gnp versus orang pandai/jumlah PT

pertanyaan yg mendasar adalah adakah korelasi antara gnp dan jumlah orang pandai baik akademisi, keuangan maupun lainnterimakasih msukannya, memang menarik apa yg terjadi sekarang…pernahkah kita memikrikan berapa harga suatu orang pandai setara sarjana, master dan doktor terutama yg menekuni bidang2 yg terkait dgn kemajuan teknologi dan mereka yg tahu ttg prediksi suatu daerah.
kita lihat amerika setiap tahun menerbitkan 50.000 greencard, terutama mereka yg mempunyai potensi membangun negerinya…tahu kah anda setiap tahu china menarik sebanyak mungkin profesor di usa yg berasal dari china…tahu kah anda singapura memberikan permanent resident bagi mereka yg punya master di bidang enginering yg bisa membantu mempercepat teknologi mereka…

tahu kah anda mencetak se orang doktor di indonesia 125 juta, di jerman 500 juta dan dii usa 1 miliar..?
master 50 juta di indonesia, 300 juta di jerman dan 500 juta di usa…

klo saya sebagai negera atau institusi yg memerlukan orang pandai utk membangun ekonomi atau pertumbuhan perusahaan ini, maka mengundang mereka yg sudah jadi …akan lebih mudah ..dan tidak mengeluarkan ongkos…hanya lapangan kerja yg siap di olah agar produktivitas lebih tinggi dan efisiensi lebih baik, sehingga daya saing produk nya lebih baik..sehingga survival perusahaan dan negara itu menjadi lebih baik..gnp nya juga bertahan dan bisa naik…
bayangkan klao negara tidak punya income ..kan ngutang terus…dan bangkrut dan di eliminir dari muka bumi dan bergabung dgn negara lainnya…spt perusahaan multinasional yg ada…ya …?
suatu contoh gnp korea selatan 20 ooo an us $, dimana penduduknya 50 jutaan, ndak punya sda, doktornya 115.000 an, 33.000 an lulusan LN, dstdst…
indonesia saat ini sekitar 25.000 an doktor, penduduk sekitar 235 jutaan..
gnp sekitar 2500 us$….
tinggal bagaimana caranya gnp nya menjadi 10.000 dalam 10 – 15 tahun yad..? harus kah kita mengundang banyak orang pandai dari mana2 pun utk membantu pertumbuhan ekonomi kita dan membuak alapangan kerja..?

salah satu percepatan adalah adanya lembaga pt yg heterogen di setiap kabbupaten yg di dukung oleh pt yg kuat dan baik baik itu dari dlm negeri maupun ln… semoga….ayo kita kerjakan bareng percepatan meneetak anak2 muda yg tahu perkembangan teknologi terkini..dan tahu akan kebutuhan ..yad..

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Bapak ysh,

    Di tempat saya sudah ada bbrp doktor. Namun ternyata kiprah n impact positiv nya tidak sebanding dg jumlah anggaran yg dikeluarkan, baik oleh negara ataupun ybs, mulai dari mendanai nyekolahkan, kompensasi pembebasan beban kerja, dll.
    Makanya ada guyonan, doktor (maaf) => ndodok-nyetor…

    Adapun kiprah Bapak melakukan percepatan, tentulah sangat besar pahalanya. Namun tanpa kepastian hukum dan penetapan porsi take-home-pay yg selalu tebang-pilih, mereka (lulusan putra bangsa terbaik) akan memilih HIJRAH spt yg dilakukan oleh KANJENG NABI.
    Sy kira tetap diperlukan adanya FAIR-PLAY…

    Spt biasa, mohon maaf jikalau tidak berkenan
    Makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: