tiongkok dan india sebuah pengamatan perjalanan

bulan desember saya berkesempatan mengunjungi 2 negara yg menjadi sorotan dunia saat ini karena jumlah rakyat yg banyak dan perkembangan ekonomi yg signifikan.
2 kota yg aku kunjungi qunzo dan shensen, pusat pertumbuhan ekonomi tiongkok,bagaimana tiongkok menyiapkan sdm nya, mereka membangun suatu komplek universitas dimana 10 uni mempunyai kampus disana, dimana setiap uni mempunyai kira2 40 bangunan bertingkat 4 – 8 dgn kapasitas 30-40.000 mhs, sehingga total minimal 240.000 mhs akan sekolah di sana, yg di dukung oleh 10 univ dari tiongkok.
komplek ini di bangun dalam 2 tahun dan selesai dan bagus, lengkap dgn sarana olah raga utk setiap univ nya. anda bayangkan utk suatu kawasan industri yg maju pesat dalam 12 tahun di sediakan fasilitas penyediaan sdm oleh pemerintah. cukup kencang kemajuan di daerah ini dalam 12 thn terakhir, bgmn mereka dlm 10 – 20 thn yad..?
kota dengan penduduk 12 juta an ini tertib lalu lintas dan sarana lainnya, menarik…nyaman utk di tinggali dan cukup murah utk belanja sesuai dgn kebutuhan, karena kebanyakan berupa grosir utk pemesanan ke ln. jadi berupa hub utk perdagangan, utk bbrp item yg sempat kami amati dan beli, cukup murah dan pengerjaannya halus, walaupun mereka meniru merk2 terkenal..

jika di lihat kemampuan mereka meniru dgn teliti dan rapi, menarik….artinya mereka punya sdm sendiri yg sdh terlatih..yg tinggal di geser utk pembuatan merk mereka sendiri dgn kwalitas tinggi dan harga 1/3 atau 1/5 dari yg asli….artinya dalam persaingan dunia…mereka bersiap2 masuk kepasar manapun juga…
pemerintahan yg komunis tapi pro kapitalis dan relatif bersih, memacu pertumbungan investasi di sini….tidak ada demo, mereka pekerja keras dgn upah yg terjangkau perusahaan, dan relatif murah…menyebabkan produk juga menjadi murah dan siap bersaing….
negara ini mengadopsi maupun melakukan reverse engineering utk setiap produk orang lain dan di coba di buat di negara ini…anda lihat sendir…ipod di sini = 150.000 rph, yg asli 1,8 juta..walaupun kita harus hati2 thd life time mereka…
perjalanan ka ke shensen, saya rasakan spt perjalanan kereta di jerman, karena kwalitas gerbong dll nya sama dgn db jerman yg ice, dan setiap 22 menit ada kereta yg menghubungkan 2 pusat ekonomi tersebut…
shensen dgn atraksi window of the world dan masyarakatnya…adalah kota industri yg menarik utk di amati dan di lihat perkembangan investasi asing yg masuk ke sana..

india, aku masuk ke kalkuta, ikut seminar tentang freeand open soffware selama 3 hari, dimana kita memperesentasikan tentang edu mobile game yg sdh kita kembangkan di indonesia mllui sekolah smk maupun politeknik, banyak yg mau ikut gabung dgn program kita, dan kita akan rundingan lagi bulan maret utk membuka sinergi dgn jadavpur univ di kalkuta. hal penghuni…waduh..namanya manusia…buanyak sekali..ndak kebayang bgmn mereka di beri makannya oleh pemerintah india…, kota dgn 10 – 11 jutaan penduduk, dan terletak di dataran rendah, yg katanya akan hilang bila air laut naik 1 m..termasuk bangladesh tetangga sebelahnya.
seumur hidupku belum pernah tumpahan orang sebanyak ini di suatu tempat dan semua bergerak mencari lingkungan serta temannya…anda bayangkan kalau ke pasar di indonesia yg paling rame…di satu tempat…, danini di separuh kota kaya pasar yg padat..pendidikan yg baik adalah pendidikan yg beraliansi dgn sekolah asing, sekolah negarinya tidak terlalu menonjol dalam persaingan dunia….yg menarik jumlah penduduk nya 1, 3 miliar, dan gurunya 5 jutaan, indonesia 240 an juta gurunya 2,7 juta….india fokus pada pendidikan tingg, dan utk eksport sdmyg berkwalitas dan pendidikan tinggi, karena mereka sdh di siapkan dgn baik utk menjadi pekerja global…mulai sd sd slta sekolahnya berbahasa inggris, dan salah satu bahasa nasional…dimana bahasa nasional nya ada 22 bhs…untung indonesia hanya punya 1 bhs nasional yaitu bahasa indonesia…terimakkasih kita pada pemuda yg mendeklarasikan sumpah pemuda tgl 28 oktober 1928… pendidikan di sini relatif cukup terjangkau mirip dgn indonesia, cuman berbahasa inggris dgn baik dan juga ketet masuknya utk pt; salah satu info wkt kunjungan ke iit delhi…yg berminat 300.000 yg masuk hanya 1500 mhs…, tapi lulusan nya kebanyakan langsung ke usa dan masuk mit…..kita..?tapi masih banyak yg bisa kita sinergikan utk kemajuan 2 bangsa ini….kita harus bangun sinergi ini secepatnya..krn mhs kita hanya 270 an di india…bgmn bisa sinergi dgn uni india, tetapi 1 juta mhs kita bisa sandwich dgn sekolah2 yg ada disana….? tantangan kita semuanya….karena 1 + 1 tidak sama dengan 2, tapi bisa 1 juta atau 5 miliar…artinya potensi 1 negara jika di sinergikan dgn potensi negara kita, bisa menghasilkan 5 miliar peluang lebih baik dalam kehidupan global.

guru india terjangkau, singapura mengimport guru matematika dari india, karena bahasa inggris maupun bidang matematikanya…bgmn indonesia mau memanfaatkan hal yg serupa..? mari kita coba..thn ini…dgn 3 – 5 sekolah…berminat..? delhi adalah kota yg tertata rapi kaya di inggris, dan bangunannya seperti di inggris…yah duplikasi dari uk …;indonesia bekerja sama dgn india dlm bidang pendidikan yg di motori oleh pu, di beri jatah 30 orang/tahun, tapi hanya bisa 10 mhs yg lolos setiap tahun nya…dan dari mereka yg masuk ke india banyak yg do , karena tidak bisa mengikuti pelajaran bila di campur dgn anak muda india…- info dari kbri..-, mungkin ini salah satu entry utk masuk india..saran…

Iklan

3 Tanggapan

  1. Menarik sekali Pak Gatot paparannya. Inilah referensi itu. Sudah ada yg melaksanakan dan bahkan terbuka untuk saling kerja sama, kondusif dan produktif. Mestinya banyak sekolah & univ yg tertarik. Usul Pak, walaupun sekilas, ada baiknya kalau hal ini Bapak ceritakan saat seminar atau saat2 serupa. Semoga sinergi ini cepat terlaksana, Allahuma Amin …

  2. luar biasa…trimakasih sharing ilmu dan ceritanya Pak Gatot ๐Ÿ˜€
    oh iya salam kenal, saya dari Kendal sama dg Pak Pur ๐Ÿ™‚

  3. Syukurlah….

    Bapak GHP Yth.,
    Memang kita perlu bekerjasama dengan RRC lagi. Tahun 1955 saja seluruh dunia geger dengan keberanian kita mengusung konferenz Asia-Afrika.
    Namun kiranya perlu difahami, bahwa RRC bukan hanya Shenzen, Kuangchou atau Shanghai saja. Disana masih ada Ganshu, Shanxi dan ratusan juta masyarakat miskin. Mereka masih bisa maju karena tahu yang akan mereka lakukan. Mereka juga tidak malu-malu mengatakan dirinya komunis, dimana penerapan prinsip sesungguhnya adalah sosialisme. Jerman juga memegang prinsip yg sama, dimana sesungguhnya national-sozialismus adalah aturan main (system) yg dianut. Makanya ada symbol YIN-YANG.

    Lalu bagaimana dengan Indonesia ???
    Ada Pancasila, kok. Cuman penerapannya yg ngga karu-karuan aja. Lha maunya dibikin kayak amerika. Ya Mana MU’IN ??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: