sekolah gapai harapan dan prestasi (SGHP)

dear all, ada yg menarik ide dari bapak2 ibu guru ttg menolong sdr kita yg mislkin.. saya coba copy kan :

RE: [Klub Guru Indonesia] Re: Orang Miskin Dilarang Sekolah

Pak Zaenal dkk

Oh ya? Bagus, kalau begitu. Saya pun siap sumbang, tapi sumbang nama saja. Bagaimana kalau sekolah yang dimaksud namanya diambilkan dari sang pencetus ide, Bapak GHP. Jadi namanya bukan SUOM, melainkan SGHP, tapi kita panjangkan menjadi Sekolah Gapai Harapan dengan Prestasi. Okay?dari awal sd akhir.. neni…

On Mon, 3/8/10, Zaenal Arief wrote:

From: Zaenal Arief
Date: Monday, March 8, 2010, 8:55 AM

Bu Neny,

Point ke 3 nggak perlu ditakutkan lah “pangsa pasarnya berbeda kan , dan SUOM ini kan masuknya pake “saringan” dong jangan mampu bayar tapi nggak mau bayar.

Saya siap sumbang dan cari donatur lainnya

Zaenal Arief

Yth. Pak GHP,

Berhubung tidak ada respon, ijinkanlah saya memberikan tanggapan.

Mendirikan sekolah untuk orang miskin? Bisa saja, asalkan:
1. Tidak diberi nama SUOM (Sekolah Untuk Orang Miskin). Beri nama alternatif lain yang bagus.
2. Jangan jadikan saya sebagai guru volunter, karena saya sudah menyandang guru profesional. (Saya juga tetap pada pendirian saya bahwa memungut biaya pendidikan bertarif tinggi sama baiknya dengan memberikan gratisan). Rekrut saja guru-guru yang sudah pensiun. Atau mungkin juga ada teman-teman di klub ini. Mari kita tunggu saja.
3. Siap menghadapi resiko perlawanan dari pihak swasta, karena sekolah mereka terancam gulung tikar, angka pengangguran meningkat. Bila pengangguran meningkat, lebih parahnya, kemiskinan juga malah meningkat.

— On Sat, 3/6/10, gatotpriowirjanto wrote:

From: gatotpriowirjanto
Date: Saturday, March 6, 2010, 1:18 AM

p eko,

bgmn klo bikin sekolah utk orang miskin..dimana gurunya volunter..:) ..
buat gerakan melawan kebodohan, kemalasan serta ketertinggalan. .?

ghp

— In klubguruindonesia@ yahoogroups. com, Eko Prasetyo wrote:
>
> Ini adalah kutipan judul buku yang ditulis Eko Prasetyo (Resist Book, Jogjakarta ).
> Berdasar keterangan si penulis, buku tersebut lahir dari rasa keprihatinan terhadap ketidakberpihakan pendidikan kepada kaum miskin.
> Padahal, pendidikan termasuk hak setiap warga negara. Mahalnya biaya pendidikan memang suatu keniscayaan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, pendidikan murah bukan hal yang mustahil jika ada: KEPEDULIAN.
> Dari mana kepedulian itu? Ya, kita-kita ini.
> Jadi, nggak perlu deh kita nyalahin si A atau si B. Kepedulian itu ada jika ada sinergi. So?
> Jangan sampai orang miskin dilarang sekolah dan sakit itu terus menjadi realita. Amiin
> Salam “Pendidikan Sepenuh Hati”
> Eko Prasetyo
> (pagi, ingin kulingkarkan kenakalanku di jari manismu)>>>>

ayo kita mulai mendorong anak2 sekeliling kita yg tidk mampu utk bisa sekolah….

ghp

Iklan

Peter Drucker bener dong pak, 2020 tidak ada lagi Univ. Cambridge dll, yang ada Univ. Google, Univ. Yahoo, Joomla dsb.

pagi ini aku buka fb ada yg bertanya : .P Gatot, Peter Drucker bener dong pak, 2020 tidak ada lagi Univ. Cambridge dll, yang ada Univ. Google, Univ. Yahoo, Joomla dsb.. Gimana dengan Univ SEAMOLEC pak… ? stephanus roeslan …)……..

pertanyaan yg menggelitik..utk di pikirkan…yg jelas SEAMOLEC sdh melakukan training on line mjeni yg di ikuti 20 propinsi…230 peserta lintas jenjang ….menarik tendensinya..selain itu kita sdh mencoba dgn itb, um, ut, pens utk kuliah jarak jauh..juga dgn program hylite pgsd dgn 23 pt ..;
tendensi ke arah sana mulai terjadi di mana2 dimana persaingan makin tinggi, dan setiap individu ingin meningkatkan kompetensi mereka…secara mudah dan terjangkau….dalam maret ini kita sdh mulai dgn bbrp mt kuliah yg di emban oleh seamolec bersama itb, ugm danpens, ut dan um mulai bergulir..memang terjadi ke bingungan di sana sini ttm pada saat pengumpulan tugas..dan ujian on line..
tetapi utk training on line tahap awal sdh kita lakukan mulai desember yg lalu…dgn peserta dari 24 propinsi, terjauh dari papua, terbanyak dari jabar, di ikuti oleh 232 peserta..dan yg aktif menjawab pertanyaan sebanyak 52 peserta, dimana mereka selalu menjawab tugas2 secara teratur dan selalu bertanya on line atau di forum selama 3 bulan training…
pada awal kita ingin mencoba dgn peserta 50 – 60 peserta, ternyata yg berminat cukup tinggi…sekarang kita sdh dapat pola dan keseriusan sesorang mengikuti training on line..
dan akan kita mulai lagi april 2010 utk mjeni…
kita sedang berunding dgn politek elektronika surabaya dan politek negeri jakarta utk mulia 1 – 2 mt diklat yg di on line kan utk jakarta dan surabaya…juga dgn starr/vedc /um utk seluruh kota malang…selain itu utk pendidikan selevel smp, sma dan smk..sedang di persiapkan oleh sekolah2 di suraaya, malang, jawatengah, jogja…
terutama utk persiapan un 2011 serta mencoba sistem untuk un 2010.. dan harus kita teliti segala kekurangan dan kelebihan nya..terutama menyangkut kwalitas lulusan serta kompetensi yg di capai..sesuai dgn kebutuhan lapangan kerja…atau jenjang tertentu..
perjalanan masih jauh…utk memandaikan seluruh anak bangsa dengan biaya terjangkau…tetapi kita harus mulai dan menyempurnakan dan mengembangkan terus menerus…agar masyarakat teredukasi..dan juga tahu apa yg di butuhkan lapangan kerja maupun bisa menciptakan lapangan kerja…
bayangkan kalau staf kita yg kadan2 ada waktu ngganggur nya di kantor bisa belajar sambil bekerja tahu2 dapat sertifikat..dan kemampuannya membaik ataumeningkat..sehingga produktivitas nya makin naik…
atau anak2 kita yg terpinggirkan karena banyak sebab..bisa di refresh kembali kompetensi nya sesuai dgn keperluan lapangan kerja…ini akan membuka lapangan kerja baru serta mengurangi pengangguran …

atau peningkatan kemampuan bhs yg terus menerus secara on line..sehingga mereka punya keberanian utk pergi ke ln, utk mencari peluang yg lebih baik…

kita bisa melihat dampaknya.. luar biasa… utk univ. MIT, sudah membuka materinya utk umum..sedangkan juga bbrp univ terkenal..begitu juga seamolec banyak materiyg kita buka agar makin pandai masyarakat kita…

tinggal bgamn mempercepatnya…
training on line – life skill utk 5 juta orang secara mudah dan murah..dalam bbrp thn yad..mungkin kah impian ini tercapai..? dgn mempercepat dan mendidik sebanyak mungkin orang mengikuti SMS seamolec multi studio…akan banyak tutor dari lapangan yg kompeten menyalurkan ilmunya..berdasarkan kebutuhan lapangan serta pengalaman terakhir..
saran..?