asean 5 thn atau 10 tahun yad..?

dear khalid, zubeir , resa, andi, aritonang, dani, hafid, joko, dina, anti, timbul dkk,
( aku ajak anda berfikir agak lain /beda dan agak besar walaupun susah, setelah aku melihat apa yg terjadi dinegara tetangga dan tetangga jauh, megalomania istilah bu dina..:)

setelah waktu berjalan dgn perkembangan it dan yg kita bangun bersama sejak 1999, mulai terlihat jaringan yg berkembang di daerah2/kabupaten dan kecamatan..bahkan bbrp sekolah sdh berbagi dgn lingkungannya menjadi rt-rw net…

investasi jangka panjang sdh mulai menuai hasilnya dari segi jaringan walaupun belum sempurna.. dan di setiap propinsi dan kabupaten ada jejaring yg siap di aktifkan kembali utk membantu percepatan pendidikan di indonesia dan asean maupun eropah.

saat ini yg sdh kita punya..
1. ict centr di 400 an kabupaten/kota dgn segala kwalitasnya, tapi sistem sdh in place.
2. jardiknas sdh menjangkau 1000 lokasi/diknas , 200 lebih uni, 30.000 an schoolnet
3. 69 pt yg pernah mendidik 12.000 teknisi tkj
4. 5 pt yg siap meningkatkan d4/s1 itb., upi, um, pnj,pens,ut dgn minimal 40 – 60 sks
5. 7 angkatan s2 yg kita sekolahkan utk s2 it jaringan
6. 23 pt hylite dan potensi di kembangkan menjadi 81 pt
7. kesepakatan kita dgn soi, dan eun
8. pengembangan seaedunet

goal yad( mungkin) dalam 10 tahun yad atau 5 thn yad.?

1. sambungkan 250.000 lembaga dalam sistem jarinagn internet/intranet
2. semua guru dan dosen melek internet
3. 80 %- 90 % siswa kita yg berjumlah 50 juta mempunyai akses ke sumber belajar yg berstandard tinggi
4. 1000 institusi asean maupun asia pasifik terkoneksi dan saling mengisi program utk percepatan dan mobilisasi staf/guru/dosen dan siswa/mhs
5. bahasa indonesia dan bahasa inggris/asing ke 2/ke 3 di kuasai oleh 50 % anak2 asean
6..bgmn 5 juta rumah di indonesia tersambung sistem, dan 1 juta di asean..?
7. dst..dst

stragegis pencapaiannya dgn mensinergikan program yg ada di seamolec dan seameo

1.workshop 2 hari utk 69 pt yg mau gabung dgn konsorsium tsb..zubeir koordinatornya
2.workshop utk 5 pt utk d4/s1 utk marketing bersama utk pendidikan yg dibiayai oleh pemda, pmptk,p4tk , lpmp.. aritonang koordinatornya, sebagai pengembangan workshop dr lpmp yg tertunda..
3. promosi bersama utk menerima mhs d3 dgn kurikulum yg disempurnakan yg melibatkan rt-rwnet, seaedunet, mjeni, dan instalsatelit utk pendidikan di setiap rumah..:), yg ini yg susah tapi bisa..:), bikin penerimaan bersama dan pola d3 sekarang yg di sempurnakan.., serta di carikan beasiswanya…dr mn pun juga …
4. kompilasi semuanya dalam renstra ict asean, indonesia dan negara asean, dan kita akan usulkan di rapat cdm agustus di bangkok..
5.saran2 anda..?

selamat liburan dan mikir ya…aku tunggu utk kita sempurnakan bersama, amsukannya bisa dalam email atau masukkan dalam blog ku ..gatothp2000.wordpress.com..

terimakasih masukannya dan kesempatannya membaca dan mengusulkan hal2 baru..

suatu kompilasi yg di siapkan saat relax di ohio,…:)

ghp

Iklan

7 Tanggapan

  1. Perlu adanya upaya bagaimana menekan harga jual akses internet, mengingat negara kita masih tergolong mahal.

  2. Bikin mass product guru2 tk sd smk dari 400an kab kota di latih 6 bulan atau 1 tahun dikirim ke RELC di singapura. Dijamin perfect. Both spoken and written English and teaching methodology will be good. It is really guaranteed. anehnya kalau tk swasta hebat2 b Inggrisnya ya, buktinya my grand child is able to speak English with her friends, good Lord, gurunya ltr belakangnya bukan B Inggris. Kalau anak2tkt SMP hrsnya listen to the English songs, sing the song, re tell the content of the songs, make up the story about the song, discuss the song, gak ada jalan lain, because we do not have native speakers. 3. Watch English films without looking at the text, make notes and re tell it again, make agroup discussion. 4. Make a speech, practice it in front of the mirror and record the voice and listen again and correct the mistakes by her/himself. I learned it that way and has proven successfull. The key: watch and listen. Yg nurut sama saya begitu ada anak sma langsung juara di DKI dulu

  3. Dear Pak Gatot….
    Salam sukses untuk anda dan keluarga…

    Wah…
    Beberapa hari ini saya memang agak susah tidur dan sering terbangun jam 3 subuh rupa2 nya apa yg saya pikirkan hampir sama dgn yang pak gatot pikirkan. yang saya pikirkan adalah bagaimana membuat koneksi sebanyak mungkin ditingkat jaringan masyarakat. RT/RW Net yg saya bina sejak 2007 sdh memiliki kurang lebih 40-an pelanggan (yg mereka beli adalah WAN nya dan Internetnya gratis). Beberapa diantaranya adalah eX Pejabat daerah/Pemda yg sedang kuliah S2 atau S3 di makassar yg melek IT dan bebebrapa jg adalah orang2 politik (Tim JK) yg kebutuhannya memantau perkembangan politik dll, selebihnya adalah mahasiswa kedokteran, Anak sekolah jenjang smp dan sma (anak kuliahan), dan para gelandangan dan seniman gagal (belajar Musik dari interent) yang Melek IT. Disisi lain Motivasi dari pak gatot sendiri membangun WAN di lingkungan Diknas yg saat ini saya kelola adalah Menjadi konsultan IT Gratisan untuk 7 Titik BTS di kota makassar, tanaga teknis semua dari mahasiswa D3TKJ.
    Rupa-rupanya BTS untuk Sinergi RT/RW Net dgn WAN Diknas banyak yg mau memberi t4 (Panetrasi BTS) dgn rule dapat internet gratis dan kita pun dapat tempat, listrik gratis. Segmentasi Pelayanan WAN Dinas saat ini adalah Sekolah tetap menjadi target Utamanya dan selebihnya adalah Guru, siswa dan mahasiswa (masih dalam tahap konsep karena menunggu kesepakatan 7 institusi WAN Diknas + Pembenahan System). WAN Kota makassar sedikit lamban panetrasinya karena persoalan pendanaan infrastruktur yg masih dibiayai Team WAN Kota makassar. Namun demikian Infrastruktur ini bisa saja dikembangkan dengan pola sinergi infrastruktur misalnya SeaEdunet dll sebagai strategis pencapaian yg bapak maksud diatas.
    Saat ini mahasiswa yg bekerja di wankota/rtrwnwt masih sedang saya usahakan sendiri (Honornya) dari berbagai sumber yg saya harapkan menjadi motivasi bekerja bagi kawan2 dari Mahasiswa d3tkj.
    Peluang :
    1. Panetrasi Koneksi bisa lebih cepat dengan melibatkan masyarakat yg mau berpartisipasi kepada WAN Kota/ Rtrwnet (Masih saya lakukan dgn hati-hati a/ dikalrifikasi dan verifikasi untuk menghindari bispro yg tdk terkendali).
    2. Program Seamolec dgn sea edunetnya bisa terakses lewat jaringan ini dan tentu saja akan berpeluang bagi guru,siswa dan sekolah tentu saja dgn biaya yg murah.
    3. Karena WAN ini saya bangun dgn Mutu sebaik mungkin (Perangkat menggunakan Produk yg Baik) dimana Bandwith di udaha bisa melewatkan minimal 2 mbps s.d 100 Mbps Up/Down Stream sehingga memungkinkan untuk streaming video/audio dll.

    Now What ?

    Karena pendidikan saya hanya berada dijalur Praktisi dan bukan Akademisi, mungkin dari teman2 yg lain bisa memberi saya saran apa saja, termasuk dari pak gatot sendiri..paling tdk untuk panetrasi koneksi WAN dan Internet serta program2 apa saja yg bisa kita lewatkan disitu secara prinsip saya persilahkan. Dasar hukum mungkin bisa kita buat MoU dgn diknas dll.

    Jika bisa :
    – Saya minta 1 link Sea Edunet yg akan saya tempatkan di Kantor BPPNFI Reg V sebagai NOC WAN kota Makassar / Rtrwnet, Disk Parabola saya akan usahakan dalam waktu dekat ini…

    Demikian info sementara…
    Thank’s before…

  4. Setuju dg Mrs. Teriska, kendala terbesar penerapan ICT utk pendidikan terutama di untuk guru atau daerah tertinggal yg walaupun sarana sudah dilengkapi salah satunya adalah bahasa inggris. Well, boleh bgt tuh Pak software buatan bangsa diperbanyak utk pendidikan… usul juga Pak, kalo ada workshop pendidikan/ICT tingkat ASEAn, mohon kiranya kuota utk guru Indonesia diperbanyak. Minimal sebanding dengan jumlah penduduk negara2 ASEAN (sekaligus memacu kualitas pendidikan kita).

    trims

  5. From: ari sumarsono
    Subject: Re: d4 utk teknisi d3tkj dan konsorsium pendidikan berbasis produksi/dual sistem
    To: “Gatot Priowirjanto”
    Date: Sunday, June 21, 2009, 5:35 AM

    Mantab! ..

    1. Seamolec tidak hanya PT saja .. SMA/K iya donk!
    2. Worldclass,. guru di Indo murid nyebar di Asean/ asia/world … atau sebaliknya (ada kredit point yang bisa diakui?). …. makin banyak murid asing .. makin tinggi point? atau sebaliknya… ada yang sudah leading ( http://www.thinkquest.org/en/ ).
    3. Direct PC … Why not …. manfaatkan RT-RW net untuk mahasiswa (sekitar kampus),.. saya buka kos (mhs bayar akses.. dapet tambahan dari Seamolec?… tambah top!). ..kompetisi antar rt-rw net? …
    4. Konten .. konten dan konten …. (bilingual lebih ok!)
    5. Award untuk Pemda2 yang lead di ICT edukasi … tiap tahun! buat pacu mereka .. sukur tingkat asean .. kompetisi antar distric se asean .. bupati dapet nama! … pasti mo dukung pengembanagn ICT secara mandiri .. seamlec cukup jadi provokator saja!. .. sukur juga fasilitator.

    salam dari jogja. … dihari libur .. disela sela tarik-tarik kabel ….

  6. Saran Pak:

    1. Infrastruktur ICT, yang terkait dengan ICT Center dan Jardiknas harus terpayung MoU dengan Pustekkom, agar di lapangan berjalan efektif.

    2. RTNet dan RWNet kita mulai dari Kota Tangerang Selatan sebagai piloting. Saran: untuk awal mungkin melalui pengadaan beberapa kendaraan yang berisi beberapa komputer dengan internet akses dan setiap hari beroperasi di perumahan, sekolah secara begilir. Sosialisasi 1 sd 2 bulan.

    3. One day seminar di 33 propinsi, pemaparan total program jangka pendek dan panjang Seamolec, dengan peserta Dinas Prop, Kab/Kota, Univ, Sekolah, dan Bisnis.

    Sementara itu saran dari saya Pak.
    Timbul

  7. “mengevaluasi apa yg sdh terjadi selama 10 thn di bidang it utk pendidikan dan mikir utk 10 thn yad di indonesia dan asean”

    goal…point no 2 & 3 yang agak berat…solutions?….mengajak tuk bersinergi….pemahaman dan aplikasi yang terpenting pak…hehehe…

    Warm regards,
    Bijono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: