menolong 1 juta anak/guru/teman menjadi lebih baik

dear all, kehidupan memang bervariasi, dan setiap orang mempunyai jlannya masing2 sesuai dgn usahanya, tetapi kita bisa lihat perubahan strata sosial terjadi , karena pengaruh pendidikan yg vertikal; makin tinggi pendidikan sesorang, atau anak2 kita, akan mempunyai peluang baik yg lebih besar dalam menjalani kehidupannya di masarakat.

setiap orang tua mempunyai harapan dan usaha utk menyekolahkan anak2nya setinggi mungkin, agar anak tersebut lebih baik kehidupannya daripada orang tuanya, atau bisa menapaki kehidupan yad dgn baik. peluang tidak cukup banyak di institusi pendidikan utk menerima semua semua anak2 sltp, maupun slta utk belajar ketingkat lebih tinggi, dgn bbrp alasan, al kemapuan membiayai, tempat yg kurang, semangat belajar yg sdh hilang dlsb.

apakah kita akan tetap membiarkan anak2 kita tidak dapat peluang utk menjadi lebih baik lagi kehidupan- nya?..kami harap selama kita masih di beri hidup dan karunia oleh Allah, mari kita bersama menolong siapapun di sekeliling kita utk mendapatkan pendidikan yg lebih baik, lebih tinggi daripada sebelumnya, agar mereka mendapatkan peluang sama seperti yg pernah kita peroleh dan nikmati selama ini.

sekecil apapun tindakan kita, akan menolong seseorang/sekelompok utk mendapatkan peluang pendidikan/training yg baru dan lebih tinggi, sehingga ybs terbuka cakarawala baru nya, dan bisa melihat peluang2 baru yg bisa dikejar, dikerjakan dan di capai.

memang tidak mudah melawan diri sendiri , dan memulai utk menolong orang lain,;setelah anda baca tulisan ini, marilah kita bersama2 di manapun anda berada, utk mulai memikirkan dan bertindak utk menolong siapapun disekeliling kita utk masuk dalam sistem training/pendidikan yg kita ketahui dan jangkau. agar mereka mempunyai peluang mengarungi kehidupan ini menjadi lebih baik.

persaingan dunia , di tentukan seberapa banyak orang pandai dalam suatu negara, sehingga neara tersebut bisa bertahan, serta memproduksi sesuatu yg diperlukan oleh negara lain. kemakmuran suatu kecenderungan di tompang oleh banyaknya orang pandai di negara tersebut.

mari kita lihat negara2 yg selalu perang, miskin , maupun di jajah oleh negara lain, hal ini di sebabkan karena terlalu sedikitnya orang yg mengerti apa yg sedang terjadi di negara nya, karena tingkat pendidikan rata2 masih terlalu rendah.

saya berharap indonesia tidak mengalami seperti apa yg terjadi di afrika, afganistan dan tempat lain yg selalu tidak tenang, karena perang saudara , karena mudah di adu domba, karena alamnya di eksploitasi habis2n oleh sekelompok orang maupun negara..

melalui pendidikan hal ini bisa dikurangi atau di hindari, dalam arti kata, mari kita didik anak2 / siapapun disekeliling kita utk dapat mengenyam pendidikan yg bermutu dengan biaya yg terjangkau.

selain itu mari kita yakinkan siapapun utk selalu belajar terus menerus , agar cakarawalanya makin terbuka dan peluang nya makin baik dlam menapaki kehidupan ini. saya melihat banyak kesedikan orang tua yg tidak mampu menyekolahkan anak2nya masuk slta, universitas/politeknik karena keterbatasan yang ada di sekitar mereka tinggal.

pendidikan jarak jauh salah satu cara memberi kesempatan siapapun utk menjadi lebih baik, melalui anda…tolong usulkan, dorong, biayai atau apapun usaha anda utk menolong mereka masuk sistem tersebut.

usulkan melalui milis atau tulislah komentar anda, daerah mana saja yg perlu kita bantu bersama, mari kita cari bersama solusinya, bantulah kami mencapai dan menyekolah kan/mendidik/mentraining lebih tinggi lagi 1 juta anak2/guru di sekeliling kita, selama kita masih di beri kesempatan menolong. mohon maaf kalau tulisan tidak berkenan di hati anda.

terimakasih.

Iklan

11 Tanggapan

  1. Saya berasal dari kota Malang Jawa Timur dan saat sedang mengikuti program PJJ D3TKJ di Malang Joint Campus. Saya merasa sebagai salah satu dari sekian banyak anak yang tertolong dengan program ini, sebelum mengikuti program ini saya adalah seorang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tapi biaya pendidikan tinggi sangat mahal dan tidak terjangkau, dengan adanya program PJJ dan Beasiswa akhirnya saya bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Saya sangat berharap sekali ada pendidikan tinggi yang terjangkau oleh anak-anak seperti saya ini untuk program D3/S1/S2. Kami Mohon Bantuan Kepada Bapak.
    Terimakasih.

  2. Quote :
    “..setiap orang mempunyai jlannya masing2 sesuai dgn usahanya..” saya tambah : dan pilihannya. Saya masih terngiang dengan pesan Mbah Albus Dumbledore kepada Si Harry Potter di Harry Potter and The Chamber of Secrets, “It is not our abilities that show what we truly are. It is our choices”

    Yang menentukan jati diri kita sebenarnya bukanlah kemampuan kita, melainkan pilihan-pilihan yang kita buat. Di saat orang-orang seperti Bapak berusaha keras mencari solusi untuk membantu sesama agar dapat mengenyam pendidikan sebaik-baiknya, masih ada banyak orang di luar sana yang lebih memilih tenggelam dalam hedonisme, keduniawian yang individualistis. Bahkan ada salah satu kasus yang tampak sederhana, seorang bapak rela anaknya putus sekolah dengan alasan kurang biaya, padahal hanya demi asap rokok yang terus mengepul, biaya yang dikeluarkannya untuk membeli rokok masih jauh lebih murah dari biaya pendidikan anaknya.

    Upaya untuk mengatasi kesenjangan taraf pendidikan melalui pendidikan jarak jauh (PJJ) mungkin masih belum mudah dicerna oleh masyarakat, apalagi jika penyelenggara belum siap dengan pola ini. Kelemahan yang lain adalah kurangnya budaya cooperative learning dan kemandirian dari mahasiswa, mengingat kunci keberhasilan PJJ adalah pengembangan materi jauh melebihi yang diterimanya di perkuliahan. Namun saya yakin, lambat laun saat mahasiswa hasil produk PJJ mampu menunjukkan daya saingnya atas mahasiswa reguler, model PJJ untuk berbagai disiplin ilmu akan semakin diakui dan diminati masyarakat. Semuanya kembali pada pilihan si mahasiswa PJJ : mau menyerah pada keadaan dan mencerca kelemahan sistem, atau mencari jalan keluar dengan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelompok, apalagi saat sudah ada koneksi internet yang tersedia.
    Salam.. maaf jika agak ngelantur…

  3. ralat…
    “…jauh lebih mahal dari biaya pendidikan anaknya.”

  4. Yth Pak GHP,

    Yg kelihatannya pasti perlu dibantu adalah daerah IBT.

    Proyek Workstation VEDC yg selama ini berjalan, selain perlu diperbanyak mungkin perlu dikembangkan lebih lanjut, agar tidak cuma menjadi obyek jalan2 bagi pengajar n manajernya (kita ikut senang jika mereka makmur, tapi sedih saat melihat kenyataan, bahwa targetnya melenceng dari tujuan mulia). Melainkan perlu diberikan tolok ukur sampai menjadi VEDC-VEDC baru di daerah, sesuai dengan kebutuhan daerah. Contoh sederhana, kawasan Maluku dan Sulawesi sudah pasti membutuhkan bidang perikanan dan perkapalan. Namun tidak menutup kemungkinan jurusan lain yg mendukung.

    Dengan adanya VEDC-VEDC baru di daerah, maka program Less-Favoured (LF) seperti yg pernah diciptakan Swisscontact dulu, bisa diterapkan disana.
    Di sisi lain, SMK yg bermutu dan “bergizi” pasti dapat pula membuka program LF tsb.

    Paradigma pembelajaran VEDC-VEDC baru tsb juga kiranya perlu diubah. Berkaca kepada Akademie fuer Lehrerfortbildung Esslingen, mereka sebenarnya cenderung sebagai hotel. Widyaiswaranya sangat sedikit, tetapi kompetensinya tinggi. Mereka ini yg nanti bekerja bersama dengan koordinator training, misal CCNA dipegang oleh Elektronikschule Tettnang. Betriebswirtschaftslehre dipegang oleh sekolah lain lagi. Demikian juga dengan mechanik/pengerjaan logam, Kraftfahrzeug, Schreinerei, etc.
    Negara jadi tidak rugi menggaji mahal, karena sebanding dengan kompetensi dan hasilgunanya…

    Kami pernah membuat proposal untuk terbentuknya kerjasama dengan Akademie di Esslingen. Konon direkturnya, Hanspeter Buggermann juga pernah datang ke senayan, tapi follow-up nya apa kita tidak pernah tahu…

    Mohon maaf, tampaknya kebiasaan kita belum berubah. Banyak yg masih suka “rog-rog asem…”

  5. yth Bapak Gatot
    Pak, saya salah 1 mahasiswa jardiknas.
    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih atas program yg bapak cetuskan(jardiknas)

    Pak, saya ingin bertanya, knapa bapak migrasi dari Biro PKLN ke seamolec?

    jika bapak ada waktu tolong ditanggapi
    terimakasih sebelumnya

  6. Me to
    thank’s Mr Gatot for that’s all

  7. yth pak gatot di jakarta

    salah satu infrastruktur yang sudah bapak terobos dan kami akan terus memelihara dan bahkan mengembangkan jardiknas schoolnet dan sebagainya demi mengangkat harkat dan martabat bangsa ini dari rasa tidak percaya menjadi percaya dan bukan cuman itu saja infrastruktur dan teknologi yang sudah menyebar ke seluruh indonesia ini merupakan bagian dari program pandidikan gratis ( menurut pribadi saya) …
    percaya atau tidak percaya sudah terbukti sampai di pedalaman papua ..jardiknas memang megah….dan dunia maya tanpa batas …..( kata orang di pedalaman papua )

    kami yakin pak teknologi it ini akan sangat membantu apalagi klo di sharing pada malam hari di taman bacaan desa / kelurahan…

    wassalam
    dari papua

  8. Yth Pak GHP

    Salut aja ternyata pejabat kayak Bapak yang sibuk ternyata senang ngeBlog juga, salam kenal pak. Btw saya salah seorang mahasiswa beasiswa unggulan di itb.

    wassalam
    Agus

  9. Ampun…Bos, Dari tahun 2003 (Community College) hingga sekarang (PJJ) program-progam yang diluncurkan Pak Gatot memang bagus tapi tak bertahan lama dan kwalitas pendidikan kurang memuaskan, padahal menghabiskan biaya yang tak sedikit.
    Bolehlah punya banyak program tapi tolong yang sudah ada sperti PJJ di ‘Openi’. Evaluasi kondisi sesungguhnya dilapangan,misalnya bagaimana pelaksanaan sistem perkuliahannya dan lain seagainya, karna setahu saya PJJ terkesan asal jalan dan saya yakin tak akan menghasilkan kwalitas lulusan yang bagus. Kalo kayak gitu apa artinya sebuah pendidikan itu dilaksanakan

  10. Pak saya warga propinsi jambi, tepatnya desa tanjung kab. sarolangun di situ masih bnayak anak kurang mampu yang putus sekolah, mohon bantuannya. terima kasih.

  11. Yth. Pak Gatot HP

    Saya-sadalah guru no-pns di SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng Purwokerto…

    Siswa-siswa kami kebanyakan adalah golongan ekonomi lemah….

    Mohon bantuan untuk siswa-siswa kami

    Sutrisno
    http://trisnowlaharwetan.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: