persiapan utk ke jepang..trtm disiplin kebersihan utk lingkungan sekolah&#8230;..di taiwan, ada sekolah yg mengharuskan setiap pagi siswanya 30 menit utk bersama kerja bakti membersihkan sekolahnya&#8230;artinya utk kebersiahan ybs, sekolah dan pembentukan karakter masa depan anak2 tsb&#8230;<br />
@afdal , memang perubahan trjadi karena salah satunya  media yg terlalu bebas dan kadang2 nilai2 ethik tidak di pedulikan&#8230;.tapi apa yg terjadi saat ini adalah hasil kita bersama bbrp thn yl&#8230;mungkin kita  prlu luruskan dan usahakan lagi hal2 yg baik utk generasi yad..Amien</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh acub zaenal</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-294</link>
		<dc:creator>acub zaenal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 11:55:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-294</guid>
		<description>Yth. Bapak GHP,


Pernah kita coba usulkan siaran pendidikan "Die Sendung mit der Maus". 
Karena tak ada respon, kami coba iseng hubungi redaksi WDR (West deutsche Rundfunk). 
Menurut mereka, untuk Vertrieb nya LN harus menghubungi Bavaria. Tapi sayang sampe hari ini belum ada respon lagi.
Yach, kami ga bisa menjanjikan alokasi anggaran untuk membeli lisensi...
Mungkin juga mereka bertanya dalam hati "siapa sih elo?" :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Bapak GHP,</p>
<p>Pernah kita coba usulkan siaran pendidikan &#8220;Die Sendung mit der Maus&#8221;.<br />
Karena tak ada respon, kami coba iseng hubungi redaksi WDR (West deutsche Rundfunk).<br />
Menurut mereka, untuk Vertrieb nya LN harus menghubungi Bavaria. Tapi sayang sampe hari ini belum ada respon lagi.<br />
Yach, kami ga bisa menjanjikan alokasi anggaran untuk membeli lisensi&#8230;<br />
Mungkin juga mereka bertanya dalam hati &#8220;siapa sih elo?&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh acub zaenal</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-293</link>
		<dc:creator>acub zaenal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 11:32:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-293</guid>
		<description>Maaf cuma test aja....

Soalnya udah nulis usulan panjang lebar, tapi tampaknya bounced (termoderasi)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf cuma test aja&#8230;.</p>
<p>Soalnya udah nulis usulan panjang lebar, tapi tampaknya bounced (termoderasi)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh afdal syukri</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-292</link>
		<dc:creator>afdal syukri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 22:28:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-292</guid>
		<description>assalamu'alaikum wr. wb.
dear pak gatot

memang negara kita harus banyak belajar dari negara luar pak.
tidak usah sampai negara jepang pak, kita bisa juga belajar dari negara tetangga malaysia, pada waktu tahun 70-an banyak menyewa guru dari indonesia, tetapi sekarang kita lihat negara mereka lebih maju dari negara kita, terutama dari kebersihan dan kedisiplinan mereka.
menurut saya, mental tersebut dimulai dari masyarakat terkecil, yaitu rumah tangga.
sebuah rumah tangga harus menciptakan keturunan yang disiplin, jujur, bersih, hormat pada yang lebih tua dan sayang pada yang lebih kecil.
dan sebenarnya itu sudah ada pada diri dan masyarakat pedesaan yang ada di indonesia, tapi kebiasaan baik ini akan hilang jika mereka pergi ke kota.
hal ini disebabkan oleh pemerintahan kita yang sudah bobrok plus media cetak dan media elektronik yang selalu mengutamakan peningkatan oplah (laba yang besar) sementara tidak memikirkan kualitas dari isi media tersebut.
jadi peran dari pemerintahan (pejabat) harus jadi contoh dan media juga harus bertanggung jawab untuk mengembalikan sifat masyarakat pedesaan indonesia yang polos, lugu tersebut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wr. wb.<br />
dear pak gatot</p>
<p>memang negara kita harus banyak belajar dari negara luar pak.<br />
tidak usah sampai negara jepang pak, kita bisa juga belajar dari negara tetangga malaysia, pada waktu tahun 70-an banyak menyewa guru dari indonesia, tetapi sekarang kita lihat negara mereka lebih maju dari negara kita, terutama dari kebersihan dan kedisiplinan mereka.<br />
menurut saya, mental tersebut dimulai dari masyarakat terkecil, yaitu rumah tangga.<br />
sebuah rumah tangga harus menciptakan keturunan yang disiplin, jujur, bersih, hormat pada yang lebih tua dan sayang pada yang lebih kecil.<br />
dan sebenarnya itu sudah ada pada diri dan masyarakat pedesaan yang ada di indonesia, tapi kebiasaan baik ini akan hilang jika mereka pergi ke kota.<br />
hal ini disebabkan oleh pemerintahan kita yang sudah bobrok plus media cetak dan media elektronik yang selalu mengutamakan peningkatan oplah (laba yang besar) sementara tidak memikirkan kualitas dari isi media tersebut.<br />
jadi peran dari pemerintahan (pejabat) harus jadi contoh dan media juga harus bertanggung jawab untuk mengembalikan sifat masyarakat pedesaan indonesia yang polos, lugu tersebut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh olanuxer</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-290</link>
		<dc:creator>olanuxer</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 07:42:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-290</guid>
		<description>semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah SWT, saya selalu mencermati ketika Team dari PT. Puji Utami yang datang untuk menseleksi anak2 kami (smkn 1 bima) untuk magang ke jepang. Betapa santunnya mereka dan sangat menghormati guru di sini. ada kejadian yang menarik yang selalu saya perhatikan yaitu ketika orang jepang itu merokok, tidak ada abu rokok yang bertebaran di kolong meja n di sekitar kakinya. apalagi puntung rokok. jadi selama 6 jam mereka menseleksi, lantai di sekitar kakinya tetap bersih, padahal mereka full merokok. setiap abu dan puntung rokok mereka buang ke kantong yng mereka bawa sendiri. sementara guru yang menyaksikan, sudah berpuluh2 batang puntung yang menghiasi lantai di sekitar. ini sebenarnya menampar saya scr pribadi. sungguh hebat mereka dalam hal2 kecil yang kita selalu cuekin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah SWT, saya selalu mencermati ketika Team dari PT. Puji Utami yang datang untuk menseleksi anak2 kami (smkn 1 bima) untuk magang ke jepang. Betapa santunnya mereka dan sangat menghormati guru di sini. ada kejadian yang menarik yang selalu saya perhatikan yaitu ketika orang jepang itu merokok, tidak ada abu rokok yang bertebaran di kolong meja n di sekitar kakinya. apalagi puntung rokok. jadi selama 6 jam mereka menseleksi, lantai di sekitar kakinya tetap bersih, padahal mereka full merokok. setiap abu dan puntung rokok mereka buang ke kantong yng mereka bawa sendiri. sementara guru yang menyaksikan, sudah berpuluh2 batang puntung yang menghiasi lantai di sekitar. ini sebenarnya menampar saya scr pribadi. sungguh hebat mereka dalam hal2 kecil yang kita selalu cuekin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh Frans Thamura</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-289</link>
		<dc:creator>Frans Thamura</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 11:47:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-289</guid>
		<description>open content belajar bahasa inggris, china boleh nih :)

saya tunggu...

tapi pendidikan dan kultur juga jangan kelupaan

menarik mengenai mekanisme menghormati yang senior, sepertinya mulai luntur sekarang, gimana kalau ospect di hidupkan kembali dikampus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>open content belajar bahasa inggris, china boleh nih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saya tunggu&#8230;</p>
<p>tapi pendidikan dan kultur juga jangan kelupaan</p>
<p>menarik mengenai mekanisme menghormati yang senior, sepertinya mulai luntur sekarang, gimana kalau ospect di hidupkan kembali dikampus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh gatothp2000</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-288</link>
		<dc:creator>gatothp2000</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 10:59:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-288</guid>
		<description>@p zaenal, p amin, p kholiq, p dadang, p sutrisno,p agus, p effendi, p sadputra, frans..terimakasih masukannya, dan pendapat yg membangun...yg perlu kita fikirkan, karena kita bhineka tunggal ika, adakah budaya yg bisa di sebut budaya indonesia yg berlaku dari sabang sampai merauke yg kita sepakati bersama dan kita laksanakan seragam diseluruh indonesia utk nilai2 tertentu..?
selain juga  tidak menghilangkan budaya lokal..?...
mugkin 5 karakter nasional yg seragam diseluruh indonesia , yg tidak memandang suku, agama, warnakulit, misalnya..atau bgmn indonesia 10 thn yad dr segi karakter yg khas indonesia..?.atau....? saran anda?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@p zaenal, p amin, p kholiq, p dadang, p sutrisno,p agus, p effendi, p sadputra, frans..terimakasih masukannya, dan pendapat yg membangun&#8230;yg perlu kita fikirkan, karena kita bhineka tunggal ika, adakah budaya yg bisa di sebut budaya indonesia yg berlaku dari sabang sampai merauke yg kita sepakati bersama dan kita laksanakan seragam diseluruh indonesia utk nilai2 tertentu..?<br />
selain juga  tidak menghilangkan budaya lokal..?&#8230;<br />
mugkin 5 karakter nasional yg seragam diseluruh indonesia , yg tidak memandang suku, agama, warnakulit, misalnya..atau bgmn indonesia 10 thn yad dr segi karakter yg khas indonesia..?.atau&#8230;.? saran anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh M. Al'  Amin</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-287</link>
		<dc:creator>M. Al'  Amin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:46:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-287</guid>
		<description>hebat budaya di jepang,salam kenal,bagus isinya.trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hebat budaya di jepang,salam kenal,bagus isinya.trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman  perjalanan dan pengamatan budaya/attitude rakyat jepang oleh acub zaenal</title>
		<link>http://gatothp2000.wordpress.com/2008/06/28/pengalaman-perjalanan-dan-pengamatan-budayaattitude-rakyat-jepang/#comment-286</link>
		<dc:creator>acub zaenal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 18:02:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gatothp2000.wordpress.com/?p=17#comment-286</guid>
		<description>Yth Bapak GHP,


Nyuwun ngapunten mbok menawi mboten sepakat kalih pendapat Bapak.
Cuma penasaran saja, seandainya yang terjadi adalah sebaliknya. Misal seandainya coklat mestinya 4 dolar, tapi dibayar cuma 3 dolar.
Kiranya demikianlah yang terjadi pada sebagian besar PNS, termasuk saya sendiri. Bahkan ada yg lebih parah lagi. Namanya rapel ga pernah dirasakan, meskipun kerja honorer puluhan tahun.
Kiranya demikianlah hasil pendidikan yang berorientasi materi. Yg penting nilai bagus atau duit banyak...

Bersama Pak Bag, kita pernah diskusi bersama, seandainya ada pendidikan budi pekerti yang berbasis exkul. So, siswa tidak perlu kuatir dengan nilai lulus/tidak seperti standard UAN, terutama bidang studi agama (yg kadang implementasinya lebih parah dari tidak beragama).

Materinya diharapkan adalah aspek-aspek universal atau di Jerman lazim disebut Gemeinschaftskunde, dimana di Elektronikschule Tettnang dikemas dalam bidang studi Betriebliche Kommunikation.

Mahasiswanya makin mawas setelah bisa melaksanakan TA di VEDC Malang dan sebaliknya. 
Matanya terbuka, bahwa dunia itu bermacam sistemnya. Tidak semuanya perfekt.
Dan demikianlah hebatnya orang Indonesia. Dalam kondisi susah pun masih ada senyum, meskipun sedikit memaki : "jaaaangkriiiik...."
Namun sayangnya, mahasiswa kita kali ini mungkin yg terakhir, karena isunya tahun depan tidak ada lagi program BU. Kitapun pusing memikirkan solusi yg tepat....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth Bapak GHP,</p>
<p>Nyuwun ngapunten mbok menawi mboten sepakat kalih pendapat Bapak.<br />
Cuma penasaran saja, seandainya yang terjadi adalah sebaliknya. Misal seandainya coklat mestinya 4 dolar, tapi dibayar cuma 3 dolar.<br />
Kiranya demikianlah yang terjadi pada sebagian besar PNS, termasuk saya sendiri. Bahkan ada yg lebih parah lagi. Namanya rapel ga pernah dirasakan, meskipun kerja honorer puluhan tahun.<br />
Kiranya demikianlah hasil pendidikan yang berorientasi materi. Yg penting nilai bagus atau duit banyak&#8230;</p>
<p>Bersama Pak Bag, kita pernah diskusi bersama, seandainya ada pendidikan budi pekerti yang berbasis exkul. So, siswa tidak perlu kuatir dengan nilai lulus/tidak seperti standard UAN, terutama bidang studi agama (yg kadang implementasinya lebih parah dari tidak beragama).</p>
<p>Materinya diharapkan adalah aspek-aspek universal atau di Jerman lazim disebut Gemeinschaftskunde, dimana di Elektronikschule Tettnang dikemas dalam bidang studi Betriebliche Kommunikation.</p>
<p>Mahasiswanya makin mawas setelah bisa melaksanakan TA di VEDC Malang dan sebaliknya.<br />
Matanya terbuka, bahwa dunia itu bermacam sistemnya. Tidak semuanya perfekt.<br />
Dan demikianlah hebatnya orang Indonesia. Dalam kondisi susah pun masih ada senyum, meskipun sedikit memaki : &#8220;jaaaangkriiiik&#8230;.&#8221;<br />
Namun sayangnya, mahasiswa kita kali ini mungkin yg terakhir, karena isunya tahun depan tidak ada lagi program BU. Kitapun pusing memikirkan solusi yg tepat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
