wajar 15 tahun dan bermutu

pemerintah thai rupanya sdh meluncurkan wajar dan bermutu 15 tahun utk warganegaranya, dmkn yg di sampaikan oleh sesjen kementerian pendidikan thailand pada acara world teachers day yg ke 4 di bangkok hari ini, menarik apa yg di kemukakan, serta menjangkau mereka2 di daerah pinggiran yg tidak terjamah oleh pendidikan …selain itu juga anak raja yg putri klo tidak salah, mendorong dan membiayai 85 sekolah pinggiran utk tersambung dgn internet,

sehingga mereka dapat belajar dgn ilmu yg terbaru walaupun tempatnya di pojok manapun dan miskin….dan program ini sdh berjalan 12 tahun, dan rencana pemerintah akan mengambil alih dan membiayai hal tersebut yg sdh jalan…gmn klo di indonesia orang2 yg kaya…menyumbangkan ide dan biaya awal thd suatu hal yg baru, bila sdh jalan langsung di lanjutkan oleh pemerintah…suatui pemikiran…gmn anda..?
utk ke 85 sekolah tersebut, semua kurikulumnya, terstandard dan jadi satu servernya, di salah satu uni/sekolah yg di distribusikan secara bertahap ke semua sekolah tersebut.
klo semua file yg di beli pemerintah indonesia sekarang lebih 500 buku dan film yg di sumbangkan oleh siapapun juga bisa di unduh dan di taruh di setiap sekolah yg tersambung internet…akan makin maju dunia pendidikan kita..apalagi klo semua guru kita sdh melek it..dan di kembangkan satu guru satu laptop – sagusala….tambah cepat kemajuan indonesia…dan memang salah satu kunci utama adalah guru yg makin tinggi kwalitas serta kompetensinya…
kita baru memulai peningkatkan kesejahteraan guru kita, dan ini akan berdampak terhadap konsentrasi mengajar dan mau belajar lagi…semoga…

Iklan

6 Tanggapan

  1. itu baru pemerintah yang punya itikad baik, salut!

    moga kabar ini juga cepet tersebar agar makin memotivasi pihak2 yang seharusnya peduli dengan pendidikan bangsa turut ambil bagian memerdekakan bangsa ini bagi generasi mendatang.

  2. Suatu contoh negara tetangga yang baik.. kami di SMKN 39 Jakarta..selalu meberikan pelatihan IT kepada teman2 guru sehingga teman2 sudah berlomba2 untuk beli labtop walupun harus nyicil sampai 24x..

  3. Contoh yang cukup bagus untuk di tiru Indonesia, bukankah di bidang pertanian kita juga selalu mencontoh Thailand. Demi anak bangsa kita ndak usah malu mencontoh. Cuma permasalahannya apakah para pengusaha kaya yang banyak uang itu mau menyisihkan sebagian uangnya untuk kemajuan pendidikan kita, bagaimana kalau agak dipaksa agar mereka mau turut serta memajukan anak bangsa. Bagaimana kalau Bapak-bapak pejabat, pegawai negeri, guru yang sudah sertifikasi iuran membangun sekolah unggul dan gratis…. Saya sangat setuju kalau guru-guru yang sudah sertifikasi diberi kewajiban untuk mengembangkan sekolah pinggiran.
    Untuk pengembangan kemampuan guru di bidang IT, memang harus ada sedikit pemaksaan. Guru-guru kita rata-rata malas belajar IT, untuk itu perlu agak dipaksakan. Di SMKN 1 Geger, guru-guru memang saya paksa untuk ikut ARISAN LAPTOP, saya berharap dalam 1 tahun sudah ada 12 guru yang punya laptop, dalam 2 tahun sudah ada 24 laptop dan seterusnya. Sekolah sudah saya siapkan Internet Unlimeted dan Acses Point yang bida diakses kapan saja meraeka mau.
    Mas Gatot, untuk mengembangkan sekolah pinggiran diperlukan tegaga guru yang masih segar dan punya kemampuan di atas rata-rata.
    Kapan mas hal ini bisa terwujud…….?

  4. Sudah saat qta memulai menyingkirkan ketertinggalan scr regional, asia pasifik, pa lagi dari dunia internasional. Dan guru sbg ujung tombak kemajuan masy memang harus diperdayakan / dioptimalkan kemampuan n kinerjanya. Dg sistem jejaring mpk metode terbaik un bikin sinergi baik kurikulum kbm maupun evaluasi scr komputerisasi onLine. Kami dari guru SMA N 1 Karangmojo Gunungkidul dg wbs http://www.sma1karjo.com tergugah un berpartisipasi dan siap membantu manakala Indo saatnya untk mengarah ke yg lebi maju. Berjuang terus Pak SeAMOLeC harus bisa. Dari bawah kami berusaha.
    Sbg laporan SMA kami telah koneksi internet atas bantuan dari pihak swsta Bakti BCA. N dah daftar ke link jardiknas lewat SMK 2 (STM) Wonosari Gunungkidul

  5. @terimakasih masukannya..kita bersama berjuang utk menambah kecepatan setiap guru agar bisa tersambung internet…

  6. Seandainya para pengusaha dan orang2 kaya di INDONESIA bisa dan mau untuk berinvestasi di dunia pendidikan, tentu mutu lulusan akan menjadi lebih baik. Hanya saja saat ini keterlibatan mereka masih sangat kurang dan bahkan terkesan tidak peduli dengan pendidikan.
    Lihat saja, pada pelaksanaan Prakerin, maupun bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pihak sekolah masih dipandang sebelah mata dan menjadi beban bagi mereka. Dunia pendidikan masih dipandang sebagai dunia lain yang menakutkan dan merugikan apabila dijadikan mitra mereka.
    Oleh karena perlu dicari suatu formula yang bisa menjadikan mereka merasa butuh menjalin kemitraan dengan dunia pendidikan. Hal ini tentu tidak hanya bisa dilakukan oleh sekolah, tapi perlu campur tangan pemerintah melalui instansi-instansi terkait lainya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: