percobaan streaming utk pembelajaran

dear all, januari sd febuari, kita akan melakukan percobaan streaming
yg di kombinaskan dgn fb, utk pembelajaran, dengan pola baru yg di kembangkan … murid menjadi tidak terbatas, dan bisa langsung di jawab oleh dosen/guru yg mengajr saat ini, tergantung dari materi yg di ajarkan.

selan itu utk ujian on line atau semi on line akan mudah utk siswa2 belajar dari rumah terhadap apa2 yg sudah di ujikan pagi hari nya ..
atau setelah ujian , langsung bisa mendengar jawaban atas soal2 yg tadi di ujikan.
dalam kenyataannya memang perangkat penerima hanya sekolah atau rumah yg mempunyai sambbungan internet, dan kendala di daerah adalah mahalnya sambungan internet.
tetapi utk guru2 yg mempunyai sambungan internet, maupun murid yg mempunyai sambungan internet di rumahnya makin pandai dan ilmu nya makin bertambah..
tetapi kendala bagi mereka yg tidak punya sambungan ke internet, menyebabkan disparitas pendidikannya makin besar..
salah satu penyempurnaannya adalah mereka harus belajar berkelompok di sekolah pada soe hari dimana, harus di lakukan jam ekstra…
kendala beriutnya adalah komputer yg terbatas , menyebabkan mereka juga terbatas memanfaatkannya kaarena berbagi dengan teman2 lainnya.
salah satu solusi, adalah memanfaatkan net book yg makin terjangkau, serta pemanfaatan alat baca yg juga makin terjangkau.
mobile device salah satu yg perlu di kembnagkan di masa mendatang..walaupun solusi dan harganya berfariasi..

streaming ini akan di kembangkan utk pembelajaran bahasa indonesia, pembuatan game mobule utk pembelajaran maupun utk ulangan bersama.

alamat yg bisa di akses adalah http://www.seamolec.org/mms…dan kita akan mencoba setiap hari antara jam 10 – 15 an…

tolong di berikan komentar pada fb di sebelah kana ya…dan ini kita mulai minggu depan setiap senin sd jumat selama 5 jam, dan febuari akan kita kembangkan lagi lebih lama..

sistem ini akan kita tularkan bagi mereka yg mau mempunyai pembelajaran yg bermanfaat utk utk suatu kota atau satu propinsi..silahkan kontak kami melalui email dan sms..

masukannya kita tunggu ya..

Iklan

lele versus unagi

kita sedang menyiapkan materi pembnelajaran ikan lele, dgn imam staf seamolec, karena kita mikir, bahwa protein tinggi bisa di kembangkan oleh masyarakat dimanapun juga dgn menyiapkan proteinnya sendiri….
memang berbeda dgn mencari pekerjaan..dan dapat penghsilan dari bekerja..bisa di belikan apa saja…tapi klo seseorang atau keluarga penghasilannya tertentu..bisa melewati kebutuhan setiap bulannya dgn penghasilan tersebbut…tetapi bila..keluarga atau kelompok tersebbut mau berusaha dan berfikir sebentar..utk mengisi waktu kosong serta tenaga yg bisa di sinergikan memproduksi sesuatu…misalnya ikan lele…kan secara tidak sadar…kebutuhan akan protein utk keluarga sdh bisa di penuhi secara mandiri…
bayangkaan kalo klompok tani atau siapaun bila ikut mengembangkan /membesarkan dari bibt lele menjadi lele siap saji di keluarganya…ada 2 hal yg bisa di hitung….secara tidak langsung dapat penghasilan tambahan dari produksi lele tersebbut, dan selain itu protein keluarga juga makin baik…
salah satu kelebihan negara maju dan berkembang adalah dari gnp nya, dimana yg gnp tinggi dapat beli apa saja utk memenuhi taraf hidup mereka sesuai dengan kebutuhan gisi utk memelihara kesehatan mereka…, sehingga mereka bisa tahan kerja lama, berfikir fokus dan kemajuan lingkungannya terlihat signifikan..sehingga bisa di manfaatkan oleh orang banyak…

andaikan kita dari segi protein dapat juga menyiapkan utk masyarakat kita dgn harga terjangkau atau bisa di bagikan bibitnya utk suatu saat di konsumsi sendiri dan lelel ini sama kaya kelinci bisa di biakkan dengan mudah…dan menjadi sumber protein masyarakat yg murah…dan terjangkau..

klo pendidikan kita salah satu matadiklat atau ajarnuya..kita sinergikan dgn produksi kan bagus..? belajar dapat ilmu dan hasilnya bisa di manfaatkan oleh keluarganya…bukan smk perikanan saja atau peternekan lho…

klodi bantul, sdh jalan, setiap anak sd di beri 1 ekor doc, utk di pelihara dan nantinay di makan oleh keluarganya…klo satu keluarga ini bisa motong ayam 1 ekor setiap minggu…kan lumayan..di tambah lele..atau apapun yg punya nilai gisi tinggi..?

klo komoditas lele, yg paling banyak di jatim dan sebagian jabar…., sdh ada kelompok2 nya yg mengembangkan lele tersebbut dan harganya antara 12 rb sd 15 rb/kg di pasar…dlm konsisi mentah.., isinya 8 – 10 ekor /kg…dan di besarkan dalam 4 – 6 bulan?…detailnya sedang kita siapakan moodle nya agar bisa di baca oleh siapapun..nantinya…

hal yg menarik, analog dgn lele..cuman bibitnya dari laut, yaitu sidat atau unagi…makanan yg di gemarin oleh orang taiwan, jepang, china…keperluann ekspornya tinggi, dan harganya juga tinggi antara 120 – 180 rb/kg….
cobaanda bayangkan kalau suatu kawasan atau kabupaten 100.000 penduduknya…berkarya memproduksi ikan lele atau unagi..kan dahsyat…
berapa uang yg akan beredar di masyarakat akibat produksi tersebut..bila ada 100.000 kg atau 100 ton dir kawasan tersebut…/6 bulan…
klo lele harganya 10.000/kg > 100 ton kan ada 1 milliar dana beredar di masyarakat..bila produktifitasnya 1 kg/keluarga…klo 25 kg/kel kan 25 m…klo 100 kg./kel = 100 m…bila itu di ganti unagi…yg harganya 100.000/kg kan 10 x lipat peredaran uang di kabupaten tersebbut…dan ini bisa di pakai sebagai peningkatan pendapatan masyarakat serta peningkatan daya beli dan pajak daerah …kan bagus…gimana dgn daerah anda anda..mau ndak mengembangkan komoditas yg diperlukan oleh minimal kita sendiri agar menjadi masyarakat mandiri dan madani…baca uga kompas tgl 15 mei 2010 ttg ikan sidat/unagi…potensi unagi masih besar…di indonesia ini…kita sedang memikirkan seamless education khusus berbasis produksi dari jejang slta-sma/smk ke jenjang berikutnya sd d1/d3/d4 sehingga menghasilkan produsesn2 ungai dan peneliti unagi dalam meningkatkan efisiensi produksi unagi dalam mendorong kemakmuran suatu kawasan dan bangsa….

saran….

karya tulis on line vs video on line

karya tulis adalah suatu hasil seseorang baik guru atau dosen dalam menuangkan ide, laporan atau karya serta evaluasi suatu proses. utk guru maupun dosen, karya tulis ilmiah…yg di publikasikan adalah suatu ukuran bhw guru/dosen tersebut telah melakukan sesuatu proses..dan menuangkankan dalam tulisan serta di publikasikan dan bila utk kenaikan pangkat..akan di nilai dan di beri angka kum nya.. ini situasi saat ini…apakah publikasi tsb dibaca orang 100 atau 1000 tidak ada yg tahu..
dengan perkembangan teknologi multi media serta streaming dan internet

Baca lebih lanjut