vicon di banyak titik

dear all,
utk vicon di bbrp lokasi p4tk di minta ijinnya utk workshop, termasuk bbrp titik pt, sekolah dll.
utk cianjur, p4tk  cianjur mungkin bisa sebagai tempat utk workshop, karena sdh ada titik sambungnya ke seamolec, di jabar ada bbrp, tasik-stimik, subang-stimik, cirebon-stimik, bandung-stimik yg sdh tersambung dgn sistem seamolec dan jardiknas serta peralatan vicon dan multicast nya.

di jatim ada 19 lokasi yg sdh ada multicast nya, hal ini harus di test kesiapannya setelah lebaran harus di coba terus menerus sebelum hari H, hal lain bisa bertahap, mulai dari setelah hari raya 5 – 7 lokasi, 28 lokasi, 35 lokasi dan pada tgl 25 november sebanyak mungkin titik yg bisa tersambung membuat workshop tentang pemanfaatan it utk pembelajaran, persiapan edugame melalui hp – suatu media pembelajaran masa depan, dll yg di siapkan panitia lokal. sehingga kombinasi pusat, daerah akan terjadi dalam workshop tersebut.
sentranya di seamolec saja, tersambung dgn semua p4tk(12), lpmp, sekolah, dinas kota/kabupaten dll…memang harus di test terus menerus sistem tersebut……

klo program pmptk di 460 titik daerah terpencil sdh tepasang, bisa kita buat di setiap kecamatan tersebut…ini pr sd akhir tahun, maupun awal thn depan…

suatu saat klo 7000 kecamatan tersambung  dgn sistem seamolec, baik dlm negeri maupun asean, kan semua guru tinggal ke titik yg terdekat dgn tempat tinggal nya…tinggal masalah sertifikat harus di fikirkan secara sistematis peserta dari setiap titik harus juga terisgritasi keseamolec dan klub guru…sisitem ini sdh kita kembangkan..utk 45 juta siswa…lihat nisn.jardiknas.org..

saran anda utk kesediaan sebagai salah satu simpul workshop, mohon di tulikan di bawah ini..terimakasih

Iklan

8 Tanggapan

  1. super! (mengutip om Mario Teguh) saya mendukung ide bapak, nantinya indonesia punya saluran komunikasi khusus untuk pendidikan, gak perlu lagi bayar ama telkom dll.
    data di nisn.jardiknas.org lengkap sekali, tapi kayaknya ini beda ama yang om bicarakan, kalo nisn kan web-based centralized data collector, bukan infrastruktur yang super! diatas. btw kami siap membantu

  2. Ide yang sangat bagus dari mas Gatot HP sangat mendukup pendidikan, terutama pendidikan kejuruan di masa depan. Tapi ingat infrastruktur aja tidak cukup kalau sumber daya manusianya baik guru, tenaga kependidikan, siswa dan masyarakat kita belum welcome terhadap IT.
    Sangat sulit menggerakkan guru-guru untuk belajar IT, apalagi guru yang sudah tua.

  3. super! (mengutip om Mario Teguh)
    @Sudarman, M.Kpd.
    Setuju. bagaimana dengan isinya ya… sekarang jalur komunikasi sudah ada, lalu isinya apa, apakah hanya internet (mencari informasi yang sudah ada)? satu lagi … mati lampu … byet.
    mengenai menggerakkan guru untuk belajar IT adalah mudah, tinggal ada ketegasan dari pemerintah, tetapi yang penting adalah setelah mereka itu… apakah komputer itu hanya untuk mengetik?

  4. @terimakasih masukannya, mari kita seapkan dalam waktu sd akhir tahun ini siapa yg siap, kita lakukan bersama…

  5. dengan adanya vicom mungkin kami para mahasiswa bisa belajar pembicara-pembicara dari luar yang notabennya mempunyai kemjaun teknologi yang lebih di bandingkan di Indonesia, sehingga kami dapat mengetahui perkembangan teknologi terbaru.

  6. Setuju. Ide yang sangat bagus untuk pengembangan pendidikan di indonesia. biar kita tidak ketinggalan dengan negara lain. kalau hal ini jadi diterapkan ke semua tempat di indonesia (7000 kecamatan) tentu daerah- daerah termasuk kategori tertinggal bisa mengejar ketertinggalannya dalam pendidikan. sehingga mereka tidak perlu lagi jauh – jauh datang ke jawa atau kota besar hanya untuk mencari sistem dan materi pendidikan yang lebih baik. cukup tetap di daerah mereka berada dan mereka bisa mendapatkan materi yang hampir sama dengan yang berada di tempat yang sistem pendidikannya lebih baik. semoga pendidikan di indonesia bisa kearah yang lebih baik. amin

  7. Saya sangat mendukung program ini, karena dengan adanya cara pembelajaan vicon maka waktu dan tempat bukanlah menjadi masalah lagi. akan tetapi saya sebagai mahasiswa, jika bisa, bertatap langsung dengan pengajar tetap lebih baik, oleh karena itu, jika bisa bertemu langsung dengan dosen pengajar walau hanya sekali tetap diharapkan. terima kasih

  8. Saya pribadi juga mendukung dan merasakan manfaat vicon ini, hanya saja perlu dipertimbangkan, untuk sistem belajar tatap muka saja bila jumlah siswanya terlalu banyak, hasilnya kurang maksimal. Mungkin saja suatu saat nanti, program pembelajaran tidak harus dilakukan di sekolah, tapi bisa dilakukan dirumah dengan terhubung internet saja. jika ini terjadi, tentunya biaya pendidikan tidak harus menjadi mahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: