harga internet di 3 negara dan pendidikan non formal utk 1 juta peserta

membandingkani jln tool internet yg berbeda dari negara maju di jerman 20 euro utk 16 meg, usa 50 us$ utk 27 mega sampai dirumah, 200.000 rp/ 1mega /bulan di indonesia?, …menarik ya makin maju makin tinggi daya beli dan makin murah sambungan internet sampai rumah….lha kalau di kota kecil atau kecamatan..mungkin masih

banyak yg belum tersambung…ya sabar aja..tinggal bgmn kita mensiasati kondisi ini ? hal lain yg menarik an di indonesia juga sdh dimulai, disekitar kampus ttg hotspot khusus utk mahasiswa suatu universitas…di ohio, di seluruh kota , selama kita terdaftar sebagai mahasiswa, bisa akses internet dimana saja …menarik…mungkin kan seluruh depak tercover oleh ui, atau bandung utara oleh itb, dan unpad serta jatinangor maupun sleman oleh unpad, ugm, malang barat oleh unibra hot spotnya..asal mereka terdaftar sbg mahasiswa..? dgn login serta pasword.. yg berlaku setiap semester..?
karena kita bisa lihat pemakaian inernet setelah jam kantor atau sekolah tutup, berkurang..padahal pembiayaannya flat sebulan…..klo bisa di share di sekeliling kampus alangkah indahnya…

hal lain, orang2 disekitar kampus bisa belajar on line dan memakai pola hibrid, sehingga pengaruh thd peningkatan skill serta pengetahuan makin terasa…bukan hanya kos2n..atau bisnis makanan yg berkembang…sehingga kampus bukan menara gading lagi…:)..saran..?
mari lebih berguna dan bermanfaat utk sekeliling kita…sehingga istilah 1 juta mahasiswa disetiap kampus dapat kita dorong…dan kita lombakan…:)
siapakah dan kampus mana yg bermanfaat bagi 1 juta peserta didik baik yg formal maupun informal serta non formal….bayang klo setiapkampus yg besar seluruh civitas akdeminya menolong dan memandaikan 1 juta orang/tahun akan makin maju indonesia kita …ayo kita kerja bareng dan mulai dari sekarang..:)…ini himbauan utk kampus besar dan yg mau dan mampu…krn hal ini tidak mudah…:)..

mungkin salah satu cara adalah tugas matakuliah  sosial skill kita masukkan 2 sks/tahun,  dimana dalam mt kuliah tersebut mhs harus menolong atau mengajar atau melatih bidang2 yg dia kuasai di sekolah/lembaga kursus atu kelompok  tertentu dan di laporkan dalam blog atau fb atau media apapun,sehingga sharing pengalaman terjadi.

saat ini ada kira2 4, 5 juta mhs, klo masing2 menjalankan yg 2 sks ts, dgn peserta minimal 20  orang…wuuuiiiihhhhkan ada 90mjuta masarakat yg bertambanh pengetahuannya setiap tahun…. dan mhs nya tambah pandai berinteraksi serta membantu dirinya sendiri agar lebih terbuka dan pandai berkomunikasi…

ngajar atau training mereka dimana…ya di masyarakat, sekolah yg ada, posyandu, kantor lurah, rt, rumah dll, bahkan di lapangan bola utk jurusan olah raga bisa terjadi…

hal sebenarnya seperti kkn yg terstruktur dan terarah…memang sdh di mulai di ugm utk memberantas buta huruf…., hal ini bisa di ulangi utk bidang2 lainnya…it literasi misalnya…memasak….mendidik anak…atau apaun yg di butuhkan masyaraka…

bahan nya dari mana..? tersentralistik di salah satu institusi yg bisa di unduh dan di sebar luaskan secara gratis atau membayar dgn biaya terjangkau utk bahan ajar….

jadi siapapun bisa belajar apa saja dimana saja,…kpn saja….lama2 akan tebentuk masyarakat yg melek nformasi dan tahu akan hak dan kewajibannya…asyik kan indonesia akan makin pandai makin maju dan akan menjadi tuan rumah di negaranya nya sendiri….

sinergi dgn masyarakat, serta harapan yg jelas akan mendorong peningkatan  knowledge  makin baik… semoga….

saran dan kritikan..kita tunggu…

Iklan

6 Tanggapan

  1. pertamax, salam hormat
    mungkin yang perlu dipikirkan lebih dulu di Indonesia adalah bagaimana biaya untuk pemakaian internet menjadi lebih murah dan bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Internet merupakan barang yang mewah di negara kita apalagi di daerah saya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan internet. Belum lagi infrastruktur internet hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kota. di Kampung kami, sudah terbantu berkat adanya ICT (jardiknas), walaupun dengan koneksi yang sangat lelet, rata-rata guru yang baru belajar atau yang sudah melek internet pasti akan ke sekolah kami, begitu juga mahasiswa yang kebetulan pulang berlibur.
    Muncul memang keinginan masing-masing guru untuk berlangganan internet, tapi karena memang infrastruktur gak ada, jadi gak bisa.
    salam hangat dari Sape Bima

  2. Jdi ingat waktu saya di Jerman 3 tahun lalu pak, di kost2an ada internet dengan harga 10eur per bulan flat, dengan kapasitas download 2GB/bulan.

    Di Indonesia saat ini fenomenanya adalah dengan telkomsel flash, indosat broom, dan paket smart hp 300rb gratis internet 6bln, banyak dimanfaatkan oleh teman2 untuk bisa internet di rumah, karena sebenarnya intinya adalah kecepatan pengaksesan informasi, semakin cepat pertanyaa2n yg muncul pada saat belajar sesuatu terjawab dgn internet atau bahkan bisa nyasar2 ke informasi lain yg tidak diperlukan tetapi dianggap menarik, maka semakin cepat ia akan belajar.

    Bagi saya pribadi, fenomena yg diberikan oleh operator saat ini sudah termasuk murah.Hanya saja, 100rb bagi masyarakat indonesia masih mahal, sedangkan 10eur bagi masyarakat eropa adalah murah. Kemudian kualitas 100rb di Indonesia dan 10eur di eropa, sangat jauh berbeda, karena untuk koneksi dengan indosat saya masih sering juga tidak bisa konek, sedangkan di eropa always on dengan kecepatan yg stabil.

    Well, mmg lagi2 infrastruktur, dan fenomena social network memang membuat dunia IT menyenangkan juga bagi masyarakat yg lebih umum, karena pada dasarnya membaca kompas yg 1000 rupiah, lebih enak drpd baca kompas online yg harus dibayar pulsa lebih mahal drpd 1000.

  3. berarti bisa lewat rt-rw net pak, murah dengan gotong royang, kalau anak-anak kampus apakah mayoritas bisa menyatu dengan masyarakat sekitar ??? masih perlu dibuktikan dulu.

    untuk akses GSM atau CDMA masih belum bisa dijadikan keroyokan seperti akses line, harapan kita adalah regulasi wimax segera final dan cita-cita internet murah kita segera terealisir dengan banyaknya operator yang melayani.

  4. Internet murah seharusnya merata, antara telkom dengan pihak swasta. Sekarang ini ISP swasta seperti kita menjadi sepi pelanggan. Kita juga yakin, banyak ISP2 lain di Indonesia ini yang merasakan hal yang sama. Indonesia menghendaki banyaknya entrepeneur bermunculan, tapi di sisi lain banyak pengusaha ISP yang gulung tikar akibat ulah PT Telkom yang umbar janji bandwidth murah.

  5. Seharusnya internet lebih murah lagi…. Info yang sangat menarik, trim’s

  6. Tulisan yang sangat menarik, kritis serta membangun…. trim’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: