peringatan 100 thn kebangkitan nasional dgn melawan kebodohan

dear all, 100 thn kita sudah lalui  sejak gerakan kebangkitan nasional di canangkan thn 1908 ygl, kita merasakan beberapa kemajuan serta perkembangan yg cukup signifikan di indonesia. banyak sekolah, universitas yg terlah di bangun, pertumbuhan penduduk juga berkembang cukup cepat. perkembangan teknologi juga berkembang cukup tinggi. negara kita mengalami pasang surut  serta dinamika ekonomi, politik serta percepatan pendidikan  yg bervariasi.

bagi anda yg membaca tulisan ini mari kita renungkan bersama,  betapa beruntungnya kita yg bisa menikmati sambungan internet, sehingga informasi dapat di peroleh dgn cepat, dan kita bisa mengantisipasi apa yg mungkin terjadi di masa mendatanag.

bayang kan sdr kita di rumah tetangga yg tidak tersambung dgn internet, atau tv atau sumber informasi, mereka dalam hal2 tertentu akan tertinggal informasi, sehingga begitu di ajak ngobrolsituasi yg terkini sering tidak nyambung….artinya klo tidak nyambung ,..ya susah di ajak ngobrol dan diajak utk melangkah lebih lanjut, atau kita harus dgn sabar menjelaskan situasi terakhir, kemudian kita gandeng bersama utk jalan, atau melangkah..

kita kita perluas ke sekeliling kita, kecamatan kita, ke kabupaten kita , propinsi , negara…akan menggambarkan mosaik yg beraneka ragam….

kalau kita lihat lembaga pendidikan menengah maupun tinggi , akan terlihat kwalifikasi pengajar/dosen yg bervariasi, dgn konsekwensi keluarannya juga bervariasi, dimana keberhasilan mereka tergantung lingkungan serta pendidikan awal mereka di kampus…terus bandingkan dgn negara tetangga kita…kita bandingkan juga apk perguruan tinggi nya…apk indonesia 17 – 18 %, malaysia 40 an %, singapura 90 % an australia mencapai lebih dari 60 %, thaland > 30 %,  laos vietnam , kambodja mungkin  < 20 %..mungkin angka tersebut juga harus kita cek lagi bersama saat ini…, klo kita lihat perbandingan tersebut..dengan jumlah penduduk yg paling besar di asean…..salah satu alternatif utk percepatan anak indonesia yg siap bersaing, kompetitif, fleksibel terhadap perubahan serta adaptif terhadap situasi yg dinamis…harus mendorong sebanyak mungkin ke level yg atas….baik itu diploma  3atau d4/s1/s2/s3 dst…krn makin tinggi pendidikan seseorang yg relevan dgn perkembangan jaman serta kebutuhan  industri , makin tinggi kemungkinan incomenya , makin baik ybs membiayai keluarganya, mkn baik generasi  dibawah kita karena memperoleh pendidikan yg lebih baik dan tinggi..

mungkin apk kita mencapai 75 % dalam 3 – 5 thn yad…? sehingga asset anak muda kita akan termanfaatkan secara optimal dan siap bersaing dalam globalisasi. jaringan perguruan tinggi dgn teknologi yg ada dan terkini, akan menyebabkan  pendidikan makin terjangkau dan tersebar dgn cepat keseluruh pelosok negeri ini..

dengan memberikan info semudah mungkin , pendidikan yg terjangkau disetiap daerah sesuai dengan kemampuan  keluarga tersebut di kecamatan/kabupaten , akan mempercepat pengurangan kesenjangan pengetahuan , ketrampilan dll.

apa yg harus kita kerjakan bersama utk 100 thn kedepan?..mungkin pemikiran awal ini bisa sebagai pemicu kita berdiskusi bersama,

1. 50 % minimal generasi muda di setiap kecamatan  atau populasi  penduduk pernah mengecp pendidikan tinggi, mungkin mimpi…tapi ini bisa kita raih bersama..

2. 25 – 50 % penduduk di setiap kecamatan adalah pendatang, kita membutuh kan crosscultur, utk mempercepata pertumbuhan apapun pada daerah tersebut, lihat lah kota yg merupakan hub, pertumbuhan apapun cepet sekali.., utk ini memang harus di desain secara baik melalui pendidikan salah satunya…mulai dari guru nya kemudian siswanya..dgn salah satu beasiswa…maupun insentif lainnya…lihat lah usa, setiap tahun menyediakan greencard 50.000 utk bisa masuk ke negerinay, singapura juga begitu..indonesia..? atau propinsi?.. putra daerah yg sdh merantau 20 thn mungkin bisa di ajak membangun daerah asalnya….krn jejaring yg sdh mereka punya akan mempercepat mobilisasi apapun juga ..

3. jejaring antar lembaga, manusai harus di kembangkan terus utk mengejar target2 point 1, 2…karena pendidika, mobilisasi serta insentiv akan merubah daerah terseut dealam hitungan waktu yg relatif pendek..

tidak semua orang punya inovasi dan keberanian menjalankan inovasi karena banyak hal..:),  tetapi suatu kelompok , daerah tidak akan maju bila tidak ada inovator2 baru yg tumbuh di daerah tersebut…

mungkin dgn sasaran di atas, mari kita mulai mendata berapa    %diploma , sarjana, skill worker, dll dikecamatan/kabupaten kita…anda akan merasa tercengang masih banyak yg belum bisa kita kembangkan karena sdm nya…kita mungkin bicara …pantesan susah di ajak maju ..krn mikirnya masih pendek..:)…

utk 100 thn yad mari bersama memerangi kebodohan, dalam arti memerangi ketertinggalan kita dalam dunia pendidikan tinggi, pelatihan dgn skill yg tinggi, kemampuan berkomunikasi yg tinggi dgn 2 negara, terutama asean..hukumnya wajib bahasa ke 1 indonesia, 2 bahsa china, dan 3 bhs inggris…alangkah senangnya dan manisnya bila anak2 kita bisa fasih 3 bahasa mungkin 4 bahsa dgn bahsa lokal…, syarat minimal utk generasi abad 21…:)..selaqin kemmpuan it dan kemmpuan lqinnya yg di perlukan oleh industri, sekolah maupun dmn pun dia tempat mengajar..

artinya harus ada yg memulai di ajarkan 4 bahsa dalm lingkungan sekolah, artinya ada perubahan pembelajaran apapun , dalam 1 minggu bila pembelajaran 40 jam, 10 jam di ajarkan materi berbahasa indonesai, 10 jam berbahsa inggris, 10 jam berbahsa china dan 10 jam berbahsa lokal… siapa yg berani memulai..?

ilmu utk level menengah sd tinggi memuat situasi ekonomi terakhir, serta bgmn merubah pr menjadi rp, arti nya setiap pembelajaran anak2 kita di ajak berfikir kritis, apa yg bisa kit apasarkan utk setiap pembelajaran yg dia terima….karena melahirkan juragan/entreupreuner itu memerlukan pelatihan yg  terus menerus dan di ukur oleh siapapun dn omset bulanan atau mingguan…

bila hal inimengelitik anda utk mengimplimentasikan …silah kan kembangkan terus dgn situasi yg berbeda di sekolah anda…, mari kita didik anak2 kita utk menjadi aset atau human capital yg siap mengahsil kan produk, sehingga bisa menyiapkan lapangan kerja, atau klo kerja tahu mana yg bisa di efisiensikan… dst2..

kita harus memperbanyak diseminasi informsi baik melalui media cetak maupun elektronik ke setiap insan indonesia…, baik itu berupa training, sekolah maupun kuliah dll.

selamat memperingati  hari kebangkitan , mari kita bersama memerangi kebodohan di level yg lebih tinggi, dengan membangun sistem dan mendorong sekitar kita utk bisa sekolah setinggi2 nya…

Iklan

14 Tanggapan

  1. Dear Pak Gatot,

    Menurut saya, sudah saatnya para guru dirangsang untuk menjadi semakin kreatif, inovatif dan smart. Jika ini terjadi, saya yakin, kebodohan itu akan semakin dapat kita kalahkan. Saat ini, kita semakin banyak memiliki orang pintar… Baik dari SD sampai mahasiswa. Tapi, saya yakin, kebodohan yang Pak Gatot maksudkan bukan sekedar kebodohan dari segi kognitifnya….. Sekarang kita banyak mengalami kebodohan dari segi afektifnya. Kebodohan untuk berpikir secara kritis, kebodohan untuk mengendalikan emosi. Saya pikir, ini akan menjadi ancaman serius bagi bangsa ini. Kondisi-kondisi bentrok dalam unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, menunjukkan betapa bodohnya kita jika selalu menganggap bahwa apa yang berani kita suarakan adalah sebuah kebenaran. Saatnya Depdiknas memikirkan bagaimana meningkatkan kecerdasan emosional bangsa ini. Peran guru memang begitu sentral… Benar, kita membutuhkan guru yang profesional… Tapi, amanat profesionalitas seperti yang diinginkan UU Guru dan Dosen, yang sekarang ini sementara dijalankan lewat proses sertifikasi guru, masih jauh dari harapan untuk mewujudkan profesionalitas yang diharapkan. Saya sering mengatakan sebagai usaha mengejar profesionalitas dengan cara tidak profesional……. Sekarang, demi mengejar sebuah status ‘guru profesional’ (sebutan yang agak menggelitik menurut saya), banyak guru yang rela melakukan apa saja. Jadi, kalau banyak guru dibodohi dan menjadi bodoh lewat sistem sertifikasi ini, KAPAN kita akan bisa memerangi kebodohan bangsa ini. Saran saya Pak…. Sebagai pejabat di lingkungan pendidikan, tolonglah sampakan kepada para pejabat Depdiknas, pada saat membuat kebijakan pendidikan, tolonglah selami perasaan dan perjuangan para guru….. Tolonglah selami dengan hati…. Tidak ada yang benar-benar dapat menyelami perasaan dan perjuangan seorang guru, jika dia tidak pernah menjadi guru…… Mari membuka mata…… Dari beberapa pelaksanaan Ujian Nasional. Bagaimana hubungan guru dan depdiknas? Bukankah seperti kucing dan tikus…?? Seperti sejumlah detektif yang mengejar para penjahat….. Lalu kapan Depdiknas akan menjadi tempat para guru mengadukan nasibnya, kapan Depdiknas akan menjadi tempat berteduh yang nyaman……… Kondisi ini adalah sebuah kebodohan besar….
    Momen 100 tahun Kebangkitan Nasional, mari jadikan momen untuk merenung, apakah kita semua sudah melakukan yang terbaik bagi bangsa ini….. Mari jadikan momen untuk mengintrospeksi… jangan-jangan kita juga masih bodoh untuk bisa berpikir dan berbuat sesuai dengan hati nurani kita……

    Salam,
    Yani Pieter Pitoy
    SMK Negeri 1 Sonder
    Minahasa – Sulawesi Utara

  2. pak gatot yang terhormat…

    saya menjadi guru sekolah swasta mulai tahun 2002 dan sekarang baru menginjak tahun ke 6.

    saya tidak bisa bicara apa-apa pak….saya hanya bisa meneteskan air mata merasakan kepedihan yang teramat mendalam…. mengapa nasib dari sebuah nama yaitu si Guru semakin tidak berarti baik di hadapan siswa…kepala sekolah…orang tua murid…masyarakat…dinas kabupaten,propinsi,bahkan pusat…dihadapan aparat…hukum…dan seluruh komponen yang ada di negeri ini….
    teguran bapak guru…ibu guru… sudah tidak nyaman lagi kami sandang… kami saat ini dapat dikatakan sebagai sapi-sapi perahan yang tidak mampu memberikan setetes susu yang manis buat anak-anak….kami saat ini dapat dikatakan sebagai hama-hama pendidikan yang menggerogoti kualitas (mutu) lulusan…kami saat ini dapat dikatakan sebagai kelinci-kelinci percobaan dari standarisasi Ujian Nasional… kami saat ini dapat dikatakan sebagai target operasi oleh intel-intel sewaan penegak hukum dunia pendidikan… dan kami saat ini dapat dikatakan tidak memiliki jati diri sebagai guru….

    sungguh…saya masih teringat dengan guru-guru TK ku
    sungguh… saya masih teringat dengan guru-guru SD ku
    sungguh… saya masih teringat dengan guru-guru SMP ku
    sungguh… saya masih teringat dengan guru-guru SMK ku
    dan sungguh saya masih teringat dengan dosen-dosen ku

    saya iri dengan mereka…

    walaupun selama saya kerja saya telah melahirkan 2 siswa juara 1 LKS Tingkat Nasion 2 tahun berturut-turut, 1 siswa juara 2 LKS Tingkat Nasional dan juara 1 LKS Tingkat Propinsi (tahun ini 2008 red) dan nanti akan berlomba tingkat nasional di makasar….

    namun saya iri dengan mereka…

    mengapa mereka mampu melahirkan generasi yang saat ini bisa memimpin negara dan lembaga-lembaga yang ada…
    mengapa mereka mampu menorehkan nama yaitu Guru dengan tinta emas di masanya…

    mengapa sekarang kami tidak bisa seperti mereka…
    saya cemburu…saya iri…dengan itu semua…

    dikebiri….dikebiri…..ya…dikebiri otoritas kami…

    saya sedih pak gatot..

    salam
    Mas Ba

  3. pak, saya lihat data-data ini dirubah menjadi sebuah grafis comparison antara indonesia dan negara lainnya

    sehingga dapat dicerna

    dan pengalaman compare dg negara lain ini harus disebar terus, blog ini bisa jadi center share information, and jadi center agar negara kita mau buka mata dan pikiran ,

    dan kita tahu target dan tujuan kita.

    gimana kalau perjalanan dan semua data ini dibuatjadi

    ghp bible, a report to know your regional in a fast track

    F

  4. Yth Bapak Dr. GHP,

    Kita tahu, semua itu berkaitan dengan wawasan.
    Kalaupun kita mengirim ribuan orang dengan biaya ribuan milliar ke LN, kalau wawasannya masih sebatas kelor, ya tetap saja selebar daun kelor.
    Saya senang, mahasiswa BA-Malang di Tettnang sudah mulai terbuka wawasannya. Semua itu memang perlu pembimbing yg mampu membuka mata mereka, melalui parameter2 pembanding.

    Usul : Mungkinkah ada diterbitkan DVD atau bahkan siaran TV yg mengulas pendidikan di negara2 maju tsb ?

  5. Yth Bapak Gatot PHP

    Terima kasih atas wacana, tulisan2 dan gagasan2 nya tentang banyak hal khususnya dengan rintisan, perjuangan, pemberdayaan ICT/ internet sebagai salah satu wahana percepatan kemajuan dan kwalitas pendidikan di negeri tercinta. Semoga terus menjadi pamacu dan pemicu motivasi dan kebangkitan kita. Selamat terus berjuang dan berkarya nyata… Terima kasih

    Indonesische Ambassade School
    Directeur,
    S.Saidan

  6. ayo bangkit indonesia kuu

  7. Setuju Pak Gatot, pemikiran Anda sungguh cemerlang dan sangat jarang ada yang seperti itu. Sekarang yang harus kita lakukan adalah merealisasikannya, sebab tiada guna pemikiran tanpa tindakan. Saya percaya bila 1% saja rakyat Indonesia mau bertindak, maka hasilnya pasti luar biasa.
    Salam Kenal http://economatic.wordpress.com/

  8. Lets do it again and again

  9. Pak Gatot yth.
    Untuk merealisasikan “impian” tsb harus ada sinergi dari beberapa pihak yang terlibat. Untuk mensinergikan inilah tantangan bagi kita semua. bgm kita bisa mengajak masyarakat di sekitar kita untuk bisa bangkit itu merupakan tantangan, apalagi bila ada masyarakat yg masih “kolot” dan berpikiran sempit.
    Pemikiran2 Bapak akan bisa terwujud apabila semua lapisan mendapatkan informasi yang sama dari berbagai media. Kemudian memberikan pengertian pentingnya “Internet” bagi semua orang, terutama Guru. masih banyak guru dan masyarakat yang menganggap Internet adalah “sesuatu” yang bersikap negatif. (Ini karena banyak media yang memberitakan efek negatif dari internet, sedangkan efek positifnya jarang atau gak pernah diungkap sama sekali).
    YAng paling penting dari semua itu, harus kita tingkatkan dulu SDM di lini pendidikan….dan semua Guru di Indonesia harus mau berubah untuk kepentingan pendidikan. Kemudian yang penting juga adalah menjaga Kualitas pendidikan daripada menjaga kuantitas…Banyak sekolah yang kecewa dan bertindak dengan segala cara untuk tetap mendapat jumlah “murid” yg sesuai target dan bisa “meluluskan” siswanya supaya “kelihatan” sekolah tsb bermutu…ini yang masih terjadi…
    Bgm negara ini bisa bangkit dan maju kalau Guru ga mau berubah dan masih berpikiran kolot?
    Saya yakin bahwa kita bisa bangkit dan membawa negara tercinta ini sejajar dengan negara2 maju di dunia.
    Mari kita semua Bangkit dan membuktikan kalau kita BISA….
    Majulah Indonesia dan Pendidikan Indonesia

    Salam

  10. kebodohan memang bisa jadi poin penting yang mesti di atasi agar Indonesia dapat bangkit dari berbagai keterpurukan..
    yang lebih mendasar adalah masalah moral bangsa, dan itu pun dapat dihilangkan dengan mengatasi kebodohan..

    semoga Indonesia dapat semakin lebih baik lagi..

  11. Saya rasa kita harus mencari jalan keluar untuk pola kerjapemerintah di indonesia mengenai perkembangan IT ini. Contoh misalnya, Perusahaan PT.Apaaja, adalah sebuah perusahaan swasta yg core bisnisnya di Bandwidt Internet (jualan Bandwidth). Artinya siapapun yg ditunjuk jadi Direktur atau Ownernya sampai mati perusahaan tersebut Core Businessnya bandwidth. Program pendidikan ada program pemerintah, ceritanya jadi aneh disaat pemerintahnya berganti pimpinan…kalau yg tadinya persahaan core businessnya bandwidth tau-tau kok jadi penjual bawang merah (Itulah Pemerintah), ganti pimpinan, ganti kepala institusi, ganti program, ganti anggaran (kepentingan), ganti orang. Sadar atau tdk itu yg membuat kita berjalan ditempat bahkan mundur 1000 langkah. Lalu bagaimana dengan masyarakatnya ?. Ini persoalan kebiasaan dalam institusi pemerintah. Jadi sebaiknya kita jgn berharap banyak dari pemerintah. mending kita buat comunitas yg dilengkapi infrastruktur dll. Insya allah kita akan seperti perusahanan tadi dan tdk mengulang2 pekerjaan (core business kalau di swasta)…. How About DPR ?

  12. Pak Gatot Ysh.
    Mudah-mudah bapak tidak lupa dengan saya ( temannya wiyanto ITB di Surabaya ). Seandainya sebagian besar para pejabat DIKNAS punya visi yang sama dengan bapak, saya yakin pendidikan di Indonesia akan cepat maju. Yang saya tahu teman-teman Guru seperti pak wijil,pak rudi winarko, bu tety, pak gatot sujito dll…mereka punya mental yang cukup bagus ( nota bene : didikan anda ) tapi sdm yang ada di SMA tidak sama seperti sdm yang ada SMK …..mereka lebih punya daya juang tinggi mudah2an impian bapak memajukan SMK semakin lebih nyata dengan dukungan orang-orang seperti mereka. Sekarang menurut saya mental para guru dalam hal keikhlasan hati mereka untuk mengabdi yang perlu diperkuat, karena hati yang ikhlas akan melahirkan generasi yang ikhlas pula…saat ini para guru ngotot menuntut kesejahtraan mereka, sebenarnya itu adalah tugas kita para murid-muridnya untuk memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas jasa beliau sehingga kita semua bisa menjadi seperti saat ini.Salut dengan bapak kalo teman-teman klub guru bilang bapak pendekar pendidikan tapi teman-teman SMK bilang bapak Pendekar IT…he..he..he..saya dukung perjuangan bapak….semoga Allah swt selalu memberikan kesehatan,hidayah serta kekuatan pada bapak untuk meneruskan perjuangan para pejuang Pendidikan bangsa ini yang telah mendahului kita,amin ….

  13. Dear Pak Gatot,

    mengenai bahasa, memang penting sekali bagi kita semua terutama anak2 yang mulai masuk sekolah untuk sedini mungkin belajar bahasa asing seperti yang Bapak rekomendasikan, saya punya teman dari malaysia, keturunan chinese yang berkomunikasi dengan teman2nya berbahasa inggris, dengan keluarga berbahasa mandarin dan dengan orang melayu termasuk saya yang dari Indonesia dia berbahasa melayu, jadi sebenarnya tanpa belajar pun mereka bisa berbahasa 3 ini karena memang lingkungan dia dari kecil terbiasa menggunakan 3 bahasa ini, mungkin orangtuanya tidak bisa berbahasa inggris tapi di sekolah dia wajib berbahasa inggris,ibu saya chinese dan bisa berbahasa mandarin dialek sedangkan saya ga bisa blas pak, menyedihkan…..

  14. ayo terus maju indonesia ku, bangkit lah indonesia, perangi terus kebodohan, dan jujung tinggi martabat negeri mu, mari kita lakukan mulai sekarang,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: