pengurangan pengangguran bersama

kawan2 masalah di setiap negara adalah salah satunya pengangguran, selain itu setiap tahun banyak expert kita yg pensiun, bgmn menurut anda kalau para ekspert ini memberikan sumbangan ilmu kepada masyarakat….utk melawan kebodohan dan mengurangi pengangguran?…
utk para senior, ini merupakan kegiatan pengisi kehidupan serta aktifitas baru setelah pensiun…kehidupan ke dua mulai pada umur 50/55/60 thn , sehingga masih ada semgat mengabdi pada sekitarnya…walaupun 1 jam/minggu/bulan/tahun, sumbangan pemikiran atau pun pengalaman akan menyebabkan generasi muda ataupun mereka yg membutuhkan mendapatkan benefitnya.


salah satu cara memang menuliskan di internet pengalamannya tersebut…tetapi bisa juga mengajarkan kepada masyarakat disekitarnya…atau anta kota/kabupaten..masalahnya siapa yg mengkoordini hal ini..
klo kita bentuksekelompok lulusan slta yg tidak bisa meneruskan , kemudian di fasilitasidapat memanfaatkan ruang kelas dan komputer disetiap sekolah yg tersambung internet, mungkin akan banyak orang yg mau sekolah/training..?
anak2 slta yg tidak punya peluang ini, kita upgrade di sekolah, dengan mempergunakan jam kosong di sore hari utk revitalisasi ilmunya, serta praktek yg ada..?
biaya minimal 10.000 rp/selkali datang..?atau 30.000/bulan..? utk belajar kompetensi yg di siapkan dan ada di sekolah tersebut..? selain itu juga menyiapkan pengajarnya…sekalian secara bertahap..?

pengajar ..bila di ambilakan guru kejuruan/bhs inggris dan di bantu oleh 5/10/25 asisten yg belajar juga , kan baik utk mengurangi pengangguran..
pesertanya adalah mereka yg tidak sempetbelajar dan punya motivasi tinggi….utk maju…dan mempunyai niat, serta membiayai sesuai dengan kemampuannya…
seperti resta depdiknas 2010 – 2014, bahwasetiap sekolah negeri wajib hukumnya utk memanfaatkan sebagai tempat belajar/training…
sebagaicontoh…program surabaya cerdas, bogor pintar atau jogja belajar dan program lainnya di kota lain…
bila kita memobilisasi sekolah negeri memanfaatkan waktunya utk memfasilitasi anak2 kita yg tidak beruntung mendapatkan pembelajaran yg terkitni dan terbaru…dan bisa sambil mempraktekkan..kan bagus…, contoh lulusan satu sma/smk/ma, yg tidak bisa menerukan atau bekerja, di kumpulkan lagi di sekolahnya, di beri bekal sesuaidgn kebutuhan masyarakat, selain itu di ajari sosial skill dan mengajarkan bahasa inggris…k e adik kelasnya…selama 1 tahun, berupa kelompok debar…kan bagus…
disatu sisi, yg bersangkutan belajar lagi utk berkomunikasi dgn kelompok, belajar menjadi pede, dan hal baru yg dia sukai dari internet..
sebagai contoh jogja belajar…pemikiran awal..klo ada 100 sma/smk yg bergabung dgn sistem ini…dan setiap sekolah melayani minimal 100 orang yg nganggur, dimana kelompok ini di upgrade 4 – 10 jam/minggu di kelas, kemudian membentuk kelompok debat bhs inggris atau it utk adik kelasnya…, dimana setiap 1 anak membawahi 3 – 5 siswa, utk berdiskusi, ambil topik yg baru, belajar it bersama..seperti responsi di pt, saya yakin akan terjadi perubahan yg signifikan…dan pemerintah/pustekom/seamolec memberikan konten2 yg relevan yg di siarkan lewat tv atau lewat multicast atau streaming lewat internet..?..akn terjadi peluang2 lapangan kerja baru, kompetensi yg relevan makin banyak, dan juga perceatan diseminasi hal2 yg positip…
memang harus di kaji dan di evaluasi terhadap perkembangnnya secara periodik dan juga perkembangan teknologi berperan aktif atas berhasil atau tidaknya program inii…
kita akan coba di 5 – 10 kota , dalam waktu 6 bulan ini…al jogja, surabaya, malang, bogor, madiun, buleleng, makasar, bandung, semarang, magelang dll, bila sistem infra struktur dan birokrasinya mendukung…ini suatu pengembangan dari cc yg ada dikombinasikan dgn multicast dan praktek pada sekolah yg membutuhkan atau industri yg membutuhkan… bisa juga kita sebut kkn yg terstruktur dan yg di atur oleh suatu sistem dan di kontrol kompetensi nya oleh industri ataupun oleh pt/institusi …dimana salah satu kompetensi yg terpusat adalah bahasa inggris dan it on line…yg setiap 2 bulan di cek kemajuannya…bisa dan maukah kita berbagi dan mulai menciptakan lapangan kerja bersama..? siapakah sma/ma/smk/pt yg mau bergabung din sinergi ini…?silahkan daftar di bawah ini…kita coba mulai sosialisasi april 2010, dan mulai training on line juli 2010
saran..?

Dear all, dari presentasi prof  Rhenaldi Kasali dlm rembug nasional mengangkat. Jumlah pengangguran terdidik.

1.198.000 sarjana,

1.424.000 diploma

menganggur

Mau kita apakah kasus ini…apa perlu di rivitalisasi …bgmn …solusi nya …? Bgmn penciptaan lapangan kerja…ataukah tidak match dgn ke butuhan …sayang aset anak bangsa ini …kalau di poles lagi dgn pendidikan disiplin, kemampuan bhs aktif dan it bgmn …Saran?

Iklan

9 Tanggapan

  1. ini merupakan cara pembelajaran baru di dunia pendidikan maka dari itu di perlukan evaluasi yang signifikan baik dalam masa pembelajaran dan masa setelah pembelajaran :).
    semoga ide ide yang seperti ini dapat menjadikan generasi muda yang lebih berkualitas.Amin.

  2. Pertanyaan Bapak sungguh jitu…

    Masalahnya siapa yg mengkoordinir ?
    menurut pendapat saya, jawabannya ya pemimpinnya. Lha kalo bawahannya pasti sudah kalangkabut meladeni atasannya. Kalo bawahan melangkahi atasan, takut kuwalat s/d kena punishment. Namun jujur diakui, bahwa inilah suatu sikon atas ketiadaan system. Kita bersyukur, masih ada Pak GHP yang sudi membuka mata dan telinga dengan hati.
    Masalah berikutnya, maukah pemimpin-pemimpin (kepsek, RT/RW, lurah, camat, kadiknas, bupati/walikota, dst) mengelola dg baik dan memulainya? Bukankah mereka notabene sebagian besar dari parpol berikut kepentingan2nya?
    Jaman Swisscontact dulu, ada yg namanya Senior Expert Corp (SEC).
    Kiranya diperlukan wadah untuk mulai menindaklanjuti usulan Bapak. Jika kita menggunakan bentuk Unit Produksi dan Jasa (Projas) atau Unit Swa-Kelola (USK), maka akan berbenturan dengan aturan hukum formal, bahwa fasilitas negara harus dipergunakan untuk keperluan negara. Bagaimana seandainya dengan koperasi atau yayasan Pak ?
    Syukur2 suatu saat menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang mampu membayar pajak seperti PT Gudang-Garam…

  3. Rekan Gatot, salah satu masalah yang dihadapi oleh para alumni yang belum beruntung tersebut adalah meningkatkan fighting spirit serta kredo dan pantang menyerah dari para sarjana yang masih nganggur ini. Ini merupakan tantangan yang sangat berat karena mungkin bekal softskill dari teman2 sewaktu mereka belajar di perguruan tinggi masing-masing tidak cukup bahkan tidak ada.

    Jadi disamping mendorong dan memberi semangat bagi alumni tersebut, bagian hulunya yaitu di perguruan tinggi juga perlu dibenahi dan diingatkan untuk mengajari mahasiswanya dengan perangkat lunak yang akan diperlukan setelah mereka lulus.

    Untuk yang sudah lulus, cara yang paling mungkin dan efektif mengangkat dan membantu adalah melibatkan alumni dari masing-masing alumni ikut terlibat dalam membantu rekan-2nya yang belum beruntung. Kepedulian alumni yang care terhadap almamater dan alumninya paling tidak akan bisa banyak membantu.

    Salam hangat,

    Susilo Siswoutomo 5 maret 2010

  4. Untuk ide pengurangan pengangguran secara bersama-sama, saya acungi jempol pak, hanya saja untuk aksi secara bersama-sama perlu dorongan dan aturan main. Yang perlu kita pertanyakan adalah komitmen para pejabat di daerah, apakah mereka peduli terhadap masyarakatnya yang menganggur…? jika mereka semua peduli saya kira tidaklah sulit untuk menggerakkan seluruh komponen sekolah terutama sekolah negeri untuk ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan ini. Saya sudah memulai dengan mendiklat perangkat desa dengan kemampuan IT, agar mereka juga menguasai perkembangan IT.
    Barangkali kegiatan ini bisa dimulai dari sekolah untuk para alumninya yang masih menganggur.

  5. Selamat Pak Darman,

    Tinggalkan perkuat potensi daerah, bikin pasar online. yaaaa mualai dari yg kecil dulu laaah….

  6. mas Gatot, saya katanya birokrat pendidikan di Kabupaten.
    setuju banget tuh. akan saya kaji dulu meknanisme dan prospeknya. karena kalau hanya memberi kompetensi tanpa ada solusi pasca training masyarakat biasanya juga akan menjadi berkurang dukunganya. (kurang sustain gitu). Purbalingga (jateng) mungkin bisa jadi piloting baru ?

  7. di Purbalingga sudah ada 6 cc. insya Alloh Bupati Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dukung kita di Dinas Pendidikan.
    di Purbalingga (yang kecil) sekarang ada 19 PMA (korea) menampung lebih dari 36000 pekerja plus ratusan plasma.
    saya kebetulan ada Yayasan, buka 2 SMK (swasta) dengan murid lebih dari 2000, ada LBK, ada CV.
    lewat LBK saya sudah kembangkan program magang jepang, dan setahun terakhir sudah berangkat lebih dari 100 tenaga magang. Lembaga Bursa Kerja saya (namanya Massive) akan saya kembangkan terus agar bisa kirim magang ke Korea, Eropa / Amerika dll. ada yng punya chanel (vendor) ke negara selain Jepang ? kedepan mudah-mudahan berkembang bukan hanya magang tapi pengiriman naker ke LN yang ber-skill (bukan TKW utk jadi “babu”lho). pak Gatot, Semolec bisa bantu ?

  8. seamolec sedang kembangkan seatrain 100 k karena mereka kita perkuat dasra bhs dan it nya utk bisa kemana2..dan bisa belajar sendiri…kenapa tidak kita garap purbalingga bersamaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: