rasio komputer 1 : 6,6 utk sd dan 1 : 5 utk slta di singapura

dear all,
tadi pagi dlm pengembangan seaedu net, kami diskusi dgn dep pendidikan singapura, mereka meng infokan ratio komputer utk sd 1 : 6,6 dan utk slta 1 : 5….ini tantangan kita bersama, negara tetangga sdh tidak mikir rasio lagi tapi mikir komputer itu hanya utk alat saja..seperti calculator jaman dulu..

perkembangan pendidikan mereka mendorong kemampuan individu lebih tinggi, karena yg akan memajukan bangsa mereka adalah pribadi yg unggul, yg masing2 mempunyai kelebihan2 yg jelas dan tahu mau kemana…., ujian kelas 6 mereka juga lakukan, bagi mereka yg tidak lulus, di buat kan sekolah khusus, yg matematikanya bermain menghitung  seperti belajanja di pasar dan bermain dgn hal2 yg real di lapangan serta pasar…dan juga menghitung jarak pakai google earth…utk daerah ybs ke sekolah dlb nya…

mereka menyiapkan sdm dgn kwalitas tinggi utk tetap di atas, melalui pendidikan yg terus di permodern dll..

ayo kita bersatu dan tetap semangat mengejar ketertinggalan kita dgn negara tetangga……….

aliansi..konsorsium adalah salah satu jalan utk mengejar ketertinggalan secara bersama2…mereka sdh memakai internet 2 yg kecepatannya tinggi.., sehingga film dgn cepat bis di unduh dll..

bgmn kita..?….

Iklan

14 Tanggapan

  1. Kita bisa percepat ke arah itu Pak, diantaranya dengan mendorong penggunaan IT untuk proses pembelajaran dan penugasan percepatan S1 untuk guru SD … agar mereka lebih melek dan lebih baik, GBU Sir

  2. usul aja pak, gimana jika setiap ruang kelas /laboratorium disiapkan 1 laptop, 1 lcd proyektor, fasilitas internet. dan setiap guru diwajibkan punya laptop dari gajinya. karena yang jelas laptop itu kebutuhan pokok bagi guru sepertihalnya televisi bagi masyarakat.

  3. nambah lagi pak….
    sebelum guru ditekankan untuk memiliki fasilitas IT, terlebih dahulu sekolah-sekolah difasilitas seperti yang telah saya usulkan tersebut di atas. yang jelas saya dah beranak 3 (maaf keluar dari program pemerintah yang namanya KB). saya kerj. di luar negeri mulai tahun 2001. Alhamdulillah saat pertama saya masuk dapet gaji hanya 300rb tidak lengkap. dan sekarang hanya 1,5jt. dengan susah payah karena harus ngajar 54 jam + kaprog +wali kelas dan sekarang saya dah memiliki investasi berupa rumah tipe 36 + luas tanah 102m persegi, sepedah motor 2, tanah pekarangan hampir 1 hektar serta 1 buah laptop. jika teman2 yang lain tidak bisa…. Aneh. do’akan pak saya jadi sukses….hehehehe….tentunya bersama keluarga saya.

  4. p dedi, mas ba, terimakasih masukannya, tolong di ajari juga kwn2 guru utk spt anda…:)…

  5. InsyaAllah Indonesia bisa pak, bahkan bisa lebih maju dari pada Singapura, tentunya kalau pemikiran dari pejabat baik yg eksekutif sampai legislatif semuanya spt Bapak (Amien) serta pola pikir serta kinerja serta kualitas para guru diperbaiki, mimpi saya sih Bapak bisa jadi menteri pendidikan agar ke arah sana bukan mimpi lagi, tapi saat ini walaupun baru mimpi tapi kami di kotamobagu (pedalaman sulawesi) khususnya di sekolah kami sdh ke arah sana pak mudah2an sekolah2 disekitar ikutan (sdh terkoneksi jardiknas 35 sekolah nyusul 9 sekolah lagi serta 1 Perguruan tinggi), saya setuju dengan mas Ba, karena kebetulan kami juga mengalaminya jadi apa sih yg tidak bisa bagi seorang guru kalau ada kemauan dan mau berubah…Maju terus pendidikan Indonesia

  6. dari dulu sy pengen punya laptop dari uang gaji saya sendiri, tp sy khawatir kl sy maksain beli laptop dari uang gaji sendiri, anak saya ga bakal bisa minum susu lagi…
    sekarang lagi mikir beli kreditan….

  7. Dear all
    alangkah indahnya manakala itu semuanya bisa terlaksana. Namun perlu dipertimbangkan juga masalah yang dihadapi terutama di daerah SDM nya. Mudah-mudahan dengan program ditpsmk khususnya tentang akselerasi pendidikan untuk smk bisa terlaksana. Saya sementara masih pinjam laptopnya teman. belum bisa beli da rumah pun belum punya alias PMI (Pondok Mertua Indah).
    Hatur nuhun

  8. Sejak adanya pelatihan jardiknas th.2007 yg pernah di danai beasiswa unggulan ,efeknya positip sekali, hal ini dapat dilihat jumlah pemilik laptop maupun PC disekolah sekolah naik 300% untuk sampling diwilayah kab. Bojonegoro jatim . kepala sekolah sebelum diklat jardiknas belum ada yg punya laptop. tapi saat pelatihan jardiknas 100 kepsek bawa laptop baru semuanya,walaupun ada yg kredit he he… dan ini merupakan contoh strategi yang sangat cerdas dari pimpinan BPKLN saat itu. perlu adanya gerakan gerakan nasional dengan semangat yang menyala nyala dari semua elemen untuk membuat negeri kita kembali menjadi yg terbaik. maju terus p. gatot ,indonesia harus jadi yg terbaik di asean (mirip gajah mada dengan sumpah palapa nya). he he . kami ict center Bojonegoro siap bersatu dengan ict kab. lain untuk mensukseskan gerakan gerakan indonesia no.1.selamat HARDIKNAS 2008.
    bagaimana pendapat anda………

  9. dear sadputra,fadly,faqih, abusyafiq dkk. terimakasih masukannya..

  10. Menurut saya, kepemilikan komputer atau laptop hanyalah alat untuk pembelajaran dan bukan buat bergaya saja, seolah-olah kalau sudah punya komputer atau laptop sudah modern, sudah hebat. Kalau laptop hanya dipakai murid-murid untuk membuat laporan memakai Microsoft Word, mungkin lebih cost-effective menggunakan fasilitas warnet daripada beli laptop. Computer literacy memang diperlukan pada saat ini; hal itu bisa diatasi dengan membangun laboratorium computer di sekolah atau memakai jasa warnet, tidak perlu semua murid dan guru harus punya laptop.

    Bila seorang guru yang punya laptop, kalau cara mengajarnya jelek, ya percuma aja laptopnya.
    Yang sangat penting adalah cara mengajarnya (menarik dan menumbuhkan rasa cinta pada pengetahuan) dan ilmu yang diajarkan harus up-to-date.

  11. ach… mas budi ini aneh-aneh aj…
    jika guru atau siswa setelah memiliki investasi berupa laptop dapat dipastikan mereka akan memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan yang sesungguhnya. dan jika yang bersangkukan belum bisa mengoperasikan, otomatis mereka akan belajar lewat teman sebaya, kakak kelas, sesama guru dan seterusnya. bukankah mereka saling berinteraksi antar sesama teman dan sesama guru?…. inilah yang namanya belajar sepanjang hayat…………..sedangkan pemilik laptop atau komputer jika mau menjadikan laptop atau komputer menjadi berkah bagi keluarga…… dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagis adik-adik siswa atau bagi anak-anak guru tersebut. so ini sangat evektif. dari pengenalan huruf, angka, sampai merangkai huruf demi huruf menjadi kata yang bermakna…..
    namun, jika suatu lembaga pendidikan masih mengedepankan laboratorium komputer sebagai satu-satunya atau sebagai konsumen warnet….. hitung sediri pengorbanannya….
    jika fasilitas komp hanya dipusatkan pada laboratorium….
    yang terjadi adalah tidak ada proses pengembangan diri bagi guru-guru terkait dengan ilmu IT, terlebih bagi guru pengampu non komp. kalaupun disarankan untuk mengunjungi laboratorium komp…. jawabnya adalah G’ da Waktu. dan jika saat ini masih juga mengandalkan sebagai konsumen warnet…. berapa waktu yang dibutuhkan untuk menuju dan pulang ke dan dari tempat warnet?… berapa resiko diperjalanan?….. berapa biaya yang keluarkan untuk nge-net?….berapa pengaruh lingkungan tempat nge-net terhadap perkembangan siswa?… apalagi bagi guru….. g’ terhitung kerugiannya jika menjadi konsumen warnet…..
    yang jelas jika kita mau memanfaatkan dengan benar laptop baik yang sudah bisa maupun yang belum 100% ilmu kita bertambah…..100% ilmu siswa bertambah…100% anak-anak kandung kita meningkat ilmunya…….

    Nb.
    LapTop aku hanya seharga 5,7 jt………..
    bisa untuk menyelesaikan administrasi….
    bisa untuk analisis soal dan butir soal sederhana…..
    bisa untuk menunjukkan ke perserta didik ilmu-ilmu terkait dengan pelajaran yang tersebar di internat…
    bisa untuk presentasi…..
    bisa untuk nge-net….. gratis lagi’
    bisa untuk komunikasi (chatting)…. pakek kamera lagi’
    bisa untuk ngajarin anak aku yang masih TK…. dan tentunya adik-adiknya….
    bisa untuk merekam video anak-anakku saat bermain…. bepajar…. dan macem-macem yang positif loooooooooo
    bisa juga untuk merekam even yang penting (kegiatan di rumah…..)
    bisa untuk merekam proses kegiatan belajar mengajar….
    dll

    pokoknya serba bisa

    semenjak aku punya laptop ini…. wow…. temen-temen aku yang belum punya laptop…..ternyata terangsang untuk memiliki laptop dengan jalan mengajukan kredit kepada sekolah…….. dan kemarin saat uji coba UN dan pelaksanaan tes-tes yang lain…. koreksinya juga pakek laptop (dengan program sederhana yang ada di EXcl)…….. dengan memasukkan jawaban siswa satu-per satu………. walaupun teman-teman lambat…. namun asyikkkkkkkk…. karena langsung diperoleh skor siswa, tingkat kesulitan masing-masing soal (analisis butir soal)…. dapat langsung diketahui siswa yang remidi…. dan yang terpenting pengolahan nilai sangat cepat…. tidak perlu hitungan jam……

    dari pengalaman itu….. muncullah strategi yang sederhana agar mudah dan cepat memasukkan data jawaban siswa ke dalam prog. Excl,…..starategi itu muncul dari guru-guru yang tadinya tidak tahu komputer…….

    sekarang makin ramai dan menyenangkan untuk bermain-main komputer (kata beliau-beliau yang dulunya empati ama komputer/generasi tua-tua………)
    hehehehehe

    salam
    Mas Ba

  12. Assalamu’alaikum Pak Gatot
    Wah ketemu gurunya Guru di Blog. Saya Agus Pak, teman Bu Teti di Pemkot Surabaya.
    Saya dengar banyak sekali dari Bu Teti tentang apa yang akan Bapak kerjakan untuk negri ini di bidang Pendidikan. Kami tunggu terus support Bapak termasuk rencana pendirian 2 SMK di Surabaya untuk masyarakat Surabaya dan Jatim agar bangsa ini ndak kurang SDM terus !!! Saya juga aktif di wordpress (aisonhaji.wordpress.com). Kalau kita bisa bareng-bareng bekerja, oohh alangkah indahnya negeri kita 15 tahun lagi (mudah-mudahan Bapak masih belum purnatugas dab terus membantu kami di Surabaya).
    Salam

  13. Suara hati bicara Kita mampu apalagi guru-guru , memang perlu trigering factor , alumni kami saja sudah diatas 50 % punya walaupun honornya ada yang dibawah UMP lho, ya karena dipacu ‘ seperti di ilmu kultur jaringan tanaman ‘ karena faktor pemacu dan pemicu tujuan kultur tercapai, ya semoga yang baca blog pak gatot otomatis jadi faktor pemacu yang lain, trimakasih berat semoga cita-cita ini segera terwujud ngunduh/panen mutiara mutiara terpendam bangsa kita trimakasih

  14. Yth Bapak Dr. GHP,

    Rasio komputer tampaknya bukan masalah Pak. Bisa segera tercapai, asalkan biaya2 tak jelas bisa dipangkas atau diperjelas pemanfaatannya.
    Negeri kita cukup kaya, tapi masyarakat banyak yg kurang jujur. Wir wuerden einigen Sprueche erlaeutern :
    – Vertrauen ist gut, Kontrolle sind besser….
    – Gute Milch kommt aus der gluecklichen Kuh…

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: