eksport otot dan otak

dalam dialog antara freidman dan salah seorang india dia dubai, dalam rangka menunggu pesawat transit, …sekelompok wanita indonesia menaiki pesawat mnju jakarta..tanya friedman- penulis ttg dunia yg datar…siapa mereka …jawab orang india yg duduk di sebelahnya….itu pembantu rumah tangga dari indonesia yg pulang ke indonesia mengambil cuti atau pulang setelah bekerja sebagai pembantu ….indonesia menjual otot…sedangkan kita orang india menjual otak…kata salah satu konsultan india tersebut…
negeri ini yg membiayai pendidikan hanya 6 % dari GDP dan subsidi 30 % dari GDP…

cuplikan dialog ini mengelitik kami…kenapa ya negeri ini…menjadi terkenal penghasil pembantu…pada hal negara yg kaya dengan sumber daya alam…ada kah yg harus disempurnakan bersama agar kita bisa menghasilkan anak2 negeri yg pandai…salah satu nya adalah menciptakan mesin pendidikan di setiap kabupaten/kota yg saling terintegrasi dan saling berhubungan, sehingga bgt ada sesuatu yg baru, langsung bisa di nikmati seluruh jaringan tanpa harus kerja lama lagi…sehingga selalu terupdate…ilmu2 terbaru maupun teknologi terbaru…pendidikan masal yg berkwalitas itu salah satu solusi nya…
penguasaan bahsa..asing..2 bahsa itu menjadi suatu keharusan…selain it menjadi hal yg dasar juga..sehingga pembelajaran bisa merata…

andaikanta UGM, ITB, ITS, UNHAS, UNDIP, UNPAD, UI dan uni yg bereputasi dunia itu mempunyai 100 cabang di seluruh indonesia…bersinergi dgn uni lokal maupun sekolah yg terbaik..pencetakan sdm berkwalitas akan cepat terjadi….
kuncinya adalah menjadikan musuh bersama kita yaitu kebodohan dan juga ke terkotakan……
mungkin pemikiran yg agak ekstreem…bagaimana kita mencetak enginer maupun dokter dgn toal 5 juta ataupun 10 juta atau 25 juta dalam selang waktu tertentu…misalnya dalam 5 tahun atau 10 tahun…atau 15 tahun..?

dan mereka yg baik dalam berkomunikasi bisa kita eksport sebagai tenaga ahli utk pembangunan negara lain atau expert pendidikan…ke asean..atau pun negara lain…
ini tantangan kita bersama…merubah bangsa pengesport pembantu..menjadi pengeksport juru masak yg tahu akan hak dan kewajiban…ataupun tenaga ahli pembangunan lainnya…..
ayo kita garap bersama utk kemajuan anak2 kita…terutama bagaimana memanfaatkan sumberdaya alam kita utk kemajuan anak negeri ini….klo kita lihat utang kita yg menggunung…salah satu nya karena kurang banyyak nya anak negeri yg pandai dalam bebagai bidang dalam pengontrolannya….dan lain2 nya…

sebagai kutipan dari salah satu koran on line..

“Berdasar kan data Kementerian Keuangan, pada 2005 jumlah total utang Indonesia sebesar Rp 1.313 triliun dan posisi sementara Mei 2010 mencapai Rp 1.588 triliun. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah terlihat mengerem utangnya ke pihak asing, ada penurunan Rp 47 triliun. Namun, pengereman ini dibalas dengan lonjakan utang domestik karena bertambah Rp 322 triliun.

Ini belum memperhitungkan pembayaran cicilan pokok utang dan bunga utang asing serta jatuh tempo dan pembelian kembali surat utang di APBN. Di APBN-P 2010 saja, pembayaran cicilan pokok utang asing mencapai Rp 54,1 triliun dan bunga utangnya mencapai Rp 105,6 triliun. Jumlah ini setara dengan seperlima pos pendapatan dan hibah 2010 yang sebesar Rp 992 triliun.”

klo kita hitung bener…apa yg bisa kita lakukan dgn masalah yg demikian besar..dimana negara yg kaya akan minyak, emas, sawit dll…mempunyai hutang sebesar di atas…

akan tetep pesimis kah kita ..atau harus makin cerdik bagaimana mensiasati hal ini..dengan membuat sebanyak mungkin orang pandai utk mengurus negeri ini dengan lebih baik..dan lebih smart dalam percaturan dunia…semoga…

siapakah yg harus membangun negeri ini…ya anak negeri ini sendiri..sinerrgi dgn siapapun…utk menceak sebanyak mungkin anak2 negeri yg smart dalam bergaul dalam dunia internasional maupun smart menyelesaikan masalah2 dalam negeri dan mensejahterakan bangsa ini….Amien..

Iklan

6 Tanggapan

  1. Amin….benar pak kita adalah negara yang kaya akan SDA dan disisi lain negara kita banyak hutang…..yang pasti harus ditingkatkan SDM yang Cerdas dan Berakhlak supaya bisa mengelola negeri ini dengan benar…..

    • ayo kita keerjakan bareng, termasuk di daerah anda , makin banyak yg kita latih…makin pandai mereka dalam berimprovisasi..

  2. Bapak GHP ysh,

    Sugeng Riyadi, mohon maaf lahir batin…

    Mengenai 100 cabang, ya bagus. Tentunya kalo dia jg mengisi dg praktik, bukan sekedar S-S-S-S-S saja.
    Dan tampaknya hari ini yg keliatan penting bin membanggakan bukanlah hasil nyata suatu produk/barang/partnership yg bermanfaat, melainkan sertifikat/penghargaan atas karya tulis yg lolos 10 besar, diberikan langsung dari RI-1 di istana negara. Sampai2 ada joke, jika ditumpuk bersusun, maka penulis karya tulis bisa sampe ke bulan. Apa ngga hebat ??? USA saja harus pake pesawat ulang-alik…
    Teman2ku jg senang, krn DUPAK nya naik yg selanjutnya makin sejahtera. Sementara NEGERI nya makin terlumat…

    Karena itu, menurut pendapat saya, sistem yg cocok ya Berufsakademie alias duale Hochschule…

    Maaf n makasih…

    • betul..jadi yg akan kita kembangkan duale di d1 dimana di anggap lulus bila kompeten dan dapat menghasilkan rupiah terhadap produk nya..:)

      • Bapak ysh,

        Jikalau Bapak berkenan, mohon disampaikan jg kepada team pengajar ataupun pihak yg berwenang dg program D1 tsb:
        “Bahwa Founding-Father’s kita sudah membuat UUD-1945 (sejujurnya saya pribadi lebih afdhol dg yg tidak diamandemen, bukankah suatu amandemen membutuhkan referendum ???), dimana menggambarkan besarnya NKRI. Suatu negeri akan besar, jikalau dikelola layaknya negeri besar. Dalam hal ini, kiranya UUD-1945 sudah menetapkan azas sosialisme yg demokratis, halmana kiranya sistem kompetensi tidak asal menghasilkan Rupiah saja, melainkan sustainable development. Syukur2 bisa membuat perusahaan yg mampu beranak-pinak atau setidaknya ada perusahaan yg menjadikan adanya faktor inter-dependent.
        Contoh sederhana kiranya: DAIMLER memesan kaca mobil, baut, mur, karet kaca, seal, dll. Dan itu semua dibuat oleh perusahaan2 IKM. Bukan berarti ga bisa buat ndili. Dan yg terjadi di negeri kita adalah “GURITA” yg MEMANGSA pihak2 yg lemah. Baik dari DN maupun LN…”

        Makasih…

  3. p zaenal, namanya kita selalu berusaha utk menciptakan lapangan kerja, akan mendorong semuanya bergerak , siapa yg akan menjadi juragan nya, siapa yg akan menjadi suplier, dan siapa yg akan menjadi pemasar dll…lihat sekeliling kita , kan sdh jalan semuanya, tinggal mereka yg jalan di dongkrak menjadi lebih besar lagi….sehingga bisa mengembangkan lapangan kerja baru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: