perjalanan ke perbatasan indonesia timur

pada tgl 17 juli yl , pengalaman yg menarik  dalam perjalanan ke berbatasan merauke di lokasi sota, perbatasan indonesia dan png,…dalam diskusi dgn kepsek serta anak2 perbatasan, banyak hal2 yg menarik, .sekolah yg di desain utk anak 2 bangsa , sdh menunjukkan hasil yg menrik, angkatan 1 sdh lulus dari smkn1 sota…merauke..; sota adalah satu lokasi transmigrasi dan kecamatan atau salah satu distrik yg bersinggungan dengan negara tetengga png…, berjarak lebh kurang 70 km dari kota merauke, melewati taman nasional wasur, dan jalannya cukup halus dan bagus…

di smkn 1 sota ini yg bersebelahan dgn smpn 11, mempunyai tv lokal dan selalu menyiarkan program2 dari tve kepada masyarakat sekitar sekolah tersebut…; sekolah ini dulu di desain utk anak 2 angsa yg bisa sekolah di sini,  sekolah utk 2 bangsa ini dalam jangka panjang di harapakan dapat menghasilkan generasi yg saling kenal dan saling membantu dalam hidup yg lebih baik dan menjaga perbatasan nya melalui pendidikan dan hati….anak2 png, pelintas batas ini,  dapat mengikuti dan belajar dari mulai smp sd smk dan sedang di dorong utk ikut kuliah di univ musamus merauke…

saat ini ada lebih dari 30 sisw png yg sekolah di sini, dari total 200 an siuswa yg mengambil jurusan pertanian, peternakan….

saat diskusi dgn mereka , mereka berinteraksi dgn siswa 2 dari merauke dan sekitarnya dari berbagai suku di daerah tersebut… dan ini sangat menarik sinergi antar mereka dgn segala keterbatasannya…

smkn1 sota ini menjadi tumpuan anak2 png yg ingin sekolah  lebih lanjut, dari informasi yg di dapat, ada sekitar 40 sekolah dasar( 9thn) di sekitar perbatasan dalam wilayah png ,  tetepi 27 tidak  berfungsi karena kurang guru…cukup prihatin juga dgn generasi yg ada di perbataqsan dgn kita..

salam kesempatan ini, kita coba seleksi 1  lulusan smk dari pnj dan 1 dari anak2 suku asli merauke utk kita perjalankan dan sekolahkan ke univ terdekat maupun ke jakarta , agar mereka di perjalankan baik seara kultural maupun intelektural, mungkin ini hanya 1 upaya kecil yg di harapkan ada fihak2 yg konsern terhadap apa yg terjadi di perbatasan kita dalam hal pendidikan tersebut…

kalau sepanjang perbatasan papua dapat kita bangun pos atau sekolah perbatasan utk putra-putri 2 bangsa akan bermanfaat utk  utk 2 bangsa dalam jangka panjang…karena kita generasi mereka akan saling kenal dan saling menghormati serta menjaga tanah2 mereka masing2 dengan damai …

pemasangan peralatan multicast di semk ini, berjalan lancar, semua siaran dan semua file yg berguna utk pembelajaran dapat di nikmati oleh siswa 2 tersebut,

sehingga motto … “sekolah dimanapun ..selama ada langit dan listrik..di asiatenggara ini,  akan mendapatkan kwalitas yg sama dgn kota  besar.…”

juga utk pos penjagaan , alat ini bisa di pasang utk mereka dapat meng update pengeahuannya serta ilmunya sehingga waktu mereka kembali ke kota, tinggal melengkapi hal2 yg mereka belum mengerti dan dapat dgn jelas…

siang  di hari itu, kunjungan ke smkn1 semangga tanah miring sp 7, dimana smk yg di desain menempel di smp pada thn 2004, di semangga miring sp 2 , ternyata di pindahkan dan di beri lahan yg luas dan ternyata menjadi smk besar dgn siswa 200 lebih. lulusannya abanyak yg menjadi ppl di daerah tersebut, dan bekerja di industri pertanian… 6 smk kecil yg di desain bergabung di smp ternyata sdh berkembang menjadi besar dan bisa bermanfaat utk masyarakat yg heterogen di sana…

memang benar…pepatah..kalau mau panen dalam 4 bulan  tanam lah padi, klo 40 tahun tanamlah kayu jati…klo generasi yg berpendidikan dan mengenal etika serta mempunyai peluang saling kenal dgn bangsa lain…bangunlah sekolah dan tingkatkan mutu serta patnerkan dengan sekolah yg lebih baik baik dalam negeri maupun dari luar negeri….

merauke menjadi lumbung pangan …menjadi kenyataan…di harapkan produktivitas akan meningkat  di masa mendatang…sehingga bisa di eksport ke negara tetangga yg membutuhkan…

sedang di siapkan mengupgrade 1000 guru sd dalam waktu dekat, dengan memanfaatkan sistem satelit – seaedunet serta multicast di 50 – 100 sekolah di 20 distrik/kecamatan yg ada…bekerja sama dgn univ musamus dan univ lainnya trtm yg punya pgsd… semoga rencana ini bisa terealisasi…

saran masukan kita tunggu ya..

merauke  18 juli 2009

ghp

Iklan

7 Tanggapan

  1. Dear all…

    Info lanjutan…
    Setelah kegiatan demo sea-edunet di aula smk negeri 1 sentani kab.jayapura papua, kegiatan demo dilanjutkan menuju kota rusa merauke. Begitu tiba di bandara mopah merauke, Bapak Gatot bersama-sama dengan ka.dinas pendidikan merauke Bapak Nicolaus didamping beberapa kepala sekolah, langsung menuju smk negeri 1 sota distrik sota (perbatasan RI-PNG) dengan jarak sekitar 100 km dari kota merauke. Selain melihat perkembangan smk negeri 1 sota, sekaligus mencoba perangkat DVB Receiver SEAMOLEC untuk menangkap siaran SEA-EDUNET.

    Dilokasi smk negeri 1 sota telah terpasang tower 40 meter untuk memancarkan kembali TV-Edukasi. Setelah mencoba beberapa saat akhir koneksi sea-edunet berhasil diterima dengan baik. Selanjutnya perjalanan langsung menuju smk negeri 1 tanah miring dengan jarak sekitar 50 km dari smk negeri 1 sota.

    Hari ini tanggal 18 juli 2009, dilangsungkan demo pemasangan perangkat sea-edunet di hadapan kepala sekolah sd, smp, sma, smk dan guru-guru dan berlangsung dengan sukses, dilanjutkan pemasangan di Universitas Negeri Merauke.. juga berlansung dengan sukses.. hingga saat ini peminat akan perangkat ini cukup banyak..sekolah dan guru-guru siap untuk membeli perangkat receiver dreambox versi seamolec.

    demikian laporan sementara dari kota rusa merauke papua.

    Best Regards,

    Aries S.Dewobroto
    HP. +62 81344513299
    YM : dewathankyu@yahoo.com
    JAYAPURA-PAPUA

  2. Sukses selalu untuk pendidikan indonesia yang lebih maju.. kami siap membantuk …

  3. Wah sebuah kegiatan yang luar biasa dari seorang Pak Gatot, karena terkadang kita lupa bahwa nun jauh di sana yang masih masuk wilayah Indonesia, kita atau pemerintah lupa. Dengan cara seperti itu kita akan membuat anak2 perbatasan akan bangga dengan Indonesia. Saya suka trenyuh kalo lihat di tv anak2 perbatasan lebih bangga dengan malaysia dr pd Indonesia. Harusnya program seperti ini lebih diperbanyak lagi. Jangan sampai setelah ada masalah perbatasan, baru kita kebakaran jenggot. Hidup INDONESIA RAYA

  4. wah info yang sangat menarik…. trim’s

  5. Bravo Pak Gatot,
    Langkah mensejahterakan daerah-daerah perbatasan adalah langkah strategis. Semoga dari mereka akan muncul nasionalis-nasionalis baru yang bukan hanya berperan di lokal tapi juga di tingkat nasional dan internasional.

    Maju terus pendidikan Indonesia.

    Salam,
    Sopyan

  6. Kabarnya hari ini sedang sakit Pak?, semoga lekas sembuh
    Amin…

  7. Alangkah baiknya, jika seandainya memungkinkan untuk membangun politeknik yg merupakan implementasi dari Berufsakademie.

    Tapi tentu saja infrastruktur industri yg terkait perlu juga dibangun bersama. Jadi mhs bukan milik ortu, tapi milik perusahaan ybs.
    Sayang sekali BA-Malang sedang mengikuti jejak Mbah Surip. Padahal, meskipun penerapannya tidak se ideal di negara asalnya (Germany) animo masyarakat sedemikian besar.

    Indonesia memang besar, penduduknya banyak meskipun tidak merata. Karena itu pendirian institusi pendidikan baru mestinya tidak dihalangi/dihambat, melainkan dipermudah, terutama di kawasan tertinggal….

    Demikian, atas lebih kurang nya disampaikan permohonan maaf dan terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: