vietnam dan kenyamanan sebagai pengunjung & selayang pandang

pada kunjungan ke vietnam awal bln september ni, ada banyak hal yg menarik utk di simak, negara tetanggakita, mereka baru bersatu setelah perang saudara pada thn 1975, dimana vietnam selatan yg di bantu oleh usa akhirnya kalah oleh vietnam utara yg di bantu rusia dan china.

peraqwakan orang china relatif tidak tinggi dan kecil badanya, cederung kurus atau slim, aku anya pada temenku, apakah krn genetik atau makanan…mereka bilang 2 2 nya, tetapi saat ini vietnam, hanoi khususnya, mulai mengeliat, banyak bangunan tinggi yg di bangun oleh investor asing, banyak kawasan baru yg di kembangkan, banyak saran oleh raga yg di bangun juga..fantastis pembangunan di hanoi…

artinya kepercayaan masyarakat asing utk menginvest di vietnam cukup tinggi. pengalaman yg menarik adalahpada makan malam di pinggir mall , di pinggir jalan raya..di hanoi….rasa nyaman terjadi, tidak ada pengemis, tidak ada pengamen…tidak ada orang minta sumbangan…; bandingkan dgn jogja, bandung dan jakarta…..terutama jogja…begitu kita lesehan di malioboro…tukang ngamen langsung datang…nyanyi..sampai bbrp lagu…utk yg seneng ndengerin lagu memang nyaman…, tapi yg ingin menikmati makanan tentu tidak nyaman…, begitu juga bila kita ke bali..begitu di pantai sdh di kerubuti oleh penjual2 ..yg cukup agresif…buy me sir…etc…; memang beda padang …beda ilalang…

turis memang salah satu sumber devisa,  tetapi klo tidak di barengi rasa nyaman buat turis tersebut kan juga mungkin bikin enggan datang lagi….kecuali klo sdh biasa nawar..:)..

demonstrasi tidak ada..atau praktis tidak ada…, karena harus minta ijin dll…sekalinya kami lihat demo, mereka demo duduk, utk kenaikan gaji klo tidak salah…tetapi dalam jumlah kecil dan tidak mengganggu masarakat dan tidak anarkis…knp di indonesia cenderung anarkis…? di beberapa lokasi…? dan tidak terkontrol, sering merusak milik fasilitas umum…dst2..sayang …masalah latar belakang pendidikan mungkin salah satunya…juga pesenan salah dua nya…:)…, pelampisan kekecewaan salah tiganya…dst2 nya.

tapi  dengan pertukaran budaya, saling mengunjungi serta saling mengenal satu kelompok dengan kelompok yg lain, di asean, akan memudahkan berkomunikasi nantinya….

masalah transportasi tidak beda jauh dgn indonesia, sering macet, banyak sepeda motor, kaya semut sepeda motor di vietnam, tetapi tidak pernah/jarang terjadi kecelakaan, karena mereka saling memberi jalan dan sabar, cuman klaksonnya kaya di indonesia, bisisng..dibandingkan dgn thailand yg tidak pernah terdengar klakson mobil…

di hanoi, ada museum militer yg menjelaskan ttg perang vietnam gn perancis dan amerika, yg menarik adalah semangat mereka utk merdeka dan bersatu, mereka dalah bangsa yg 1000 thn di jajah china, kemnudian 100 thn di jajah perancis, ters masuk pengaruh amerika, akhirnya bebas dan bersatu thn 1975.

vietnam dulu adalah tempat percobaan senjata  modern, baik dari fihak amerika maupun rusia dan china…, mereka menang dan bersatu karena semangat yg tinggi utk memenagkan peperangan…

dan mereka sekarang berjuang utk mengejar ketertinggalannya di bandingkan negara asean lainnya…indonesia bisa belajar dari semangat orang vietnam yg tidak kenal meyerah dan padam..terutama dalam mengejar ketertinggalan dan melawan kebodohan intelektural serta kebodohan di dunia modern dan it…dimana banyak perusahaan nasional bisa dgn mudah  pindah dari tangan kita ke mns dan dari  satu mnc ke lain mnc..tanpa kita bisa banyak berbuat apa2…., kadang klo di evaluasi lebih mendalam, siapa pemilik perusahaan tsb…kita cuman bisa mengelus dada..bgt juga dgn yg ada di vietnam saat ini..mulai banyak mnc yg masuk…dgn tekd..asean utk asean…mari kita belajar bersama dgn negara lain …lihatperbandingan, belajar agar tidak di bodohin oleh negara atau mnc lain…mari menjadi tuan rumah di negeri sendiri…klo mungkin tuan rumah di negeri orang juga…:)…

saran?…bgmn karakter bangsa indonesia yad…10 – 25 – 50 thn yad sebaiknya….bhinekatunggal ika ..atau satu karakter yg siap menjadi wargaglobal …al.: disiplin tinggi, mau bekerjasama,  tidak putus asa-selalu berkarya yg terbaik dan optimal,  mau belajar terus,  mempunyai pikiran terbuka dan tidak marah klo tidak sepakat dan di kritik , toleransi serta mampu 3 bahasa asean?…..mungkinkah bhs indonesia akan menjadi bahasa asean?…karena saat ini penduduk asean 500 jt, dan yg  bisa berbahasa indonesia sdh hampir 300 jutaan…?

Iklan

7 Tanggapan

  1. pajak disana berapa pak? terutama kalau usaha, serta ada regulasi buat yang buka usaha apa saja, terutama perusahaan lokal. sebab setahu saya tax diluar indonesia jauh lebih rendah, dan regulasi lebih mendukung, serta bantuan IPO bagi perusahaan lokal

  2. saya melihat indonesia juga akan maju kalau welcome orang luar untuk tinggal

    dan mereka aman disini.

    busway transjakarta sudah mulai ada beberapa bule bule disana, dan menarik, wlaaupun kenyamannya super parah, terutama jam kantor dan pulang kerja

    budaya antri dan regulasi antri busway tidak ada.

    kalau kemang dibuat menluas kekota lain menarik.

    biasanya investor selalu mengirim orang dari negaranya untuk tinggal disini, dan kalau mereka bisa tinggal dimana-mana, ini sebuah indicator investasi menarik

    ini opini saya

  3. 10 – 25 – 50 tahun yad Indonesia bisa jadi negara yang panas pak, dikritik sedikit aja marahnya bukan main, mungkin hawanya yang panas ya pak?
    Gimana Vietnam pak, apakah hawanya adem ayem? sehingga masyarakatnya bisa aman2 aja?
    Rasanya memang menyenangkan bila di Indonesia juga kita bisa makan di pinggir jalan tanpa diganggu oleh pengamen atau pengemis…….

    Dalam bekerjasama, saya kira Indonesia fifty2 deh…. kalau komunitas kita…. bekerjasama adalah utama, karena dengan bersama-sama kita bisa… hehehehe kayak kampanye ya pak……..

    Wasallam.

  4. sungguh di luar perkiraan saya bangsa vietnam yang bapak deskripsikan, dalam hayalan saya yang gak pernah keluar negeri ini, vietnam sama saja dengan indonesia bahkan tertinggal jauh.
    mungkin karena terlalu banyak menderita, akhirnya mereka menjadi santun dan sangat menghormati orang lain.
    10-25-50 tahun, mungkin indoensia sudah bukan negara kesatuan lagi, sudah jadi negara federal atau apalah.

  5. Vietnam sekarang sudah mulai menyalip Indonesia dalam menarik investasi asing, disana lebih aman. Di bangkok saya merasakan hal yang sama, cuma disini orangnya agak jorok, kalau udah mabuk suka kencing sembarangan, bagaimana dengan disana pak, saya juga tunggu cerita dari Ade yang udah ampir satu bulan dari sana.

  6. berkaca dari cerita mas gatot, kita mulai di smk kita, telah banyak yg mas gatot buat untuk smk, tapi nampaknya mentalitas sebagian temen2 kepsek. perlu terus dimotivasi agar mau berubah.
    jangan seneng status sekolah internasional dsb. tapi kinerjanya masih seperti yang dulu.
    kapan mas gatot bisa bertemu dengan kepsek smk lagi

    salam

  7. Saya sebagai warga dunia merasa turut senang bahwa di vietnam orang-orangnya begitu giatnya bekerja dan kesatuan dan kebersamaannya betul-betul dihayati bersama sehingga masyarakat disana betul-betul bisa meni’mati hasil kebersamaanya itu sehingga mereka termotivasi untuk saling bahu-membabahu dalam mengatasi dan mengejar ketinggalanya dalam segala bentuk aspek ( sosial ,ekonomi,budaya,pendidikan,teknologi dll), sehingga terwujud suatu percepatan Pertumbuhan yang luar biasa seperti yang Bapak saksikan sekarang.

    Di Indonesia Pernah mengalami hal seperti ini terjadi pada era 1966-1995-an seluruh masyarakat masih “loyal” tunduk pada aturan, masyarakat sangat merasakan hasil pembangunan,demo tidak ada, tawuran tak ada, masyarakat merasa nyaman dan aman , adem ayem, sering terdengar panen raya ,Nah setelah reformasi, apa yang kita lihat sekarang…,Demo, kekerasan,pembunuhan, Perastuan dan kesatuan(Bineka tunggal ika) hanya sebagai simbul saja, hanya dibibir saja. inilah venomena sekarang dinegeri kita.

    Nah untuk 10-25 Tahun kedepan , jika Bangsa kita komit terhadap perkembangan teknologi, ada dua kemungkinan yang bakal terjadi di Negeri kita:
    -pertama Negeri ini akan jadi makmur lagi dengan catatan harus ada pemimpin yang cerdas, berahlakulkarimah bisa berbudi luhur, menguasai teknologi , berpandangan luas(mendunia), hatinya Nyegoro dan bukan dari partai dan bukan dari konglomerat tetapi dari intekltual relegius yang paham.Coba kita tengok sejarah dunia 14 abat yang lalu ,muncul seorang pemimpin dari kalangan rakyat yang bisa menjadi rahmatan lill’alamin (apalagi hanya Pimpinan Negara).
    -kedua Negara ini akan bercerai berai-lebih berantakan lagi manakala kita punya pemimpin masih dari partai, atau campuran partai, walaupun pemimpin itu menguasi teknologi,cendekiawan relegiuspun, karena partai hanya memikirkan pataiya (Nasional Partai)karena apa, yah… kalau partainya jaya negara akan jaya tetapi kalau partainya kalah/jatuh maka muncul lagi pimpinan dari partai yang baru lagi.

    Ini pendapat saya bukan pendapatnya Pujangga tempo doeloe.

    Semoga Pak Gatot HP bisa berberan sebagai Maha Patih Gajah Mada Tempo Doeloe (sekali lagi Berberan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: