mencetak 1000 ahlipratama melalui pjj di 5 negara, mungkinkah

barusan diskusi dgn sdr subhan , p onny-dari usong university , p hilwadi-itb dan p ibrahim klo ndak salah ttg peluang menyekolahkan/kuliah migrant worker indonesi di korea, dari diskusi sebentar, dan survey terdahulu, keinginan bbrp pekerja kita utk menjadi ahli pratama(d1) dan lama2 menjadi d3 atau sarjana cukup besar.
bulan oktober memng akan di bukan di bbrp kabupaten di indonesia yg merupakan multikampus dari 49 pt yg ditugasi dikti utk menolong anak2 indonesia yg tidak beruntung utk di beri peluang menajdi ahli pratama/d1, dimana diharapkan mereka bisa meningkatkan kompetensi nya dan bisa bekerja utk menciptakan lapangan kerja, selain itu, bagi mereka yg sdh dalam sistem bisa meningkatakn kemampuannya melalui bangku kuliah jarak jauh atau online, sehingga bisa lancar berbahasa setemopat dan terstandar pad level 4…dan mempunyai peluang kuliah jarak jauh dgn bbrp uni yg sudah di siapkan oleh pihak dikti.
utk 5 negara al macau, hongkong, korea, jepang dan taiwan sudah kita survey selama 2 tahun terhadap potensi mereka yg ingin belajar sesuai dgn bidangnya.

sampai saat ini sdh ada bbrp uni yg, bersedia utk menjadikan piloting pemberdayaan tenagakerja indonesia yg ada di luar negeri…

di korea ada 33.000 orang, taiwan 50 000 an, hongkong 100.000 an, macau 30.000 an dan jepang 30.000 an…klau dari mereka dan dari masing2 negara bisa di upgrade 1000 orang ahli pratama yg nantinya akan menjkadi bsc joint program, kan negara ini akan di untungkan dgn mendidik sebanyak mungkin orang indonesai di uni ln dgn biaya dari negara tersebut…
kenapa…ybs sdh tahu kultur negara tsb, sdh punya pasport..:), sdh tahu bahasa setempat..tinggal di tingkatkan mencapai level 4 , syarat masuk di ptsetempat.
kalao sambbil bekerja bisa kuliah jarak jauh , dan selama 3 tahun dapat d2, dari itb atau pens, kemudian ybs pulang 1/2 tahun utk melengkapi syarat2 ujian yg belum selesai…klo mau meneruskan sampai d3 di indonesia perluu 1 tahun saja…kalo mau menerukan ke korea pada patnernya itb/pens, kan tinggal nambah 1,5-2 tahun, dan dapat ijasah double, indonesia dan korea….
anda bayangkan klo kita bisa mencetak 1000 sarjana dgn kwwalitas negara maju, dan ybs tahu bhasa setempat dan tahu hak dan kewajibannya,,kan akan banyak tenaga indoenesia menjadi tenaga ahli di negara tsb, artinya, devisa makin meningkat pada level atas…dan yg bawah bisa di isi oleh adik2nya…
kalau 1 orang luslusan tsb gajinya 12 – 15 jt/bln dan sebagai tenaga ahli, minimal 5 juta/bulan bisa di kirim ke indonesia> 60 jt/thn klo 1000 orang kan 60 mil./thn klo 5 negara ya 300 m/thn dana masuk daerah, dari segmen ini saja…
hal lain..klo selama di korea atau jepang dan terdaftar sebagai mhs pens/itb, ybs dapat di tugasi menulis teknologi apa saja yg dipakai di industri sekarang dan sistem serta efiseinsi nya…kan dosennya akan dapat bahan kuliah yg terbaru tanpa harus ke industri..karena mhs nya ada di ujung unit produksi yg mempergunakan teknologi terkini…
artinya ilmu nya akan terupdate terus universitas tersebut..dan bisa di ajarkan pada mhs lain dari negara lain yg memerlukan ilmu tersebut.

kendala yg harus kta selesaikan secepatnya adalah bikin patner dgn uni di indoensia dan bikin kelas joint program antar 2 uni antar 2 negara…yg mefasilitasi anak2 kita baik yg dalam negeri maupun yg luar negeri…

impian ini masih panjang mencapainya, tapi mudah2an tahun ini kita dapat membuka peluang di 5 negara utk mereka 2 yg berjuang menghasilkan devisa utk keluarga maupun utk negara…semoga di ijinkan oleh Allah swt…Amien…
daejoun 6 agustus 2010 01 00