smk di setiap kecamatan

dear all,
kita harus melihatnya dari sis lain…:), lulusan sltp thn 2009 kemarin 3, 3 juta dan lulusan slta – sma/ma/smk 2,2 juta…masih ada gap antara sltp dan slta yg tidak bisa sekolah…

dengan adanya smk di setiap kecamatan dan negeri lagi… minimal anak2 yg tidak bisa sekolah smk di ibukota kabupaten, bisa sekolah di kecamatannya…

mengenai kwalitas di awal…jangan di tanya…kita merdeka juga nggak punya tank..:) dan banyak sekolah yg baik…:) tapi langkah awal harus di muali..

dgn membuak smk di setiap kecamatan, pasti ada aliran uang baik dari pusat, propinsi dan daerah, dan masyarakat, ada lapangan kerja baru utk guru, ada peluang ekonomi baik transportasi maupun makanan ataupun jasa lainnya..

jangan di lihat dalam 1 – 2 tahun…kita harus liaht dalam jangka 5 – 10 tahun, daeerah tersebut akan berkembang…

kita punya 7000 kecamatan kira2…klo semua jajaran pendidikan di milis ini mengusulkan ke bupatinya masing2 utk membuat smk di kecamatan…mulai dgn rkb dulu dan negeri, dalam 5 thn yad baru kita memetik hasilnya thd pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, dan kesempatan belajar anak2 kita yg tertinggal dan tidak mampu…
sekolah tersebut terhadap waktu akan tumbuh dgn baik, dan bertahap peralatan akan beratambah…

kenapa negeri..krn daya beli masyarkat kita di kecamatan dan kabupaten kebanyakan terbatas…, sehingga dgn negeri, pasti ada bantuan dari 3 institusi yg saya sebutkan di atas..

ayo kita kembangkan dan dorong smk setiap kecamatan di propinsi anda….masa kalah dgn jatim…:)

saran….di tunggu…tolong bagi anda yg di kecamatannya belum ada slta bisa  ditulis di bawah ini dan kita usulkan bersama ke dir sma dan smk..mungkin akan mempercepat pengetasan kemiskinan melalui pendidikan yg dekat dgn tempat tinggal anak2 yg ingin maju…

tulisan dan saran anda akanmerubah nasib suatu kelompok di kecamatan tersebut..lakukan lah yg terbaik utk lingkungan anda….

Iklan

2 Tanggapan

  1. Yth Bapak,

    Keberhasilan Jatim kiranya adalah keberhasilan NKRI.
    Di sisi lain, kekurangberhasilan daerah tertinggal kiranya juga merupakan bagian dari kegagalan NKRI.

    Tulisan Pak Satryo di Kompas 24.09.2009 ttg Perburuan Gelar menggelitik hati dan pikiran saya.
    Yach, seandainya teman2/saudara2 setanah air ini mau memikirkan saudara2 nya di wilayah lain dg program2 peningkatan kompetensi….

    Jujur saja, malu rasanya jadi warga Jatim. Otda yg sekarang sepertinya malah membatasi segala bidang dg prinsip LLGG (lu lu gue gue).

    Keberhasilan Bapak mengembangkan SMK di bidang TI kiranya bisa disandingkan kiprahnya dg bidang2 lain untuk kemajuan pembangunan sarana-prasarana….

    Terimakasih dan maaf….

  2. Ysh. Pak Gatot HP,
    Saya guru pada salah satu SMK di Kalimantan Tengah, sangat setuju dengan ide Bapak tentang dibukanya smk di setiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.
    Satu hal yang sangat kami butuhkan adalah, training bagi gurunya, agar memiliki kompetensi yg akan kita bekalkan ke para siswa, sesuai dengan jurusan yang perlu dibuka di masing2 daerah.
    Setelah ada JARDIKNAS (ide Bapak yang cemerlang dan sukses), akses internet alhamdulillah bagus, kalo mungkin adakan TRAINING ON LINE, bersertifikat, untuk guru2 SMK yang misalnya: untuk SMK yg buka jurusan TKJ tapi gurunya belum berkualifikasi TKJ, ada training bersertifikat, yang dapat dijadikan dasar bagi guru ybs. untuk membidangai jurusan TKJ tersebut, jadi gurunya meski tidak berlatar belakang TKJ, tapi jadi cukup PD sebab telah memiliki sertifikat TKJ.
    Demikian Pak, mohon pencerahan, maaf dan terima kasih.

    Sahman, S.Pd.
    SMKN3 Kuala Kapuas
    Kalimantan Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: