game multikultur utk anak2 asean

Dear all,

hari jumat tgl 30 mei 2008, telah di tt mou antara seamolec dgn unesco korea-apcieu, utk pengembangan multimedia pembelajaran utk siswa umur 9 – 11 thn.
program ini adalah pembelajaran multikultur utk anak2 asean – 11 negara, kita di percaya utk membuat prototype berupa game-kartun, yg bisa di jalankan dalm jaringan, dn harus kita selesaikan sampai bln september..yad, oktober november akan di coba oleh 5 negara di asean, utkmasukan dan koreksi2 nya..thn 2009, bisa di diseminasikan utkseluruh asean, trtm sd, dan bisa di mainkan oleh bbrp siswa antar bangsa..melalui jaringan seaedunet yg kita siapkan saat ini…itu rencananya…
game developernya, sdr iman dan purwanto cs, gabungan dosen/mhs its, poliseni dan kwn2 yg bekecimpung dlm game..prototype nya kita ambil dari pemenang game tech bln maret di jogja kemarin.

rencananya setiap negara akan di ambil kultur yg paling dominan utk prototype awal, dan akan di masukkan sebagai karakter dari negara tersebut, hal ini yg relatif susah..krn indonesia mempunyai banyak kultur dan karakter yg berbeda2…ini tantangan tim tersebut..dlm menjabarkannya,

kemudian, kendala lain mungkin tidak terlalu banyak sd yg punya lab komputer seperti di korea, singapura atau negara maju lainnya….

tetapi peluang utk berkarya utk negara asean ini kita harus ambil utk menunjukkan bhw programer indonesia mulai berkembang…

untuk anda2 yg punya gambar/foto/film yg pernah anda buat saat kunjunagan di negara kita maupun negara tetangga , tolong bisa di share dgn tim kita utk referensi shg makin lengkap hasilnya….

salah satu yg akan kita masukkan juga ttg tempat pariwisata, bahasa setempat..sebagai konten.., utk thp awal kita pakai bhs inggris dan indonesia, dan nantikita kembangkan dgn bhs lokal dr negara 2 tetangga.

prototype awal akan kita tayangkan bulan juni yad di server seamolec utk di kritisi…demikian sekilas info dari seoul…

 

 

Iklan

6 Tanggapan

  1. Blognya bgs
    tukeran link yukk

  2. Sekedar masukan aja pak,

    Mungkin akan lebih baik jika kiranya game-game yang akan dikembangkan nantinya tidak hanya fokus kepada sisi teknis tetapi juga legalitas.

    Meberapa waktu lalu saya sendiri juga telah menyaksikan event GameTech. Namun dari beberapa peserta yang saya temui dan tanyai, sepintas rupanya masih ada beberapa yang kurang memahami pentingnya aspek legalitas ini, yang tidak terbatas hanya kepada development tool yang digunakan, tapi juga kepada materi-materi lainnya (gambar, audio, video, dll).

    Tidak bisa kita pungkiri bahwa nama Indonesia masih sangat erat kaitannya dengan pelanggaran HaKI. Nah, terkait dengan momen ini, mungkin akan lebih baik jika game-game yang akan diusung nanti juga dipertimbangkan unsur legalitas seperti misalnya, development tool yang digunakan, aplikasi desain grafis yang dipakai untuk mendesain gambar dan aspek visualnya, dan juga tidak lupa jika materi-materi yang digunakan tidak didesain sendiri, melainkan adalah karya orang lain (diunduh dari internet, misalnya) tentu harus diperhatikan juga aspek legalitas yang dalam arti sempitnya, lisensi dari materi-materi tersebut.

    Saya pribadi berharap dengan adanya event tersebut, dapat mendongkrak nama Indonesia di mata dunia khususnya dalam hal penghargaan terhadap hak cipta.

  3. asyik pak, saya punya sodara yang masih kecil2 dan notabene tinggal agak di remote area begitu, tapi dengan teknologi ini, saya harap mereka jadi jauh lebih maju walo banyak keterbatasan, daripada main game ga jelas dan banyak bermuatan unsur sadis.

  4. Game —- terlepas itu dari genre game yang bagaimana, apakah game edukasi atau bukan akan tetapi game memang telah menjadi salah satu artefak budaya, “Memperkenalkan Indonesia Lewat Game” akan jadi salah satu goal disamping menunjukkan kehandalan desainer game dan programer kita.
    Team work, dibutuhkan untuk pembuatan game yang baik, meskipun ada yang mampu mengerjakan secara individu, tapi dalam skala yang sangat kecil tentunya.

    Apabila kita melihat perkembangan dunia game saat ini, game telah membentuk suatu budaya baru budaya bentukan game, seperti pada negara Amerika, Jepang, Korea tentu saja kita sangat tertinggal jauh pada pengembangan salah satu produk dari Creative Industry ini. akan tetapi tidak ada kata terlambat. Tiada guna meratap dengan ketertinggalan tersebut tentunya, yang penting kita mulai berlari mengejar ketertinggalan itu … terobosan lewat institusi pendidikan tinggi sdh dilakukan (ITB, ITS dengan jurusan game technya dan poliseni dengan animasinya). Potensi budaya kita sangat besar untuk pengembangan game, ada banyak cerita rakyat, fabel, dsb yang menarik untuk dijadikan sebagai basic idea buat game. Lingkungan budaya Indonesia sarat dengan ide-ide kreative itu.

    Dari aspek media game, potensi besar media sebagai media edukasi, dari beberapa pengamatan ilmiah yang saya lakukan, hingga kini hanya media game satu-satunya yang mampu memberikan tingkat ketagihan (addict) yang tinggi kepada audiance nya untuk menggunakannya, dan akan sangat baik apabila medianya game — contentnya EDUKASI, siswa tanpa menyadari sudah ketagihan melakukan kegiatan belajar, ini kan suatu hal yang positive

    Sekali lagi, game in edukasi asal dikemas baik sesuai dengan konsep-konsep edukasi, akan sangat menarik-menarik-menarik-menari dan pada akhirnya baik-baik-baik.

    sukses selalu ….

  5. Saya adalah game developer yang ditunjuk. Mohon maaf baru posting karena menunggu konfirmasi kepastian skenario dari tim lain supaya tidak dobel post.

    Oh ya ralat Pak, nama saya: Imam, bukan Iman 🙂

    Berikut ini adalah rancangan skenarionya. Jika ada usulan / kritik akan sangat membantu, karena ini adalah game kita utk mewakili produk Indonesia di ASEAN.

    ————–

    Judul: SOUTH EAST ASIA TRAVELLING GAME

    Journey Game digabung dengan Trivia Game.

    Game diharapkan dapat berjalan dengan spesifikasi yang rendah agar dapat digunakan di setiap Negara dimana beberapa Negara ASEAN masih ada yang perkembangan Itnya kurang berkembang. Game disarankan 2D yang dapat dirunning dari CD ROM dan Online berbasis internet. Game ini mencakup Audio, video dan real image.

    Konten awal dibuat dari Ooh card yang dikembangkan oleh SPAFA dan APCEIU dan akan bekerjasama dengan National coordinator dari 11 negara yang ditunjuk kemudian akan membantu penyediaan konten berhubungan dengan negaranya masing-masing dan juga berfungsi sebagai pendelegasian tugas pilot test nantinya.

    Game berbentuk journey dan trivia ini pada awal permainan, pemain memilih negara awal untuk memulai petualangan tersebut. Pemain akan diusahakan menggunakan icon-icon –icon negara masing-masing atau hanya menggunakan icon kosong.

    Pada saat memainkan game, pemain akan diberikan petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada negara atau wilayah tersebut. Pemain harus menjawab pertanyaan seputar wilayah tersebut agar mendapatkan clue untuk memecahkan suatu permasalahan dan akan melangkah pada wilayah selanjutnya.

    Permainan akan dilengkapi dengan beberapa unsur termasuk misalnya unsur makanan dan stamina. Selain mendapatkan medali pada setiap clue yang terjawab, pemain juga akan ditawarkan untuk penambahan makanan untuk mengenalkan kuliner di setiap daerah masing-masing. Setiap pertanyaan yang salah akan mengurangi unsur game tersebut. Game harus menampilkan unsur menang dan kalah. Game tidak berupa kekerasan tetapi lebih ke pendalaman pengetahuan.

    Game ini harus dapat mengenalkan budaya masing-masing negara, dalam artian, harus memecahkan pertanyaan yang diarahkan pada kebudayaan masing-masing. Misalnya dengan memasukkan unsur kebudayaan seperti pertanyaan seputar alat musik, tempat wisata, pakaian adat, pusat budaya dll.

    Game ini menawarkan hadiah bagi pemain setelah menyelesaikan level per level atau bagian per bagian. Hadiah tersebut dapat berupa icon-icon pada kebudayaan negara masing-masing. Misalnya ketika berada di Indonesia akan mendapatkan mahkota yang berbentuk candi dan sebagainya.

    Peserta adalah seorang “travel guide” yang membantu seorang “petualang” untuk berkeliling Asia Tenggara. Tempat tujuan berupa petunjuk yang ditampilkan dalam bentuk foto kepada pemain.

    Setelah pemain mendapatkan foto tempat tersebut, pemain harus menyiapkan ‘bekal perjalanan’ dengan menjawab satu pertanyaan dari ‘local people’ di negara tersebut.

    Pertanyaan dari ‘local people’ tersebut berupa pertanyaan yang berhubungan dengan negara / wilayah tersebut.

    Goal: untuk menuju ke tempat yang ditunjukkan di dalam foto, dan setiap mendapatkan satu tempat, level pemain bertambah dan ada hadiah tambahan.

    Desain karakter dan tampilan diharapkan mirip dengan game:
    “Where In the World is Carmen Sandiego”

    Game diusulkan dilengkapi dengan content 100 percakapan masing-masing budaya tiap negara dengan pengantar utama bahasa Inggris.

  6. sepertinya di India terdapat game mono-kultural yang mengangkat cerita daerah. mungkin bisa dijadikan referensi.

    *googling ajah pak… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: