gerakan 1 juta mahasiswa,training, guru baru

dear all, kita punya 2 juta lulusan slta setiap thun , tapi hanya 500 ribuan yg bisa meneruskan ke pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi, masalah terjadi karena tempat kurang, jurusan tidak relevan, lapangan kerja kurang, kemmpuan membiayai pendidikan terbaras, dana dari pemerintah kurang dll.

kita tidak boleh menyerah dengan kondisi ini, sharing salah satu usaha, mengembangan pendidikan jarak jauh salah satu solusi nya…kontrol kwalitas perlu di fikirkan…tetapi merubah dan mendorong 1 juta lulusan slta masuk dalam sistem pendidikan tinggi adalah satu tantangan.. bagi anda2 yg sdah lulus dan mengenyam pendidkan tinggi dan mendpatkan peluang kerja lebih baik…tolong sarankan apa yg perlu kita lakukan bersama……. kita ingin punya anak2 yg siap bersaing global dan kompetensi internasional…. JENI salah satu alat utk pembelajaran di masa ini dan yad…dan hanya salah kompetensi yg di rancang utk kebutuhan induistri serta pemakai saat ini….bgmn kita bisa mencapai 1 juta mhs baru yg masuk dlm sistem setiap tahun…baik sbg programmer, pariwisata, maupun bidang2 baru yg punya prospek baik di masa yad… masalah dosen, tutor peserta adalah hal yg harus di fikirkan bersama dan mari kita mulai bersama…terutama bagaimana menambah jumlah mahasiswa baru trtm di politeknik sampai 1 juta, guru yang ada di upgrade sampai 1 juta dan 100.000 guru melalui pendidikan jarak jauh…..

persaingan makin ketat..kita harus menyiapkan anak2 muda utk menjadi warga dunia melalui pendidikan tinggi…ayo kitaq garap bersama dalam 3 – 5 thn yad bisa menolong adik2/anak2 kita masuk perguruan tinggi dan hidjrah dari tempat kelahirannya…utk mencari kehidupan yg lebih baik lagi…

sesorang akan termotivassi bekerja keras bila jauh dari tempat kelahirannya atau dari tempat ybs sekolah slta…saran?

selain tkj, kita sedang menyiapkan utk jurusan game tech, perencanaan, akuntansi, kimia industri, wirausaha,  kulturjaringan, ulatsutra, serta pembibitan ikan

Iklan

55 Tanggapan

  1. testing komentar

  2. Betul pak, kita tdk boleh menyerah dengan kondisi saat ini, Karena dengan mengenyam pendidikan yg baik harapan untuk memperbaiki taraf hidup lebih terbuka. Bila perlu program PJJ yang digulirkan tidak hanya menyangkut IT saja seperti yang sudah berjalan (d3 dapodik), bisa program lain seprti mesin, las, otomotif, pertanian, perikanan dan yg lain. Bagaimana pak kalau program PJJ melibatkan SMK sebagai Provider, tentunya dengan bimbingan PT (mengikuti pola UT). Karena melihat kondisi d3 dapodik ternyata provider “tidak care” dengan mahsiswa. sehingga masalah kualitas diibaratkan “jauh panggang dari api”. Provider hanya asal2an melakukan perkuliahan d3, ini terjadi di tempat kami pak (kab. Tegal) dan berdasarkan informasi dari rekan2 koordinator ict yg lain juga tidak jauh beda. Rata2 provider hanya mempermasalahkan dana operasinal yg minim. D3 banyak mempengantogi sertifikat, tapi masih sebatas lembaran kertas, Kalaupun ada D3 yaang bagus namun jumlahnya tidak banyak.

  3. Dear Pak Gatot,
    Pendidikan jarak jauh adalah salah satu jalan keluarnya, namun khusus untuk asesmen pendidikan vokasional harus menyesuaikan dengan rambu rambu global. Jaringan tempat magang internasional harus dikembangkan, namun kendala utama dalam hal ini adalah pada umumnya dari pengalaman magang diluar negeri mentalitas belum memenuhi persyaratan industri, sehingga walaupun permintaan sangat tinggi, namun seleksi untuk ini selalu kami laukan sendiri. Inipun masih ada yang belum memenuhi persyaratan. Hingga saat ini; Dari tahun 1996 sampai tahun 2000 adalah tahun yang membanggakan, namun sejak 2002 yang lalu mentalitas sangat menurun dan terendah tidahun 2007 sampai 60%. Hanya 10% dari angkatan pernah magang yang dapat bersaing dan mendapatkan posisi dan penghasilan yang yang sangat baik.
    Pendidikan jarak jauh harus disinergikan dengan pemagangan langsung dan sebaiknya ada pertemuan secara periodik dengan pengarahan psygolog, karena sebagian besar generasi muda kita sudah banyak terkontaminasi sejak pendidikan dasarnya dan pengaruh dari kemasan media elektronik serta pola hidup mewah yang semu.
    Kecemerlangan anak Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan warga dunia yang lain, tetapi dalam perkembangan pertumbuhannya menuju pemuda ada kontaminasi secara sistematik yang sengaja ataupun tidak disengaja karena keadaan maka mentalitasnya menurun, daya juang yang melemah. Pendekatan secara psygologis dan membeberkan yang sebenarnya tanpa mengiming iming dengan pangkat dan gelar kesarjanaan mutu pemuda/i Indonesia yang baru ini akan dapat terwujud dalam kurun waktu 5 sampai 6 tahun kedepan.
    Keterbukaan dan percepatan dunia maya akan sangat membantu percepatan ini.
    Kebangkitan Nasional II …………….
    Selamat Berkarya Pak Gatot!!!!!!!

  4. Wah … artinya banyak pe-er buat saya lagi kan pak? Hik hik hik. Ya sudah. Kita jalani saja.

  5. Duh.. saya tiba2 baca ini jadi inget S2 game technology..:-) gimana kabarnya itu Pak?

  6. Ide Bapak sangat bagus.
    Mudah-mudahan banyak rekan-rekan generasi mudah yang akan menjadi partisipan dalam gerakan 1 juta mahasiswa.
    Mau sekedar bertanya Pak, apakah ada juga Beasiswa untuk pendidikan Profesi Akuntansi atau S2 akuntansi untuk mahasiswa lulusan S1 akuntansi di Sulut?
    Terima kasih…

  7. khusus untuk guru, saya setuju upgrade guru TI (terutama), sama yang dari Tegal, libatkan secara utuh SMK, karena akan dapat memliki arti jika dibanding dengan provider d3 tkj saat ini, jauh dari kebutuhan bagi seorang mahasiswa. lihat saja dari segi peralatan yg dimiliki provider saat ini , jauh sekali dengan punyaknya smk. konsepnya smk tempat perkuliahan saja, tetap ada provider PT besar dan ternama ditiap provinsi. kuliah kan visa pake vicon, dan sesekali mendatangkan dosen
    selamat berkarya

  8. Saya tidak pandai merangkai kata menjadi kalimat yang menghasilkan paragraf nan bagus…
    Intinya, saya siap mendukung program ini….

  9. Setuju Pak,
    Apalagi untuk SMK, yang utama dan wajib adalah guru-gurunya harus banyak magang di dunia usaha/industri. Oleh du/di harus diperlakukan sebagai pekerja penuh (jangan dianggap guru), sehingga pada saat kembali ke skul tahu kondisi riil di lapangan kerja., kemudian mempersiapkan siswanya agar saat lulus tdk jadi ngganggur. Jadi bukan hanya teoritis, sesuai kurikulum, tapi harus sesuai dengan kebutuhan du/di. Atau dulu istilahnya “LINK and MATCH”

  10. wah…pak gatot dah mulai dengan wordpress, sep lah…, saya rasa..kalau kita semua mampu bersinergi dengan baik dan dengan komando yang baik…insyal allh….ini semu aterwujud pak.

  11. Dear Pak Gatot
    Sebenarnya kalo masalah sekolah jarak jauh bagus pak, cuman masalah yang harus di perhatikan yaitu kualitasnya, jangan cuma asal dilaksanakan saja. Saya mengambil contoh di daerah saya, dimana salah satu perguruan tinggi melaksanakan sekolah jarak jauh, akan tetapi kalau di lihat kualitasnya, yahhhh gitulah dibawah standar. Dosen-dosen yang ngajar itu asal datang aja, cuman beri tugas trus pergi melanjutkan tugas lainnya.Kemudian tugas untuk mahasiswa dikumpul minggu depan.
    Olehnya itu perlu adanya re-konstruksi/verivikasi ulang atas program tersebut sehingga hasil dari sekolah jarak jauh lebih baik dari sekarang.
    Buat apa kuantitas yang ingin dicapai tercapai kalu kualitas dibawah standar?

  12. Saya setuju, pak. Saya setuju dengan konsep belajar jarak jauh, yang bisa dikembangkan untuk mengurangi masalah diatas. Kebetulan skripsi saya tentang e-learning, yang sedikit banyak saya sudah terapkan di tempat kerja saya. dan mendapat respon yang baik…

  13. 1 Juga Mahasiswa, Training, Guru
    Yth. Pak Gatot HP, sepertinya saya pernah menanggapi tulisan ini, namun sebelumnya harus kita siapkan SDM-nya dulu serta sarana dan prasaran. Banyak bidang yang apabila kita kelola dalam pendidikan yg sifatnya kejuruan benar2 kejuruan atau training. Kita tidak usah muluk2, lihat saja lahan pertanian kita, dia menanti uluran tangan kita untuk gigarap, tanya dengan pak Khalid, di Sulawesi lahan sangat luas, Kalimantan, Irian, Maluku. Kita dapat memberdayakan alam kita asal setiap pendidik tidak mencekoki muridnya “PNS” tapi wiraswasta. Tidak hanya pertanian kelauatan dengan segala ragam hayati akan membuat bangsa ini makmur tanpa mengekploitasi tambang emas, batu bara, minyak dan lain.
    Tolong sampaikan kepada menteri, kita harus mampu untuk memperdayakan pertanian dan kelautan. Bapak bisa survey ke bantul yg dulunya tandus ditepi laut dapat ditanami padi rojolele, saya dapat menghubungkan bapak dengan Pak Wowok yang mengembangkan agro multi kultura. Dan saya sampaikan kepada beliu bahwa sektor kelautan perlu digarap juga. Kita bisa kok membuat petani berdasi dan bermersi, kita kebalikan kekekayaan alam kita. rialitis saja, kita harus berhasil mendidik anak anak bangsa untuk tidak malu pegang cangkul dan jala, yg dipadukan dengan tekonologi moderen tapi tanpa merusak ekosistem. Karena kalau teknologi IT dan Mekanik otomotif kita paling sebagai pengguna serta mantance saja, untuk menciptakan cukup berat. Lha wong membuat program setara ms office saja gak bisa. Ya lebih baik kembali kekuatan alam kita. kita bisa makmur kok. Ok semoga gayung bersambut dengan pemikiran yang sederhana ini.

    arman puspa

  14. @Arman, p arman, terimakasih masukannya, trtm yg di selatan jawa saya ingin mampir satu saat utk melihat perkembangan di sana…di bantul selatan memang pernah kita buat sekolah kelautan…potensi laut selatan luar biasa…asal kita tahu bgmn mensinergikan nya..

  15. Selamat nge-blog pak! Kami tunggu ide-ide segar dari bapak!

  16. Ma’af pak.., sebelum itu dilaksanakan.. menurut saya.. benahi dulu keyakinan pada agama masiing-masing.. karena sekarang itu dari pengamatan saya.. ini pokok permasalahannya..
    Banyak dari kita kalau ada pelatihan.., training dll nanya berapa akomodasi yang saya dapat.. Bukan ilmi apa yg saya dapat dan nanti dengan ilmu tersebut apa yang bisa saya beri…?
    Saya pernah mengadakan pelatihan TI bagi Guru SMP selama 3 hari dengan biaya dari PMPTK, waktu pelatihan dapat akomodasi dll. Dan sepakat akan ada follow up dan waktu sudah ditetapkan.., ternyata pas hari H follow up tidak ada yang datang satupun…, bahkan yang bertanya lewat telpon pun tdk ada.,

    Tapi jika keyakinanan dan paradigma (niat) nya di balik.., bahwa dengan ikut pelatihan ada nilai lebih dan pahala lebih.. dan punya tabungan di akhirat.. maka akan semangat meskipun harus korban tenaga, waktu dan biaya..

    Bahkan waktu di milis dulu kalo tidak salah.., para mahasiswa TKJ (Dapodik) rame-rame mempertanyakan apa bisa jadi PNS…? dan dilapangan saya temui.., ada yang sdh semester akhri..,katanya masih bingung … alias tidak bisa mengikuti karena dulu beliau dikirim karena dari pada tidak ada orang…

    sekian..,

  17. salam kenal dari saya pak.. terimakasih atas blognya.
    baru tapi sunguh produktif. buktinya langsung mendapat tanggapan positif, terus berkarya
    salam dari : http://www.satyasembiring.co.cc

  18. Saya sependapat dengan Pak Budi… Jalani saja.

  19. Ide Mas bagus! Pantas blognya top list hari ini!
    Saya juga sedang persiapan untuk Ujian Nasional SMA, mohon doanya semoga saya lulus…
    Silakan Mas kunjungi blog saya yang masih bau kencur dan sederhana di http://www.ebiotusif979.wordpress.com!
    Mungkin Mas bisa membantu saya merawat blog saya!
    Terima kasih….

  20. mantap pak,

    usul saya, tolong yg sudah mendapatkan beasiswa diberdayakan pak. sayang sekali, kalo mereka temen2 terutama yg angkatan pertama dari kampus masing-masing dibiarkan tanpa ikatan.

    salamhangat sekalian promosi:
    http://pemburubeasiswa.wordpress.com
    http://rijal28.wordpress.com

    dari BelandaYgDingin

  21. iya , saya setuju pak . tapi kapan ya program ini diluncurkan ? siap jadi relawan nich
    karena sama dengan tulisan saya yang ini
    silahkan mampir
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/22/cuma-ingin-jadi-inspirasi/

  22. Sedikit berbagi pengalaman Pak,
    sekarang ini di kampus saya (FH Unpad) sangat terasa jumlah mahasiswa untuk satu angkatan terlalu banyak. Hal ini tidak diimbangi dengan jumlah kelas yang dibuka untuk satu mata kuliah. Sehingga sering kali satu kelas jumlah mahasiswanya 150 orang bahkan lebih, hal ini sangat disayangkan karena mahasiswa tidak dapat berkonsentrasi selama perkuliahan.

    O_O” Salam,
    Aprilia G

  23. @semuanya, terimakasih atas komentar dan saran2 nya….proses pjj sedang berjalan, perbaikan sedang kita lakukan terus menerus…sistem sedang kita perbaiki lagi…
    sekali lagi terimakasih.. ya…

  24. Hati2 lho… para blogger itu sebenarnya orang-orang yg berlebih seperti katanya di sini

  25. Assalamualaikum..

    Sekedar berbagi informasi sehubungan dengan email di milist pak. untuk kalsel banyak ke arah pertambangan dan perkebunan pak . Dan saat ini memang untuk jurusan tersebut, khususnya pertambangan masih belom ada di kalimantan selatan, padahal sangat banyak tenaga yang dibuthkan oleh perusahaan tersebut, diantarantaranya batu Bara, Bijih Besi, Kelapa Sawit dan semen. ideal jika pjj atau d3tkj diarahkan ke pertambangan. Demikian informasi yang semoga membantu untuk kemaslahatan umat.

    Terima Kasih

  26. Dear Pak Gatot
    Artikelnya bagus
    Pak apa sering ke VEDC Malang ?

    Saya tinggal di Malang, jadi jurnalis TV
    Salam Sukses
    Muhammad Zen

  27. Rencananya ok juga tuh. mudah2an bisa terlaksana ya pak.
    Mudah2an ngeblognya juga terus. 😀

  28. Sepertinya semangat kuliah sambil bekerja/berwirausaha juga harus digalakkan pak. Karena kita butuh orang yang ulet dan tekun, juga semangat tinggi dan pantang menyerah. Mahasiswa yang berhasil kuliah sambil berwirausaha/bekerja akan menjadi manusia yang unggul. karena dia sudah teruji dapat mengerjakan multi tugas dengan kualitas yang bagus. sekalian mohon direkomen Pak… kalau ada kegiatan saya juga mau lho Pak di ajak… he3x

    terima kasih
    Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa
    sukses dan sehat selalu. aamiin.

    Lukito

  29. Ternyata Pak Gatot semangat sekali kalau ngomong soal pendidikan gratis. Ternyata Mardies ini mahasiswa D3 TKJ yang tidak tau diuntung

  30. saya setuju dengan program itu pak, maju terus pantang mundur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa……..

  31. Terkait dengan 1 juta mahasiswa yg ingin dicapai per tahun sangatlah menarik perhatian publik, apalagi dibarengi dengan adanya beasiswa.
    Hal yang perlu untuk dipikirkan juga adalah sedikitnya informasi yang sampai ke daerah-daerah kecamatan dikarenakan lambatnya informasi pendidikan yang masuk ke UPTD dan pejabat daerah (camat dst ke bawah) sehingga peluang-peluang untuk melanjutkan pendidikan selalu didominasi oleh orang-orang yang dekat dengan sumber informasi.
    Masih rendahnya kompetensi untuk menangkap informasi pendidikan secara global di daerah sangat jelas dengan kurangnya orang-orang daerah yang berpartisipasi dalam program-program jardiknas.
    Saya masih berpikir bagaimana memberdayakan mahasiswa D3 TJ/TKJ yang sekarang ada untuk meningkatkan kompetensi penyelenggara pendidikan di daerah menjadi lebih tinggi dari segi perolehan informasi tentang pendidikan dengan memanfaatkan fasilitas-fasiltas komunikasi yang ada, misalnya internet dll.
    Dengan semakin cepatnya informasi masuk ke daerah, maka persaingan untuk melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi akan semakin banyak (walaupun yg diterima mungkin berbanding lurus dgn kuota).
    Kecenderungan yang sekarang ada adalah, para lulusan SMK banyak bersaing untuk memperoleh kursi di perusahaan-perusahaan dan cenderung enggan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, setidaknya setaraf D3.
    Salah satu yang menarik perhatian saya adalah ada daerah yang merekrut siswa-siswa dan pemuda untuk berkiprah di dunia broadcast (swadaya masyarakat yg peduli pendidikan anak daerah) tetapi masih minim informasi ke dunia maya, sehingga perolehan dan penyebaran informasi pendidikan dari dan ke-luar masih tetap rendah…
    Adakah solusinya, pak?

  32. Pak GHP
    Di Papua Barat kita sedang berusaha mendorong agar beberapa Politeknik swasta juga ikut serta menopang program ini khususnya D3TKJ, karena memang kendala utama menggunakan Universitas Plat merah adalah kebijakan dan birokrasi yang berliku-liku, tapi kami tetap berusahan agar univwersitas negeri tetap konsen dan terlibat secara langsung mengentaskan jumlah lulusan yang tidak terserap di perti tersebut, kendala kami memang ada di luasnya wilayah dan minimnya infra struktur pendukung pencapaian PJJ, sementara anak2 kita yang PJJ itu kuliahnya Block Waktu 3 bulan di kampus 1 bulan di lapangan agak berat memang untuk menjalanakan tugas keseharian mereka untuk membantu melakukan update data siswa. btw kita dah punya keinginan untuk itu,

    saat ini kita sedang merintis schoolnet sudah 40 client yang kita pasang dalam menunjang itu pak, tapi kami butuh payung hukum yg kuat untuk menggerakakan PJJ seperti UT yang lebih mereka percaya dibanding PJJ TKJ,

    Sekali lagi kami mendukung banget pak program ini, kami berharap 1 juta itu ada ratusan bahkan ribuan mahasiswa Asal dan Asli Papua yg terlibat

    dari manokwari

  33. saya sangat mendukung itu Pak,, saluT,,,

    semoga bisa terlaksana dengan lancar..

    oh iya saya maw minta ijin cantumkan link ke blognya Pak Gatot di blog saya ya Pak..

    salam sukses selalu, dari Mahasiswa D3 TKJ VEDC Malang..

  34. Saya rasa ini semangat yang luar biasa. Saya sendiri hanya berpendidikan rendah. Jangan sampai bangsa ini memiliki grade pendidikan yang rendah di kemudiah hari.

    salam

  35. @all, terimakasih masukannya….p cecep..anda betul, makin dekat informasi makin cepat siapapun yg tanggap utk menyikapi dan menyiapkan dirinya mengolah serta memanfaatkan informasi tersebut…
    spt yg di ungkapkan p nasir di papua barat…memang masih banyak daerah kita tertinggal…tetapi masih minim infrastruktur….dibandingkan jawa…, ini tantangan kita bersama bagaimana menggabungkan dan memanfaatkan infrastruktur yg ada…sambil menyadarkan para birokrat daerahpentingnya suatu konektivitas antar daerah,pusat dunia dll…agar masarakatnya tidak tertinggal….

    persaingan dunia di mulai dari sdm yg handal…bagaimana kita menyiapkan sdm dimanapun dmn kwalitas nya tidak beda jauh…yg kompetens di bidang bahasa, it dan ilmu yg diperlukan utk memajukan kabupaten tersebut….

    benar kata p budi rahardjo.., ini pr kita bersama di segmen ini….agar ada bayak anak2 kita yg mampu bersaing dlm era yad……
    dukungan semua fihak, provider, mhs d3tkj maupun mhs lainnya…dosen industri dll ..

  36. Dear Pak Gatot,

    Alhamdulilah akhirnya saya bisa kunjungi Blog Bapak.
    Pak… masih ingat saya ? saya Sudarma seorang Pendidik (guru + dosen) yang sedang menempuh pendidikan di ITB melalui program beasisswa unggulan. dulu saya pernah buatkan website utk komunitas D4 Otomasi ITB program beasiswa unggulan. sekitar bulan Januari 2007 Bapak pernah berkunjung ke website ini (http://itboto.100webspace.net , skrg sudah off kena hacker, penggantinya http://otomasi.100webspace.net) dan Bapak meminta saya utk mengajarkan pembuatan website tsb.

    Saya juga masih menyimpan SMS dari bapak tertanggal 16 Mei 2007, dan 6 Juli 2007 waktu itu menanyakan kabar ttg saya. antara percaya dan tidak kalo pejabat sekelas bapak mau SMS dan ngobrol via telpon dengan seorang guru. tentu surprise besar buat saya.

    dari anjuran mengajarkan website dan menanyakan kabar via SMS, memacu saya untuk berkreativitas, yaitu dengan membuat buku tentang “Cara mudah & Cepat membuat website gratis di http://www.100webspace.com dengan AuraCMS”. alhamdulillah awal Februari 2008 buku tersebut terbit dan beredar dengan diterbitkan oleh pihak penerbit Gava Media Jogjakarta.

    Hikmah yang bisa saya ambil adalah bahwa sesungguhnya Pendidik (guru terutama) banyak mempunyai potensi besar dalam berkarya tetapi masih terpendam. perlu adanya dorongan dari luar terutama para pejabat penentu kebijakan untuk tidak bosan2 turun kebawah walaupun hanya menanyakan kabar via SMS seperti yg bapak lakukan. karena ini adalah modal utama saya untuk mengepresikan potensi saya yang terpendam.

    Kesimpulannya : saya mensupport utk Gerakan tsb diatas, tapi dengan syarat pemberian semangat secara langsung sangat dibutuhkan dan tetap dijaga.

    salam

    Sudarma
    mahasiswa D4 otomasi industri ITB program beasiswa unggulan depdiknas
    http://kangdarma.blogspot.com
    email : darma_91@yahoo.com.sg
    HP 0818 090 18 313

  37. yth. pak gatot
    salut dengan ide bapak yang cemerlang ini. pelatihan guru sangat diperlukan bagi guru-guru kita terutama masalah IT. berdasarkan pengalaman kemarin waktu pelatihan jardiknas, ternyata sebagian besar guru (terutama dari SD dan SMP) kurang “ngeh” dengan TI, bahkan yang nota bene berlatar belakang pendidikan TIK. saya yakin dengan upgrade pengetahuan dan keterampilan melalui training akan semakin banyak guru yang bisa memanfaatkan TI sebagai bagian dari tugas kita melaksanakan KBM. jangan sampai guru tertinggal oleh siswanya.

    salam dari kota hujan.

  38. Dear Pak gatot..

    Saya Abd majid (SMK 6 Jakarta) salut dengan terobosan yang bapak lakukan, dimana dengan ide bapak tentang TI sangat relevan untuk bisa mengejar ketertinggalam kita.

    Selama kami berkerja sama dgn bapak, kami sangat terkesan dengan low profle bapak yang bisa membina kami ini, sehingga bisa berkiprah di dunia TI, Banyak yg dapat kami ambil hikmah maupun cara kepemimpinan bapak dalam mengorganisir serta memberikan nasehat untuk kemajuan kita bersama.

    Mudah-mudahan dengan ide yang cemerlang ini bisa di ikuti kita yang ada di tataran pelaksana,.

  39. saya bisa bantu apa yah, pak?

    cuma bisa moto, gambar, desain.

  40. aya hanya mau menyampaikan sedikit refleksi saya mengenai pelaksanaan
    PJJ di daerah kami NTT.
    Bahwa sejak tahun 2006 Depdiknas menjalankan PJJ ini di Kupang, jujur
    saja sudah banyak memberikan sumbangan kemajuan bagi daerah kami,
    terutama bidang IT bagi siswa TKJ. Mengapa saya katakan demikian, ada
    beberapa faktor yang bisa saya uraikan sbb :
    1. Sampai saat ini semakin banyak sekolah-sekolah di Kota Kupang yang
    mulai menunjukkan antusiasnya dalam menampilkan sisi IT di sekolahnya.
    2. Masyarakat (siswa sekolah) menjadi lebih familiar dengan IT
    terutama internet.
    3. Banyaknya program-program IT yang dimunculkan oleh
    Provider/PT/ sekolah kejuruan yang memiliki Program Teknik Komputer
    Jaringan, membuat kebutuhan internet meningkat secara drastis. Dan ini
    dimanfaatkan oleh beberapa ISP Lokal dan Telkom untuk menyebar
    titik-titik Hotspot di Kota Kupang.
    4. Aktifitas mahasiswa di Lab Komputer/internet yang kami rasakan di
    Provider kami, juga semakin meningkat dari hari ke hari.
    5. Semakin mudahnya sharing informasi yang terjadi antara kami di
    provider dengan teman-teman guru di daerah. mengingat NTT adalah
    daerah kepulauan.

    Sebagai provider kami sangat yakin bahwa beberapa tahun kedepan, jarak
    bukan menjadi kendala lagi antara Kupang dengan kabupaten-kabupaten
    lain di NTT yang dipisahkan oleh laut.
    Dan untuk itu kami sangat mengharapkan peran aktif dari depdiknas
    propinsi dan kabupaten untuk selalu mensosialisasikan program2
    depdiknas ke semua wilayah tanpa terkecuali.
    Kepada Pengelola PJJ (pa Gatot dkk), kami ucapkan terima kasih yang
    sebesar-besarnya atas adanya program ini.Ada beberapa usul :
    1. Kurikulum PJJ D3TKJ harus tetap fleksibel agar daerah juga bisa
    menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah.
    2. Adanya program-program kompetisi untuk siswa TKJ agar mereka bisa
    berkompetisi dengan sesama nya di daerah lain.
    3. Tetap mendorong peran aktif Depdiknas Propinsi agar mereka
    senantiasa aktif dalam pelayanan informasi IT di NTT.

    Maju Terus PJJ TKJ
    Terima kasih.

    Folkes E. Laumal
    Pengelolah D3TKJ Politeknik Negeri Kupang
    hp : 085239039962
    email : folkeslm04@yahoo. com
    Web : folkeslaumal. blogspot. com

  41. salam kenal.
    Setuju. Jangan kalah ama pohon pak ( 1 juta pohon). maju terus pak Gathot.

  42. saya kira kita semua setuju apapun program atas nama perluasan akses pendidikan bagi masyarakat. apa yang sdh diprogramkan dijaga konsistensi dan keberlanjutannya termasuk juga dukungan kemudahan dalam hal financialnya.

    berkaca dari program2 hibah dikti, program bagus dgn respon yang juga bagus, namun sayangnya setahun terakhir ini bermasalah dalam hal pencairan dana, sehingga saya melihat adanya miss dalam hal konsistensi dan keberlanjutannya.

    mudah2an program2nya pak Gatot tidak mengalami nasib seperti itu.

  43. Kami Dari Temanggung Siap Mensukseskannya Pak !

  44. Mungkin satu terobosan bagus, hanya kendalanya bagaimana menjaga kualitas lulusannya. Mungkin itu perlu pengkajian mendalam agar tidak terjadi seperti d3 dapodik karena ini yang terjadi mahasiswa dari daerah kami juga mengeluh mengenai proses pembelajaran di provider. Istilah didaerah kami lamu “lalah mulu” jadi hanya omong doang. Habis belajar langsung ujian kaga ada praktek atau pengenalan teknologi seperti apa. Mungkin masih lebih baik dari anak2 smk program keahlian teknologi bagi mahasiswa yang tidak mempunyai basic sama sekalai. Kalau bisa kasih masukkan mungkin harus dipersiapkan dulu sarana atau prasarananya dan kesiapan providernya. Mungkin hanya sebatas membangun komitmen setelah itu tidak diberi landasannya seperti apa agar bangunan itu bisa berdiri kokoh.
    Kalau mengenai program atau jurusan yang diusulkan untuk daerah kami karena terletak diperbatasan dengan philipin dan sebagai daerah kepulauan. Barangkali jurusan perikanan atau teknologi kelautan dan pertanian yang cocok..
    Sekolah kami juga masih kekurangan guru TI dan secarah keseluruhan di daerah kami memang masih sangat minim guru TI. Untuk sekolah kami hanya 2 orang yang mengajar mata diklat produktif TKJ. Sebenarnya kami sudah mengusulkan ke pemda tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Memang sudah ada terobosan jangka panjang dari Mr. Hulman Pasaribu mantan Kepsek untuk menyekolahkan beberapa siswa ke perguruan tinggi VEDC Malang (1 orang), STMIK Manado (1 orang) dan D3 TKJ (1 orang).
    Maaf kalau komentar dan saran saya tidak berkenan.

  45. Salam kenal Pak Gatot,
    Saya Ardian, pengajar di Politeknik Manufaktur Timah. Saya ingin memberi masukan. Mungkin perlu dipertimbangkan perlunya membuat rekan-rekan pengajar ‘melek teknologi’. Seorang guru paling tidak harus bisa membuat blog (untuk pengajaran), atau lebih bagus lagi website.
    Saat ini hosting sudah tidak mahal dan aplikasi pembuat website-pun sudah user-friendly.

    Bisa kita bayangkan, kalau satu guru punya satu blog/website kemudian kita link ke jardiknas…. wah bakal hebat PJJ kita.

  46. P’Gatot YTH,

    Alhamdulillah Bapak sangat peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia. Semoga sukses, saya dukung penuh, menjadikan Indonesia menuju sistem pendidikan yang terbaik dan dilatar belakangi oleh teknologi.

    Oya, saya salah satu siswa Gametech ITB angkatan 1. Terima kasih atas bantuannya kepada kami. Saya menampilkan project tesis kami di blog. Mungkin Bapak bersedia mampir dan memberikan sarannya. Terima kasih.

    Regards,
    Andri
    http://dreesyach.blogspot.com/

  47. Dengan saling memopa semangat, saling sharing, dan saling mendukung program yang bagus ini dapat berjln dgn baik…

  48. Pak Gatot Yth,

    Ide rencana dan gagasan anda tentang Gerakan 1 Juta Mahasiswa/Training/guru baru, sangat membantu akselarasi peningkatan pengetahuan yang pasti dibarengi dengan peningkatan ekonomi, karena seseorang makmur atau sejahtera bila tingkat pendidikan dan skillnya memadai, dengan pendidikan dan skill yang memadai maka dia bisa cenderung dapat kesempatan kerja yang layak, dapat kesempatan kerja berarti menumbuhkan ekonomi yang bagus, ekonomi yang bagus akan mempertangguh kita bangsa Indonesia untuk bersaing di dunia International.

    Saya sendiri mempunyai pendapat, selaim gerakan 1 juta mahasiswa, training, guru baru, bagaimana kalau diadakan lagi GERAKAN MEMAKMURKAN 1 JUTA GURU, kayaknya terlalu muluk-muluk dan sulit dicapai ya??? padahal sebenarnya tidak, gampang kok caranya.

    Kuncinya hanya sedikit menguasai IT dan Internet, kita himpun semua teman-teman yang bisa IT dari berbagai bidang IT, grafis, animasi, pemrograman, dll. Setelah terhimpum, mereka mentraining Guru-Guru yang belum mengenal atau kurang ITnya, hasil dari training tersebut harus bisa melahirkan suatu produk-produk pembelajaran[syukur kalau produk tersebut juga bisa dipakai 2 bahasa, Inggris dan Indonesia] Produk-produk pembelajaran ini bisa berupa cd-cd interaktif atau pembelajaran digital. Setelah produk tersebut jadi, kita siapkan website untuk menampung produk-produk para guru tersebut guna didownload oleh user di Indonesia atau Luar negeri. Dari rating download pembelajaran berbasis ict yang tertinggi, maka si pembuat tadi layak di beri semacam hadiah atau bonus. Sisi lain, produk tersebut bisa di jual langsung melalui website tersebut dan mekanisme pembagiannya bisa diatur sedemikian rupa supaya saling menguntungkan.

    Cara lainya; kebanyakan materi ajar masih manual, ini perlu dibuat versi digitalnya, bahan bakunya diambil dari guru-guru, dan untuk mengemas versi digital atau software bisa kerja sama dengan guru lain yang menguasai IT atau bekerja sama dengan para penerima beasiswa dari PKLN khususnya beasiswa yang berhubungan dengan IT[animasi, game tech, dll] nah para mahasiswa inilah yang mengerjakan, Saya yakin dengan demikian akan terkoordinasi dan produk akan cepat tercipta.

    Salam
    Siswanto

  49. Setuju, karena saya termasuk dalam gerakan 1 juta mahasiswa,training, guru baru ini. dalam program PJJ D3 TKJ Malang Joint Campus.

  50. Pak Gatot, Alhamdulillah seiring dengan apa yang disampaikan oleh Bapak, saya sudah melaksanakannya di Cianjur, saya Mahasiswa D3 TKJ Kab. Cianjur bulan Maret s.d April ini saya akan mengikhlaskan diri saya untuk kemajuan Bangsa, Maret dan April Target saya adalah mengajarkan Internet dan pemahaman IT kepada 10.000 orang Guru dan Pelajar, dan Alhamdulillah Niat Baik saya di Suport oleh PT. Telkom Cianjur..Mohon Doanya Sukses untuk Bapak…Sukses Indonesia d Afta 2010

  51. @all, terimakasih masukannya, kita sedang kompilasi utk perbaikan sistem..utk batch ke 3……

  52. Setuju, tapi setidaknya melihat para peserta yang memang berminat atau memiliki kemauan untuk maju. Setidaknya melihat kommitmen mereka untuk peningkatan sumber daya manusia indonesia yang sekarang lagi down.

  53. Pak GHP yth.

    Bagaimana jika tiap poltek/uni menawarkan diri merekrut lulusan terbaiknya untuk menjadi tenaga pengajar.
    Ya, kira2 seperti prinsip Berufsakademie/D4 gitu lah…

  54. Pak Gatot yang baik,

    Kami dari program D4 Agri-marine bisnis vedca /p4tk pertanian cianjur ‘joint program’ mendukung dan mempersiapkan strategy pelaksanaan untuk tahap pertama 3 kali lipat , kontribusi peningkatan APK poli/pt dan selanjutnya kelipatan eksponensial 3.

    Salam Tks
    anton sugiri vedca cianjur

  55. To : Pak Gatot
    saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak gatot , melalui pemikiran dan kerja keras bapak gatot banyak anak anak kurang mampu dapat menikmati studi yang lebih tinggi melalui beasiswa unggulan D3 TKJ. >>>>>
    Mau tanya pak ! untuk mengisi kekurangan guru TI di SMK-SMK dapat ngk pak lulusan pertama D3 TKJ tranfer S1-TI dengan di bawah naungan jardiknas masih menggunakan beasiswa unggulan jika ternyata nilai IP nya tinggi/baik ? kalau biaya mandiri saya rasa 80 % yang tidak mampu untuk membayar administrasinya , karena 80-100 % mahsiswa D3 dari golongan menengah ke bawah >>>>

    sekian dan terimaksih >>>>>>>>
    Hormat saya ;

    Mahasiswa D3 TKJ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: