china menyiapkan 6000 doktor/tahun

dari suatu diskusi dgn frei university berlin didapat info bahwa china mengirim 6000 anak2 yg pandai utk mendapatkan doktor di luar negeri thn ini, dan jerman antusis sekali utk menerima mereka utk meneliti di jerman dan masuk sistem penelitian serta universitas mereka..

indonesia thn 2008 mengirim 1100 an dosen ke bbrp negara ,utk mengambil master dan doktor,  al australia 262 dosen,  7 ke austria,  92 belanda, 3 belgia, 2 china, 1 denmark,  129 inggris, 5 italia, 144 jepang,  68 jerman,  6 kanada,  12 korea,  malaysia,  18 perancis, 8 philipina, 6 rusia,  8 singapura,  12 taiwan,  37 thailand,  17 an ke usa dan bbrp negara lainnya  swis, spanyol, swedia dll.

klo di lihat perbandingan penduduk antara indonesia dgn china,  upaya yg kita lakukancukup memadai.., tapi perlu di tingkatkan lagi dgn sinergi dgn segala lembaga yg selama ini memberikan beasiswa ln ke indonesia.., sehingga  bisa di perbanyak  quota dari negara tersebut…tapi ini perlu diplomasi dan perjuangan yg tidak kenal lelah…

jerman sedang  membahas juga..utk memperbanyak mhs asing, masuk ke uni nya, karena jumlah mhs jermansecara pelan berkuruang yg masuk ke uni mereka karena masalah demografi mereka; dimana yg tua makin banyak dan yg muda makin sedikit…sehingga muncul issu utk mendatangkan orang asing utk menyamakan  keseimbangan demografi ini dlm jangka panjang…

bagaimana indonesia…? mari kita pikirkan bersama utk mencetak orang pandai masuk dalam sistem kita….usa memberikan green card 50.000 orang setiap tahun, artinya.. usa juga mengambil orng2 pandai dari seluruh dunia utk berkarya di negaranya…; mungkinkanindonesia menarik dan bisa menarik otak2 terbaik di dunia utk bekerja di dalam sistem kita..? itu perjuangan kita bersama…klo bangsa ini mau makin maju dimasa mendatang..

just for your info …

Iklan

8 Tanggapan

  1. saya pikir lebih baik memintarkan semua orang indonesia dulu daripada mendatangkan orang2 pintar ke indonesia pak, percuma kalo banyak orang pintar di negeri kita, namun orang yang “tidak pintar” juga lebih banyak..

  2. Bagaimana kalo memulangkan dulu orang pintar indonesia yang di negara lain. atau lebih fokus ke teman-teman yang sudah belajar dari luar untuk memberikan feed back bagi negara kita. Sehingga progress kemajuan tidak hanya dilihat secara kuantitas dari jumlah saja.

  3. Masih belum berimbang pak.. Masih perlu mengirim banyak lagi calon doktor ke negara maju. Hanya dengan cara ini teknologi mereka bisa dibawa pulang ke tanah air utk dikembangkan.

  4. Kalau saja PTN terkemuka di Indonesia bisa menerima minimal 2000 orang guru setiap tahunnya untuk dididik kembali (re-train) maka sebenarnya upaya ini akan dapat mengimbangi kekurangan pengiriman ke luar negeri. Lagipula menurut saya para gurulah yang perlu untuk dididik lebih baik agar kualitas pendidiakn kita menjadi semakin solid. Saya yakin ini jauh lebih mudah dan murah
    Salam
    Satria

  5. Satu tantangan terbesar bagi Indonesia adalah mengelola pengetahuan yang ada di SDMnya. Karena, ternyata, para doktor yang tercantum namanya di direktori doktor Indonesia sebagian tidak menebar ilmunya dengan menjadi guru-guru bagi mahasiswa Indonesia.
    Apa yang salah? Bisa jadi Beliau2 tidak mendapatkan penghargaan (baik dari sisi finansial maupun didengarkan sarannya) akan pengetahuan yang dimiliki. Betapa banyak kesalahan kebijakan pembangunan Indonesia akibat tidak bisa menggabungkan berbagai kekuatan pengetahuan SDMnya.
    Jadi, kalo mau kirim orang keluar negeri untuk jadi doktor, perlu disiapkan sistem penghargaan bagi mereka.

    Jabat erat,
    singgihs

  6. Perkembangan besar jerman adalah bergeser dari negara yg kuat di bidang industri ke bidang seni dan disain.. dan it, sekarnag kita indonesia bergeser dari agraris ke negara industri dan mulai menuju ke lompatan IT, sebaiknya s2-s3 yang akan dikirim kesana merata disegala bidang, dengan mendahulukan tenaga2 pengajar (guru dan dosen) maupun praktisi yang mau mengembangkan pendidikan secara lebih impresif.. ok ditunggu pak tindak lanjutnya

  7. Kita, Indonesia punya ratusan ribu doktor….

    Tapi toh Situ Gintung tetap saja jebol. Jika Bendungan Szechuan jebol karena bencana gempa, Situ Gintung karena salah urus. Ini hanya salah satu contoh kiprah doktor kelas ecek-ecek…

    6000 doktor sangatlah sedikit bila dibandingkan dengan 1,5 Milliard penduduk RRC.
    Namun kita juga punya doktor yg hebat-hebat seperti doktor GHP, doktor Budi Darma, doktor Soemarlin, doktor Emil Salim, doktor Satrio Soemantri, etc.
    Saya dengar persis dari alm Papa saya, yg dulu satu kelas di HBS-Semarang dg Prof. Soemantri Brodjonegoro.
    Negeri ini memang harus diurus oleh doktor yg bener, bukan doktor ecek-ecek bin abal-abal….

    Kata Hadist : “JIKA URUSAN PENTING DIPEGANG OLEH ORANG YG TIDAK KOMPETEN MAKA BENCANA AKAN SEGERA DATANG”
    CMIIMW (Correct Me If I’M Wrong)

  8. @deear all,
    terimakasih masukannya, ini yg hars kita percepat hasil riset yg tepat guna utk masyarakatnya dan di ketahui oleh siapapun trtm ttg metoda serta implementasinya…semoga kita menjadi lebih pandai…dan makin santun dalam dunia internasional serta makin produktif…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: