keunggulan lokal yg dikembangkan menjadi d1 di masa yad

dear all, sempet kami diskusi dgn kwn2 utk pengembangkan lapangan kerja dengan menstrukturisasi keunggulan lokal di bidang makanan menjadi keunggulan nasional, agar mereka bisa mengembangkan hal2 serupa dimasa mendatang.

makan2 indonesia dengan selera indonesia, dan juga utk pola yg dikembangkan oleh masyarkata indonesia ini menjadi peluang pembukaan lapangan kerja dimasa mendatang. meang tidak mudah, tapi kalau disinergikan dengan pendidikan formal, akan menjadi sesuatu potensi pembukaan lapangan kerja yg luar biasa, dengan pola pendidikan terstruktur dan magang utk nantinya menjadi pegawai, asistemn manager, ataupun menjadi pemikik dari suatu aktifitas.

ini yg harus di cari , diseleksi dan di temukan serta di bina dan di dampingi sampai menajdi lebih besar..dan bisa jalan sendiri, kemudian lari sesuai dengan kekuatan dan track nya…seperti anak  belajar merangk  dan kemudian berjalan serta berlari kemudian hari nya dst dst…itulah hukum alam utk suatu perusahaan, kalau ingin bertahan agak lama….bgt juga dgn makin tua, makin  lemah, dan makin tertinggal bila tidak di revitalisas…..

bbrp dialog saya coba masukkan di bawah ini..:

Gatot Hp Priowirjanto
selamat pagi, kalau kompas hari ini mengangkat dawet ayu sebagai keunggulan lokal yg menyebar ke seluruh dunia, kenapa tidak produk2 lainnya juga berkembang?..misalnya soto bangkong, bakso malang, peuyem bandung, warung tegal, klo rumah makan padang sdh menjamur, cwie mie malang, amazy dll..klo ini kita kembangkan secara terstruktur training centernya dan sama dengan d 1 utk kompetensi dasar makanannya, kmdn d2,d3 ?
Unlike · · Saturday at 7:06am via BlackBerry

Gatot Hp Priowirjanto D2 utk menjadi ketua shift kerja, dan d3 untuk menjadi manager out let…kan bagus utk penciptaan lapangan kerja ya..tinggal siapa yg bersedia menjadi kampus utama dan sub kampus nya …saran? Tuliskan di gatothp2000.wordpress.com ya.. Terimakasih

Darius Daru Bagus pak tp pemerintah saja senang impor daging, beras, buah2an dan sayur mayur bukannya memberdayakan pertanian.

Fadli Eka Yandra Tinggal di koordinir dg baik pak, kayaknya butuh sinergi dg para pengusaha dan pihak perindustrian, agar ada motivator yg bisa jadi trigernya, perlu penyemangat pak, bravo

Wiwi Stz klo kampus utamanya di STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) dan sub kampusnya di smk pariwisata gmana Pak ?

Gatot Hp Priowirjanto P darius, iya kita harus dorong terus keperluan produk dlm negeri secara kontinu, yg namanya modern itu makan produk dlm negeri, bukan bangga makan produk luar negeri..:)..ini yg harus kita bangun..
@fadly, memang harus sinergi pemerintah, pengusaha dan lembaga pendidikan dan masyarakat..utk pengusaha jelas harus di dorong utk punya cabang, dan ini kan membuka lapangan kerja…dst dst
@wiwi, sdh berjalan dgn baik antara stp dgn smk pariwisata..di bbrp tempat..
Yg penting ayo kita mencoba meningkatkan keunggulan lokal..
Bikin sekolah restaurant padang, sekolah dawet ayu, sekolah bakso malang, sekolah amazy dst..

Kus Haryati Good idea pak Gatot. Smg terealisir n sukses.

Cap Chay ‎@ P Darius: sy kira negeri ini terlalu besar n terlalu komplex. Kalo bisa ya memang kita2 ini semua yg start dg sikon lokal. Kata orang: Global thinking, local acting. Memang tidak mudah sih. Butuh kerelaan pribadi agar kelompok kecil kita ikut tergerak. Pengalaman terbaru, banyak yg iri tak beralasan atas kiprah individu. Kiranya semua memang proses. Seingat saya, ada pepatah: perjalanan 1000 km dimulai dari 1 langkah…. Ada lahan sedikit Pak ? Mau coba tanam tomat dan cabe dg pipa paralon?

Darius Daru Mmg sangat sulitmerubah mindset org sklh saja pakai produk ISO. he2

Cap Chay sepakat sekali…. Tinggal kita ambil yg terbaik saja, ya Pak? instrumen2 ISO yg bagus dipakai dengan penerapan komitmen. Setahu saya, terpenting adalah penerapan 5S ala Jepang, dimana semangatnya adalah semangat kebersamaan. Kalo P Darius minat, bisa liat di http://www.siliconfareast.com/5S.htm
5S – Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke
http://www.siliconfareast.com
The 5 ‘S’ Process: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke (Page 1 of 2)
·
Darius Daru Yang diperlukan panutan dan keteladanan spt raja Thailand dan jepang, pasti rakyat juga ikut. Tq Mas Cap chay

Cap Chay kira, disitulah masalahnya. Selama tak ada keteladanan dari orang laen, sya sedang belajar membuat sendiri keteladanan tsb. Memang sih, seringkali menyakitkan…. dibenci dan disiriki kanan-kiri-atas-bawah. Tapi sya coba enjoy ajahhh….Tuhan tidak pernah membenci diriku, kok….

Dk Telematika tulungagung jg ada pak Gatot,makanan khas kuliner tulungagung setiap hari tersedia,di timur kota.selamat mencoba pak

Gatot Hp Priowirjanto Ayo tulung agung bisa di kembangkan bersama…makanan khas yg ada ..

Muchamad Zainul Rohman idenya sih bagus, tapi realita di lapangan/implementasinya bagaimana pak? apa semua sebagus idenya? diperlukan studi/analisis yg mendalam jg pak

Cap Chay tahunya, soto ayam Lamongan atau warteg di Jkt bisa laku keras. Orang Tegal yg dulu naik onthel, bisa punya rumah megah. Jadi analisis ngawuran, ya mesti jual di daerah lain kalee ya? Tinggal bgm kita meng explore nya kalee ya?

Muchamad Zainul Rohman pernahkah ada penelitian lbh lanjut brp org yg usaha soto lamongan, brp % yg sukses & brp % yg gagal?? trus diteliti lbh lanjut apa penyebab kegagalan2nya??
terkadang kita terbius oleh kesuksesan minoritas org tp lupa kiat apa spy sukses, lbh parah lagi kita tdk punya data brp yg gagal?? shg ketika mendidik org/siswa kita memberikan tips “jgn terjebur ke dlm lubang yg sama”

Cap Chay pribadi ngga punya sih. Atau P Muchamad Zainul Rohman mau buat penelitian tsb? Yg sya tahu sih, definisi sukses saja masih berragam. Ada yg bilang, kalo gagal n langsung bangkit, ya artinya sukses. Sebagai “putra” Tegal, sya tahunya mereka punya keguyuban, persatuan, methode kulakan bersama (jumlah banyak pasti lebih murah). Bisa jual murah, tapi rasa ngga kalah. Hidup hemat, untung sedikit tapi ping (faktor pengali) nya banyak, pelanggan adlah raja, dll. Sya kira aspek2 lokal tsb ngga kalah dg ISO dll. Beda lagi dg orang Madura. Katanya, penjual sate ngga boleh jualan sate saling bersebelahan….

Dk Telematika oke pak gatot,mksh banget atas motivasi yg di berikan,semangat2

memang dialog di atas, menunjukkan heterogen dari pada pemikir maupun komentator, tapi biasanya yg punya ide dan bisa menjalankan akan mendapatkan peluang lebih dahulu utk lebih maju, bila ybs berani mengambil resiko dalam menjalankan program tersebut..

kita lihat dan lakukan bersama dan cari siapa yg akan jadi motornya utk menggerakkan program ini…

Iklan

2 Tanggapan

  1. memang harus kita kembangkan produk2 lokal. saya setuju sekali. salm sukses selalu

  2. ide cemerlang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: