pencanangan pendidikan 15 tahun di pangkal pinang

hari ini 13 november 2010, dicanangkan pendidikan 15 tahun di kota pangkal pinang, antara walikota, ketua dprd dan seamolec.
dalam pencanangan ersebut, di undang juga ITB, IPB, politek manufaktur bangka, politek bali yg akan mendukung pendidikan warga kota pangkalpingan dan propinsi bangka belitung.
sasaran walikota , 50 % penduduk pangkal pinag suatu saat harus mempunya atau mengikuti pendidikan 15 tahun. dengan penddikan yg baik, di harapkan perubahan mind set, serta peluang masyarakat menjadi lebih pandai, sehingga di harapkan juga makin berkembang serta makin banyak orang yg kuliah di pangkal pinang.
tt mou juga dilakuka antara walikota dgn seamolec serta 4 uni versta/politek/institu utk membuka program yg di perlukan masyarakat pangkal pinag/babel – bangka belitun.

disarankan sub kampus dari 4 institusi tersebut di tempatkan di smkn 1, 2,3 dan 4, dan bisa di mulai program seamless/ahli pratam yg akan di kembangkan menjadi program 15 tahun ini..bisa di bantu dan di lengkapi infra struktur nya secara bertahap, sehingga bisa menjadi tempat kuliah yg berfungsi dan melayani dengan baik.
selain itu di harapkan sub kampus pangkal pinang ini akan bersinergi dgn college dari thailand, laos , kamodja dll nya sehingga terjadi pertukaran mhs atau siswa antar negara bisa di lakuan melalui pendidikan yg terhubung satu dengan lainnya.

semoga langah awal ini bisa kita mulai januari 2011 utk gelombang pertama dengan jumlah mahasiswa antara 200 – 500 ; dan pada gelombang ke 2 bulan juni akan naik menjadi 500 -800 mahasiswa. ….
hubungan antara kampus utama dan sub kampus akan di fasilitasi sebagian oleh seamolec, baik sistem maupun sistem multicast, selain itu juga pelatihan sistem pjj di siapkan oleh seamolec pada bulan desember pertengahan..

utk propinsi babel ini di mulai oleh kota pangkalpinang dan akan di ikuti oleh kabupaten lainnya…semoga hal ini bisa menolong anak2 kita yg kurang beruntung utk ikut kuliah regules di uni yg ada…

Iklan

tolong tulis pengalaman kuliah alumni d3 tkj yg lulus dan sdh kerja

dear alumni, kami membutuhkan masukan dari kalian ttg apa yg sdh kalian lakukan dan dapat selama kuliah di program d3tkj selama ini dgn sub kampus atau tempat magang dimana saja, serta anda dapat ilmu dimana saja..
info ini kami himpun utk pemberdayaan pt di daerah jika kita sinergikan dgn ict, tempat magang serta standard internasiona dari industri yg kita pakai, sbagai tambahan pengalaman anda…
memang setiap orang punya masalah dan nasib yg berbeda…buat kita ..berubahkah status anda setelah lulus, dan berubahkah ilmu anda dan bermanfaat utk kantor yg baru..?
masih banyak yg harus di kuliahkan dengan biaya yg terjangkau..salah satu solusi nya ya seperti yang anda lewati ..sd dgn lulus…

tolong tulis di bawah ini semua info pengalaman dan saran utk kebaikan sistem yg kita kembangkan bersama saat ini serta..utk pengembangan sdm di daerah kita agar mereka bisa pandai…
suatu impian alangkah indahnya bila setiap kabupaten mempunyai 50 % warga nya dapat d3 atau bachelor…

lele versus unagi

kita sedang menyiapkan materi pembnelajaran ikan lele, dgn imam staf seamolec, karena kita mikir, bahwa protein tinggi bisa di kembangkan oleh masyarakat dimanapun juga dgn menyiapkan proteinnya sendiri….
memang berbeda dgn mencari pekerjaan..dan dapat penghsilan dari bekerja..bisa di belikan apa saja…tapi klo seseorang atau keluarga penghasilannya tertentu..bisa melewati kebutuhan setiap bulannya dgn penghasilan tersebbut…tetapi bila..keluarga atau kelompok tersebbut mau berusaha dan berfikir sebentar..utk mengisi waktu kosong serta tenaga yg bisa di sinergikan memproduksi sesuatu…misalnya ikan lele…kan secara tidak sadar…kebutuhan akan protein utk keluarga sdh bisa di penuhi secara mandiri…
bayangkaan kalo klompok tani atau siapaun bila ikut mengembangkan /membesarkan dari bibt lele menjadi lele siap saji di keluarganya…ada 2 hal yg bisa di hitung….secara tidak langsung dapat penghasilan tambahan dari produksi lele tersebbut, dan selain itu protein keluarga juga makin baik…
salah satu kelebihan negara maju dan berkembang adalah dari gnp nya, dimana yg gnp tinggi dapat beli apa saja utk memenuhi taraf hidup mereka sesuai dengan kebutuhan gisi utk memelihara kesehatan mereka…, sehingga mereka bisa tahan kerja lama, berfikir fokus dan kemajuan lingkungannya terlihat signifikan..sehingga bisa di manfaatkan oleh orang banyak…

andaikan kita dari segi protein dapat juga menyiapkan utk masyarakat kita dgn harga terjangkau atau bisa di bagikan bibitnya utk suatu saat di konsumsi sendiri dan lelel ini sama kaya kelinci bisa di biakkan dengan mudah…dan menjadi sumber protein masyarakat yg murah…dan terjangkau..

klo pendidikan kita salah satu matadiklat atau ajarnuya..kita sinergikan dgn produksi kan bagus..? belajar dapat ilmu dan hasilnya bisa di manfaatkan oleh keluarganya…bukan smk perikanan saja atau peternekan lho…

klodi bantul, sdh jalan, setiap anak sd di beri 1 ekor doc, utk di pelihara dan nantinay di makan oleh keluarganya…klo satu keluarga ini bisa motong ayam 1 ekor setiap minggu…kan lumayan..di tambah lele..atau apapun yg punya nilai gisi tinggi..?

klo komoditas lele, yg paling banyak di jatim dan sebagian jabar…., sdh ada kelompok2 nya yg mengembangkan lele tersebbut dan harganya antara 12 rb sd 15 rb/kg di pasar…dlm konsisi mentah.., isinya 8 – 10 ekor /kg…dan di besarkan dalam 4 – 6 bulan?…detailnya sedang kita siapakan moodle nya agar bisa di baca oleh siapapun..nantinya…

hal yg menarik, analog dgn lele..cuman bibitnya dari laut, yaitu sidat atau unagi…makanan yg di gemarin oleh orang taiwan, jepang, china…keperluann ekspornya tinggi, dan harganya juga tinggi antara 120 – 180 rb/kg….
cobaanda bayangkan kalau suatu kawasan atau kabupaten 100.000 penduduknya…berkarya memproduksi ikan lele atau unagi..kan dahsyat…
berapa uang yg akan beredar di masyarakat akibat produksi tersebut..bila ada 100.000 kg atau 100 ton dir kawasan tersebut…/6 bulan…
klo lele harganya 10.000/kg > 100 ton kan ada 1 milliar dana beredar di masyarakat..bila produktifitasnya 1 kg/keluarga…klo 25 kg/kel kan 25 m…klo 100 kg./kel = 100 m…bila itu di ganti unagi…yg harganya 100.000/kg kan 10 x lipat peredaran uang di kabupaten tersebbut…dan ini bisa di pakai sebagai peningkatan pendapatan masyarakat serta peningkatan daya beli dan pajak daerah …kan bagus…gimana dgn daerah anda anda..mau ndak mengembangkan komoditas yg diperlukan oleh minimal kita sendiri agar menjadi masyarakat mandiri dan madani…baca uga kompas tgl 15 mei 2010 ttg ikan sidat/unagi…potensi unagi masih besar…di indonesia ini…kita sedang memikirkan seamless education khusus berbasis produksi dari jejang slta-sma/smk ke jenjang berikutnya sd d1/d3/d4 sehingga menghasilkan produsesn2 ungai dan peneliti unagi dalam meningkatkan efisiensi produksi unagi dalam mendorong kemakmuran suatu kawasan dan bangsa….

saran….

sekolah perbatasan

salinan dari koran :Sekolah Perbatasan Peroleh Bantuan Teknologi
Sabtu, 10 April 2010
JAKARTA–MI: Sebanyak 55 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) diterjunkan
ke daerah terdepan dan tertinggal di perbatasan untuk menyiapkan sistem
teknologi informasi (TI) dengan sistem multicast di sekolah-sekolah.

Upaya tersebut bertujuan supaya para guru, murid, dan masyarakat di daerah itu
mendapatkan ilmu-ilmu terbaru dan terkini yang berkembang.

“Kita coba akselerasi dengan fasilitas-fasilitas TI, sehingga sekolah yang
lokasinya di daerah-daerah tertinggal, dapat memperoleh ilmu-ilmu yang terbaru,”
kata Direktur SEAMOLEC Gatot Hari Priowirjanto kepada pers di Jakarta, Jumat
(9/4).

Program tersebut merupakan kerja sama antara SEAMOLEC dan ITB atas permintaan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen
PMPTK) Kemdiknas. Selain melengkapi dengan peralatan TI, program ini juga untuk
membantu percepatan kualifikasi serta pelatihan guru.

Gatot mengatakan, SEAMOLEC adalah lembaga regional di bawah Southeast Asian
Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berfokus pada pendidikan
terbuka dan jarak jauh.

Ia menyebutkan, lokasi-lokasi yang sudah terpasang dengan peralatan multicast di
antaranya adalah SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan
Riau, SMKN 1 Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, dan SMAN
Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Lebih lanjut dikatakannya untuk tahap kedua telah disiapkan sebanyak 66
mahasiswa yang disiapkan untuk menggantikan dan membantu daerah lain yang
memerlukan percepatan kualifikasi guru dan peningkatan mutu sekolah.

“Harapannya pada Juli ini prioritas untuk guru-guru PGSD (Pendidikan Guru
Sekolah Dasar),” katanya.

Kepala Bagian Perencanaan Ditjen PMPTK Kemdiknas Siswoyo menyampaikan, untuk
mengejar target 2014 guru berkualifikasi S1 maka diperlukan terobosan salah
satunya dengan menggandeng SEAMOLEC.

Untuk daerah tertinggal, kata dia, satu kelompok kerja guru telah diberi lima
unit laptop. “Dengan multicast ini, harapannya perguruan tinggi yang akan
mengirim materi dapat diterima oleh teman-teman di daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur SEAMOLEC Gatot Hari Priowirjanto menyatakan,
lembaga tersebut juga mengirimkan sebanyak 21 kepala sekolah untuk mengikuti
Program Kemitraan Sekolah ke Jerman dan New Zealand. Program ini bertujuan untuk
menciptakan kerja sama antara sekolah-sekolah di Indonesia dengan
sekolah-sekolah negara mitra.

“Di Eropa sudah terjadi pertukaran siswa antar sekolah dengan cepat. Kita dorong
sekolah, guru, dan kepala sekolah untuk bisa langsung proaktif,” katanya.

Dikatakannya, sebanyak 10 kepala sekolah SMA dari Jawa Timur dan empat kepala
sekolah SMP dari Jawa Tengah akan mengikuti workshop di Wellington, Selandia
Baru. Kegiatan yang sama juga akan dilakukan pada 18-28 April 2010 di Berlin,
Jerman dengan perwakilan enam kepala sekolah SMA dan satu kepala sekolah SMK
dari Surabaya, Jawa Timur.

Gatot mengatakan, SEAMOLEC adalah lembaga regional di bawah Southeast Asian
Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berfokus pada pendidikan
terbuka dan jarak jauh.

Inisiatif program kemitraan sekolah Indonesia dengan negara lain telah diawali
dengan negara-negara di daerah Asia Tenggara seperti Filiphina, Thailand, dan
Vietnam.

“SEAMEO- SEAMOLEC harus melayani 11 negara di Asia Tenggara dan tujuh negara di
luar Asia Tenggara yang merupakan associate member dari SEAMEO,” katanya.

Gatot menyebutkan, selain ke Jerman dan New Zealand, pada tahun ini program
kemitraan juga akan dilakukan dengan Kanada, Belanda, Perancis, dan Spanyol.

Menurut dia, pengalaman dua institusi akan menyebabkan sekolah akan berkembang
dan siswa juga punya keberanian. “Kita hanya membuka pintu awalnya. Setelah itu
mereka kita dorong dengan swadaya dan swadana. Kemitraan di ASEAN juga intensif
kita lakukan,” katanya. (Ant/OL-7)

pengurangan pengangguran bersama

kawan2 masalah di setiap negara adalah salah satunya pengangguran, selain itu setiap tahun banyak expert kita yg pensiun, bgmn menurut anda kalau para ekspert ini memberikan sumbangan ilmu kepada masyarakat….utk melawan kebodohan dan mengurangi pengangguran?…
utk para senior, ini merupakan kegiatan pengisi kehidupan serta aktifitas baru setelah pensiun…kehidupan ke dua mulai pada umur 50/55/60 thn , sehingga masih ada semgat mengabdi pada sekitarnya…walaupun 1 jam/minggu/bulan/tahun, sumbangan pemikiran atau pun pengalaman akan menyebabkan generasi muda ataupun mereka yg membutuhkan mendapatkan benefitnya.

Baca lebih lanjut

100 beasiswa utk pgsd akan disiapkan bulan april

pada Tgl 15 januari 2010 jam 14 – 16 berTempat di lakukan di hotel golf jatinangor kab sumedang jabar. telah di lakukan mou antara SEAMOLEC dggn UPI.
Hadir pr1 p hedar, beserta direktur akademi p dadang dan direktur kerjasama p Hariri , p Enjang dan sekitar 8 staf UPI yg menyiapkan kerjasama tersebut. Dimana kerjasama tersebut berlaku 5 tahun, mengembangkan PJJ di UPI, membantu UPI mengembangakan system it nya, riset bersama baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dll. Selain itu hadir juga
1.P Endang suherman kadinas kota tasikmalaya
2.P komar kadinnas lkab Garut
3.P. mohamad Zen kadinas kab. Tasikmalaya

Yg melakukan penandatangan kerjasama dgn UPI utk peningkatkan kwalifikasi guru di 3 kabupaten tersebut, sumedang juga di rencanakan utk hadir, tetapi tidak dapat hadir.
Dalam kesempatan tersebbut di bahas langkah kongkret antara seamolec, upi dan 3 kadinas ttersebut, tentang peersiapan percobaan implementasi peningkatan kwalifikasi guru sd di 3 kabupaten tersebbut.
Seamolec akan mencarikan beasiswa utk 3 x 30 mhs utk 3 kabupaten, dimana setiap kabupaten di mmulai dgn 3 kecamatan/kabupaten, dengan memanfaatkan multicast.
Kami mempresentasikan system seaedunet dan multicast di dalam pertemuan tersebut, utk menjelaskan kadinas ttg bgmn perkuliahan di lakukan dalam waktu dekat.
Di sepakai koordinasi 5 institusi pada bulan febuari 2010 di UPI, utk mmembahas kurikulum, system, lokasi piloting dan calon mahasiswa yg akan ikut program tersebut.
Direncanakan program ini akan di mulai bulan april 2010, setelah semua pihak setuju dgn system serta pembiayaan yg di rancang bersama.

Beasiuswa utk 90 – 100 mhs pgsd ini akan di carikan dari seamolec, pmptk, 3 dinas pendidikan terkait.
Sebagai informasi tambahan, UPI sdh melaksanakan dual mode, dan mhs pgsd utk thn 2009 , mereka menerima sebanyak 1900 mahasiswa.
mohon kwn ict di kota tersebbut, maupun pps yg terkait dan juga para guru yg berminat utk ikut program ii, tolong proaktif koordinasi dgn kadinnas setempat,
tolong infokan pada guru2 yg belum s1 juga yg bisa ikut program ini..
selamat bekerja dan bersinergi…

membangun info utk instalasi multicast di daerah

dear all,

sebagai informasi awal, ttg percobaan kita di salah satu sekolah baru, daerah terpencil di kab majalengka, yg kita coba siapkan utk mendapatkan informasi melalui seaedunet

anda bisa cek di

.http://smkn1kertajati.blogspot.com/..

.inijuga salah satu percobaan pembangunan sekolah secara transparan yg di dukung oleh psmk, industri dan masyarakat, dar i awal sampai sekarang..

mungkin ini bisa juga sebagai contoh bgmn kita bisa memonitor aktifitas suatu pembangunan sekolah dari jauh, dan mengikuti progres nya minggu demi minggu,tanpa harus datang ke lokasi tersebut..

mungkinpola semacam ini, pembangunan sekolah, infra struktur, maupun multicast – seaedunet nya seamolec, bisa di lakukan oleh sekolah2 yg terkoneksi dgn sistem seamolec..utk di ketahui oleh sesama sekolah..; dgn tergabung dgn sistem ini, diharapkan materi pembelajaran bisa di kirim ke setiap sekolah yg memerlukan…

selamat bergabung…, saran buat PPS SEAMOLEC, tolong sekolah yg anda bantu memasang sistemini bisa juga di buat fotonya dan di upload ke web seamoloec.., utk sebagai bagian transparansi informasi kemajuan setiap sekolah, daerah anda..

buat sekolah/institusi yg mau bergabung sebagai MITRA SEAMOLEC, silahkan kontak PPS SEAMOLEC di propinsi anda…atau ndaftar MITRA.SEAMOLEC.ORG, komentar dan saran kita tunggu….

terimakasih