sebuah tulisan baru

blog ini aku coba buka dgn khalid, utk mendorong hal2 yg berkaitan dgan segala sesuatu yg berurusan dgn apapun…yg tidak terkait dgn pendidikan…, aku coba buat tulisan ttg hal2 yg aku lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari2…..:

Iklan

23 Tanggapan

  1. Gerakan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sangatlah diharapkan bagi semua lapisan masyarakat. kami di Gunungkidul/DIY akan mencoba membuat satu konsep untuk mengadakan pembelajar/diklat guru secara berantai. hal ini kami lakukan mengingat selama ini untuk instruktur khususnya IT sangatlah terbatas. untuk untuk itu yang menjadi instruktur propinsi wajib mengajarkan kepada instruktur kabupate/kota, begitu juga instuktur kabupaten/kota harus sharing ilmu kemasing-masing perwakitan dari kecamatan.sehingga nantinya pusat kegiatan pembelajaran terfokus di kecamatan. Harapan kami dengan cara ini banyak guru/karyawan yang ikut andil dalam kegiatan di kecamatan karena tidak memerlukan biaya /transport seperti halnya ketika dilaksanakan di tingkat kabupaten. kami yakin dalam setiap kecamatan atau bahkan tingkat desa sudah tersedia lebih dari 10 PC. harapan kami untuk pendanaan sepenuhnya ditanggung oleh PEMDA masing-masing. demikian sharing dari kami.Mohon masukannya apabila ada ide yang lain yang lebih baik demi sharing pengetahuan sampai ketingkat bahwa. Pengalaman ketika diadakan diklat di tingkat Kabupaten/propinsi yang hadir dapat dipastikan orangnya selalu sama.

    demikian sedikit usul barangkali bisa bermanfaat
    terimakasih

    wassalam
    sugeng andono
    SMK 2 Wonosari

  2. walah-walah…kayaknya blog pak gatot tidak akan lepas dari pendidikan nih…padahal sesuai tulisan diatas, tujuan awalnya adalah untuk menulis hal-hal yang tidak berkaitan dengan mendidikan….hehehehe…

    emang susah memisahkan pak gatot dengan pendidikan 😀

    iya lid….soalnya..begitu mikir..ya pendidikan lagi yg keluar ..he..he..

  3. Selamat menulis di blog pak 🙂

  4. Selamat datang di wordpress Pak.
    Semoga bisa jadi ajang komunikasi dua arah yang ‘nyantai’ 🙂

    Salam dari bumi nyiur melambai.

  5. Welcome Home Pak Gatot 🙂

    Salam

  6. Pemikiran dan tindakan sekecil apa pun, yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain, pasti ada saja rintangannya Pak. Hebat Biro PKLN dan tim JARDIKNAS, yang telah berhasil ‘menelorkan’ ICT CENTER (dan ini bukan pemikiran dan tindakan kecil). Ini kerja yang luar biasa Pak, salut untuk Bapak, juga Pak Khalid, dan seluruh Tim JARDIKNAS. Ternyata TUPOKSI jadi ‘virus’ yang menyakitkan. Bersabar saja Pak, hati nurani tak pernah bicara bohong. Hakikatnya ada pengakuan, tapi ‘malu’ mengungkapkan. Tetap semangat Pak, cari ‘jalan lain’ yang tidak dirintangi TUPOKSI. Maaf jika ada yang kurang berkenan.

  7. Duh saya kehilangan bapak nih. Sekarang di SIMOLEC ya? Tapi sepanjang pengalaman saya, dimanapun bapak ditanam disitu pula orang akan menuai hasil yang lebat.
    Selamat bertugas ditempat baru bapak. Saya masih di Ende, sebentar lagi pindah ke surabaya, saya diterima jadi pre-service/in-service training advisor di LAPIS, base camp nya di Sunan Ampel Surabaya. Tapi kabarnya nanti akan tambah 3 perguruan tinggi lagi untuk dilatih dosennya, tepatnya dosen PGMI. Yang akan digarap “inclusive teaching learning” stakeholder capacity building, Profesional Library, faculty and staff capacity building dan teaching practicum. Mohon doanya ya pak.
    Sekali lagi selamat bekrja untuk bapak. Saya takin sebentar lagi akan terdengar ide dan hasil bapak yang spectaculer. SELAMAT

  8. Maju terus pak Gatot untuk memajukan dunia pendidikan. Kiprah pemikiran dan tindakan bapak sangat nyata dalam menggerakkan dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Saya dukung terus program-programnya biar anak bangsa ini bisa maju seperti halnya negeri Jepang dan bangsa-bangsa Barat. Kunjungi juga blog saya pak

  9. Salam hangat dari tepian Sungai Barito..

    Selamat atas peluncuran WebBlog nya Pak, semoga sarana ini dapat menampung smua aspirasi kawan-kawan, terutama curahan ide-ide cemerlang untuk kemajuan pendidikan anak bangsa.

    Menyikapi tentang 2 juta lulusan SLTA yang sebagian besar tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi saya rasa kita dapat membantu mereka memberikan bekal skill (khususnya tamatan SMA/MA) sehingga minimal mereka dapat berwirausaha secara mandiri, terlebih dapat menciptakan lapangan kerja bagi lulusan lainya. Mungkin hal ini dapat kita mulai dari pembentukan lembaga pelatihan khusus yang berbasis di ICT-ICT Kabupaten/Kota yang telah disertifikasi oleh Depdiknas untuk dapat menyelenggarakan pelatihan tersebut. Banyak hal yang dapat kita berikan di ICT pak, mulai dari dasar komputer, perakitan, instalasi, troublesouting, networking dan lain sebagainya. namun hal ini tentunya memerlukan komitmen yang sangat luar biasa kuat baik dari pusat maupun dari daerah, sehingga regulasi yang akan di hasilkan dapat benar-benar membantu dan mendukung terlaksananya program tersebut. Saya yakin kalau Pemda di setiap Kabupaten/ Kota bisa satu visi untuk hal ini dan ICT diberikan kesempatan untuk hal tersebut, maka apa yang bapak inginkan tentu akan dapat terwujud.

    Selain itu saya mendapat Informasi dari kawan-kawan di SMKN 3 Kapuas, mereka bekerja sama dengan perusahaan kelapa sawit yang melakukan investasi disana dan dengan dukungan penuh Pemda setempat, khususnya Sekda Kapuas untuk menyalurkan lulusan SMKN 3 Kapuas jurusan pertanian mereka bekerja di kebun sawit tersebut dengan terlebih dahulu dilakukan pelatihan singkat oleh orang dari perusahaan tersebut. Hal ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa menurut saya untuk mengurangi tenaga pengangguran di daerah tersebut dengan memanfaatkan perusahaan-perusahaan yang ada didaerah mereka dalam menampung lulusan dari sekolahnya.

    Demikian ide dan pemikiran saya semoga dapat bermanfaat. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan pak. Sukses Selalu luar biasa…

  10. @Darmawan, Terima kasih atas masukannya

  11. Welcome to the jungle pak..
    Akhirnya pak GHP tercebur di blogoshphere juga
    Dulu saya iseng-iseng ikut ngeblog di WP karena ‘tersihir’ blog pak Budi Raharjo wkt di ITB (waktu itu saya rada kaget krn pakar IT sekaliber pak Budi mau ngeblog di blog gratisan di WP. waktu itu ada berita2 miring kalo ngeblog apalagi di blog gratisan adalah kerjaan orang norak ;-D)

    tapi saya tersadar ternyata kesederhanaan blog sebenarnya power sangat besar, tak terkecuali jika dimanfatkan bagi pendidikan (saya pernah nulis ttg ini setahun lalu:

    http://mtamim.wordpress.com/2007/06/04/blog-dan-pendidikan/)

    oya terkait dg pendidikan dan ICT, saya sebenarnya lebih condong untuk membangun budaya ICT-nya dulu daripada infrastruktur ICT, karena infrastruktur lambat laun akan lebih murah dan mudah. sementara budaya orang mengembangkan konten misalnya, jauh lebih sulit dari itu. (in my humble opinion..)

    Budaya ICT tentu saja bukan cuma utak atik komputer,jaringan atau programming, tapi juga budaya menulis,budaya berkomunikasi,budaya belajar-mengajar, budaya berbahasa, dsb termasuk budaya “mencari penghasilan”.
    Khusus yg terakhir ini, masyarakat (atau khususnya guru?) mnkgn perlu dikenalkan dengan online earning semisal Google Adsense, supaya selain rajin menulis blog misalnya (artinya berbagi ilmu ke segmen yang yang lebih luas dan sosialisasi pendidikan dg ICT) disamping itu mereka juga mdapat mendapat penghasilan dari situ krn bgmanapun faktor ekonomi merupakan faktor yang cukup penting. (btw, saya mencoba google adsense ini ternyata menarik juga, mudah2an bulan depan udah dikirim cek dari Google heheehe. saya kenal bbrp teman yang malah udah berpengahasilan diatas 1000 dolar per bulan dari nge-blog ini)

    maaf kok jadi ngelantur. maaf kalo kurang berkenan.
    Selamat ngeblog pak. saya tidak ragu untuk suatu saat menyebut pak gatot menjadi “Bapak Blog Pendidikan Indonesia.. ” 😉
    hehehe

    welcome to blogoshphere…

  12. welcome pak gatot

    kerang hijau tepian jakarta
    rasanya sedap bila tanpa mercuri
    hidup kan hijau dengan kata kata
    ide senantiasa hidup meski badan telah mati .

    kata kata yang hanya bermain di dada
    sekedar mimpi disimpan di hati
    kata kata berlaga di blog kita
    insha Allah kenyataan menanti

    wassalam

  13. Salam pak Gatot.

    Saya mendukung pemikiran Bapak, untuk mengentaskan tamatan slta sehingga mampu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Dan yang masih dibutuhkan adalah bidang TI.
    Tapi bagaimana dengan manajemen pendidikan di negara kita, yang masih tumpang tindih pembiayannya.
    Saat ini ada BOS di SD SMP, ternyata biaya sekolah lebih tinggi. Buku-2 dan LKS juga dibeli, saya berfikir kemana uang yg dari pemerintah(BOS) itu????
    Kenapa kita tidak bisa efisien????
    Seharusnya pemerintah harus mau menerapkan akuntansi dengan benar untuk semua kalangan, baik di pengusaha maupun pemerintah sendiri. Sehingga tidak ada transaksi yang dobel, atau kuitansi dobel.
    Sebab kejadian yg pernah saya dan anak saya lihat, kuitansi pembelian suatu barang, di tokonya lebih rendah atau harga yg wajar, tetapi kuitansi SPJ lebih tinggi. Hal ini, jika bisa dihilangkan tentu anggaran pemerintah akan bisa dihemat. Dan bisa untuk biaya anak2 kita yg putus sekolah atau yg tidak bisa melanjutkan.
    Pengawasan mengenai transaksi dobel, sebenarnya tdk terlalu rumit, yg berlaku saat ini kalau ada temuan penyelewengan, paling2 auditor cukup dikasih amplop dgn beberapa lembar Rp. selesai. Coba kalau kita ubah, auditor yang menemukan penyelewengan diberikan bonus 5x hasil temuannya, dan yang melakukan pelanggaran didenda 10x. Maka uang negara bisa dihemat 6x nilai pelanggaran.

    Saya mengusulkan semua produk undang-undang di negara kita, sebaiknya mengacu kepada uu tentang perpajakan, artinya disitu ada batas waktu limitnya, ada sanksi bagi wajib pajak (masyarakat) dan aparat pajak, sehingga kita yang PNS dalam ngurus naik pangkat atau urusan kepegawaian lain pun tidak repot/dipersulit.
    Selamat berjuang untuk pendidikan kita.

  14. hohoho…akhirnya nge-blog juga yo pak. kalo bisa “ngomporin” juga pak bos fasli pak. biar beliaunya juga kena syndrom nge-blog. **peace**

  15. @p ali dkk, tks masukannya, justru kontrol masarakat yg harus pelan2 bisa di terapkan pada birokrasi yg mengurusi negara ini, mulai dari sekolah dan aparat2 nya…bos di berikan utk menolong ortu agar ringan bebannya utk menyekolahkan anaknya…nisn.diknas.go.id…dikembangkan utk masarakat juga mengontrol sekolah siapa saja yg sekolah disana….
    sehingga dana bos tidak di gelembungkan..oleh sistem sekolah..dan sekarang dengan komite sekolah dana sekolah bisa di dorong utk transparant……memang perlu waktu dan perbaikan sistem…
    demokrasi dan pendidikan perlu waktu mendewasakan masarakat kita……ini tantangan kita bersama…..

  16. SELAMAT Pak Gatot untuk blog-nya.

    Saya masukan ke dalam daftar blog saya yah di michael.sunggiardi.com

    Michael

  17. @mike, silahkan saja..gmn komodo kita bisa kita kembangkan bersama utk daerah terpencil?

  18. Mestinya sih memang Komodo dirancang untuk murah-meriah, hanya saja sekarang masih belum ada kesempatan.

    Michael

  19. […] Waktu baca tulisannya mas Khalid itu, tertarik pingin liat blognya pak Gatot disini. Tapi karena saya masih belajar ngeblog, maka ga akan komen tentang blognya. Kalau tulisannya dibaca sendiri aja ya. Yang pasti sejak awal sudah diumumkan fungsi dan guna blog beliau disini. […]

  20. Well,

    Saya hanya mengenal dekat Beliau di Cisco Konferenz 2001. Saat2 puasa, dimana sebagian teman2 memilih menjadi musafir, Beliau tetap tekun beribadah.

    Haqul Yakin, pendidikan juga ibadah. Jadi selamat beribadah Pak GHP…

  21. sukses buat pak gatot atas pemikiran yg visioner bidang TI. salam untuk semua

  22. selamat datang didunia blog pak

  23. sukses buat Pak Gatot..

    teknologi dan pendidikan sepertinya seperti sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan lagi ya.. tapi semoga negara ini tidak lupa terhadap pendidikan hakiki mengenai moralitas. dengan moral yang baik, akan tercipta manusia2 yang sadar hukum, toleran, dan berprikemanusiaan. karena memanfaatkan teknologi kalau tidak ada kontrol dari diri sendiri, akan payah jadinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: